Ali Basrah Serap Aspirasi Warga Dapil VIII dalam Reses II Tahun 2025

Redaksi Bara News

- Redaksi

Sabtu, 11 Oktober 2025 - 11:25 WIB

50626 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KUTACANE – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) dari Fraksi Partai Golkar, H. Ali Basrah, S.Pd., M.M., menggelar kegiatan Reses II Tahun 2025 di Daerah Pemilihan (Dapil) VIII yang meliputi Kabupaten Aceh Tenggara dan Kabupaten Gayo Lues. Reses berlangsung selama sepekan, dari 2 hingga 9 Oktober 2025, dengan pengumpulan aspirasi masyarakat sebagai tujuan utama.

Salah satu titik pelaksanaan reses berlangsung di Desa Pulonas Gabungan, Aceh Tenggara. Pertemuan diwarnai rasa hangat dan antusias dari masyarakat setempat. Tokoh masyarakat LUK dalam sambutannya mengungkapkan rasa syukur atas kembali terpilihnya Ali Basrah sebagai wakil rakyat di tingkat provinsi.

“Kami bersyukur ada wakil dari daerah kami yang mampu memperjuangkan kepentingan masyarakat di tingkat provinsi,” ujarnya dengan nada penuh harap.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam arahannya, Ali Basrah menegaskan bahwa kegiatan reses bukanlah sekadar ajang temu warga atau melepas rindu semata, melainkan sebagai sarana efektif untuk menjaring masukan dan mendengar persoalan yang dihadapi masyarakat secara langsung. Ia menyebutkan, suara dan harapan masyarakat di daerah pemilihan harus menjadi pijakan utama dalam menjalankan tugas legislasi dan pengawasan di tingkat provinsi.

“Reses ini bukan hanya ingin berjumpa dan melepas rindu, tetapi juga untuk mendengarkan langsung apa yang menjadi harapan dan permasalahan masyarakat,” ucap Ali Basrah dalam pertemuan tersebut.

Lebih lanjut, ia menjelaskan tentang arah pembangunan nasional yang tengah digencarkan pemerintah pusat, termasuk melalui penguatan tata kelola pemerintahan di daerah. Salah satunya adalah dengan memperkenalkan program Koperasi Merah Putih yang diinisiasi sebagai wadah transformasi ekonomi di tingkat akar rumput. Program ini, menurutnya, membuka ruang baru bagi desa menunjukkan kemandirian melalui pengelolaan ekonomi yang terstruktur.

Di hadapan masyarakat, Ali Basrah juga mendorong pemanfaatan dana desa secara lebih berorientasi pada pembangunan sumber daya manusia, khususnya generasi muda. Ia menganjurkan agar para kepala desa mempertimbangkan alokasi dukungan pendidikan tinggi bagi pemuda berprestasi dari desa setempat.

“Kita harus menyiapkan generasi muda yang siap mengelola program ekonomi seperti dana merah putih ini,” katanya.

Isu pembangunan infrastruktur juga menjadi perhatian dalam sesi dialog tersebut. Ia menyampaikan fakta tentang kondisi pembangunan yang belum merata di Aceh Tenggara. Salah satu persoalan utama yang disorot adalah kerusakan jalan desa yang menyulitkan masyarakat dalam menjual hasil pertanian ke pasar.

“PAD Aceh hanya sekitar Rp8 triliun, sedangkan PAD Aceh Tenggara yang riil hanya sekitar Rp30 miliar. Dengan kondisi ini, wajar bila anggaran pembangunan masih terbatas. Tapi kita tidak bisa menyalahkan pemerintah, melainkan harus bersama-sama mencari solusi,” jelasnya.

Politisi Partai Golkar itu mengajak warga untuk turut berkontribusi dalam proses pembangunan melalui partisipasi aktif, tanpa hanya bergantung pada bantuan pemerintah. Menurutnya, pembangunan harus menjadi gerakan kolektif antara masyarakat dan penyelenggara negara.

Menutup kegiatan resesnya, Ali Basrah mengajak warga untuk menjaga semangat gotong royong dan terus mendukung pembangunan berkelanjutan di wilayah Aceh Tenggara dan Gayo Lues.

“Mari kita terus jaga semangat persatuan, kebersamaan, dan bergotong-royong untuk membangun daerah ini ke arah yang lebih baik,” katanya mengakhiri pertemuan.

Kegiatan reses ini menjadi salah satu bentuk pertanggungjawaban moral dan politik anggota dewan kepada konstituennya. Dalam suasana yang terbuka dan penuh keakraban, masyarakat menyampaikan harapan akan hadirnya solusi konkret atas persoalan yang mereka hadapi, sekaligus berharap agar keberadaan wakil rakyat seperti Ali Basrah dapat terus menjadi jembatan antara kebutuhan daerah dan kebijakan pemerintah di tingkat provinsi.

Laporan : Deni Affaldi

Berita Terkait

Belanja Anggaran Pembangunan Infrastruktur Aceh Tenggara Capai 29 Persen, Kepala BPKD Tegaskan Transparansi
Yahdi Hasan Apresiasi Pengabdian Tepian Negeri Chapter 4 Aceh Tenggara
Subuh Keliling dan Jumat Curhat, Kapolres Aceh Tenggara Bangun Kedekatan Bersama Warga Semadam
Tak Sekadar Apel, Kapolres Aceh Tenggara Cek Langsung Kesiapan Polsek Badar Pastikan Siap Layani Masyarakat
Dinsos Aceh Tenggara Pastikan Bantuan Banjir Disalurkan Transparan dan Tepat Sasaran
Dinsos Aceh Tenggara Borong Penghargaan di HUT Kabupaten ke-51
Pastikan Program Berjalan Optimal, Kapolres Aceh Tenggara Tinjau Dua SPPG Yayasan Kemala Bhayangkari
Kapolres Aceh Tenggara Pimpin Anev Mingguan, Evaluasi Kinerja dan Perkuat Kesiapsiagaan Jajaran

Berita Terkait

Minggu, 23 Agustus 2026 - 18:45 WIB

Siswa SMAN Unggul Binaan Bener Meriah Diduga Dikeroyok Kakak Kelas, Korban Dirawat di Rumah Sakit

Minggu, 23 Agustus 2026 - 17:13 WIB

Perempuan di Aceh Utara Didakwa Jadi Perantara Pembelian Sabu, Persidangan Digelar di PN Lhoksukon

Minggu, 23 Agustus 2026 - 10:57 WIB

Dua Kurir Ganja 93 Kilogram Asal Aceh Ditangkap di Medan

Minggu, 23 Agustus 2026 - 07:17 WIB

Mahkamah Agung Terbitkan Pedoman Baru, Putusan Bebas Tidak Bisa Diajukan Banding atau Kasasi

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 17:43 WIB

Polresta Banda Aceh Tetapkan MA Tersangka Dugaan Pemerkosaan Anak Tiga Tahun

Kamis, 20 Agustus 2026 - 21:41 WIB

Satreskrim Polres Nagan Raya Pasang Spanduk Imbauan, Cegah Penambangan Tanpa Izin

Kamis, 20 Agustus 2026 - 16:09 WIB

Temu Ramah dengan Insan Pers, Kapolres Gayo Lues: Saya Merasa Seperti Pulang ke Kampung Sendiri

Kamis, 20 Agustus 2026 - 06:44 WIB

Dokter Tifa Sesalkan Sikap Kejaksaan yang Abaikan Putusan Pengadilan dalam Sidang Praperadilan

Berita Terbaru