Reses di Tengah Ruang Kelas: H. Hatta Bulkani Serap Aspirasi Guru SMA Negeri 1 Lawe Sigala-gala

Redaksi Bara News

- Redaksi

Sabtu, 11 Oktober 2025 - 00:22 WIB

50472 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kutacane – Di tengah desakan peningkatan kualitas pendidikan dan keterbatasan fasilitas sekolah, kunjungan kerja seorang legislator bukan sekadar formalitas. Pemandangan itu terasa pada Jumat siang, ketika Anggota DPR Aceh H. Hatta Bulkani, Lc melakukan reses tahap III Tahun 2025 di SMA Negeri 1 Lawe Sigala-gala, Aceh Tenggara.

Kedatangan wakil rakyat dari Dapil VIII (Aceh Tenggara – Gayo Lues) itu tak berlangsung dengan pidato panjang atau sambutan seremoni kaku. Sebaliknya, suasana akrab justru mencairkan jarak antara kursi legislatif dan realitas ruang belajar. Para guru dan tenaga kependidikan, yang selama ini menjadi saksi langsung kerumitan di lapangan, akhirnya memiliki panggung untuk bersuara lantang, tanpa batas protokoler.

Silaturahmi berbentuk reses ini menjadi ruang terbuka. Sebuah sesi dengar pendapat yang membebaskan. Mereka tak menyia-nyiakan kesempatan. Keluhan pun mengalir — mulai dari permintaan pelebaran lahan sekolah, pengadaan meja kursi belajar yang layak, hingga topik sensitif semacam insentif dan uang megang bagi guru non-PNS.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Isu-isu ini bukan hal baru, tetapi jarang mampu menembus hiruk-pikuk prioritas anggaran tahunan pemerintah. Padahal, di balik minimnya bangku dan kelas, pendidikan sedang berjuang diam-diam — ditopang para pendidik yang tetap berdiri di depan papan tulis meskipun kesejahteraan mereka masih jauh dari kata layak.

Hatta Bulkani tak sekadar mendengarkan. Dalam setiap tanggapan, politisi ini menyelipkan janji berbasis data — bahwa setiap aspirasi yang dikumpulkan akan dibawa ke meja kebijakan provinsi. Dalam logat datarnya yang tenang, ia mengatakan satu prinsip: “Profesi guru adalah pilar utama dalam mencerdaskan bangsa. Sudah menjadi tanggung jawab kita bersama untuk memastikan mereka mendapat perhatian yang layak, baik dari sisi fasilitas maupun kesejahteraan.”

Pernyataan itu barangkali sudah sering terdengar. Tapi dalam konteks ini, para guru memilih percaya. Sebab mereka menyampaikannya langsung, bukan lewat proposal yang mengendap di tumpukan berkas kantor dinas.

SMA Negeri 1 Lawe Sigala-gala bukan sekolah kemarin sore. Sudah puluhan tahun berdiri di Desa Lawe Pekhidinen, sekolah ini telah meluluskan ribuan pelajar, menjadi salah satu lembaga pendidikan favorit di kawasan Lawe Sigala-gala. Namun sejarah panjang saja tak cukup menjamin fasilitas yang utuh. Sekolah tua ini masih bergantung pada perbaikan tahap demi tahap. Kursi yang reyot, ruang kelas yang sesak, hingga lahan sekolah yang tak mampu menampung perkembangan jumlah siswa dari tahun ke tahun.

Kepala Sekolah, Yuslan Efendi Angkat, S.Pd., yang memimpin lembaga pendidikan itu, menyambut hangat kunjungan ini sebagai harapan baru. Ia tahu, perjuangan memperbaiki pendidikan butuh jembatan politik — dan itu hanya hadir jika legislator mau turun, mendengar, dan bertindak.

Usai dialog, rombongan menyempatkan sesi foto bersama. Gestur simbolik yang barangkali tampak sederhana, namun bagi para guru yang sehari-hari berjibaku dengan keterbatasan, momen itu merepresentasikan semangat baru: bahwa suara mereka didengarkan, dan bahwa pendidikan tak boleh dibiarkan berjalan sendiri.

Bila politik pembangunan masih sering absen di ruang kelas, maka setidaknya kali ini, wakil rakyat itu pulang membawa bekal: bukan sekadar laporan kegiatan, tapi amanat yang tumbuh dari bangku pendidikan yang boleh jadi telah terlalu lama menunggu uluran tangan kebijakan.  (ZUL)

Berita Terkait

Belanja Anggaran Pembangunan Infrastruktur Aceh Tenggara Capai 29 Persen, Kepala BPKD Tegaskan Transparansi
Yahdi Hasan Apresiasi Pengabdian Tepian Negeri Chapter 4 Aceh Tenggara
Subuh Keliling dan Jumat Curhat, Kapolres Aceh Tenggara Bangun Kedekatan Bersama Warga Semadam
Tak Sekadar Apel, Kapolres Aceh Tenggara Cek Langsung Kesiapan Polsek Badar Pastikan Siap Layani Masyarakat
Dinsos Aceh Tenggara Pastikan Bantuan Banjir Disalurkan Transparan dan Tepat Sasaran
Dinsos Aceh Tenggara Borong Penghargaan di HUT Kabupaten ke-51
Pastikan Program Berjalan Optimal, Kapolres Aceh Tenggara Tinjau Dua SPPG Yayasan Kemala Bhayangkari
Kapolres Aceh Tenggara Pimpin Anev Mingguan, Evaluasi Kinerja dan Perkuat Kesiapsiagaan Jajaran

Berita Terkait

Minggu, 23 Agustus 2026 - 18:45 WIB

Siswa SMAN Unggul Binaan Bener Meriah Diduga Dikeroyok Kakak Kelas, Korban Dirawat di Rumah Sakit

Minggu, 23 Agustus 2026 - 17:13 WIB

Perempuan di Aceh Utara Didakwa Jadi Perantara Pembelian Sabu, Persidangan Digelar di PN Lhoksukon

Minggu, 23 Agustus 2026 - 10:57 WIB

Dua Kurir Ganja 93 Kilogram Asal Aceh Ditangkap di Medan

Minggu, 23 Agustus 2026 - 07:17 WIB

Mahkamah Agung Terbitkan Pedoman Baru, Putusan Bebas Tidak Bisa Diajukan Banding atau Kasasi

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 17:43 WIB

Polresta Banda Aceh Tetapkan MA Tersangka Dugaan Pemerkosaan Anak Tiga Tahun

Kamis, 20 Agustus 2026 - 21:41 WIB

Satreskrim Polres Nagan Raya Pasang Spanduk Imbauan, Cegah Penambangan Tanpa Izin

Kamis, 20 Agustus 2026 - 16:09 WIB

Temu Ramah dengan Insan Pers, Kapolres Gayo Lues: Saya Merasa Seperti Pulang ke Kampung Sendiri

Kamis, 20 Agustus 2026 - 06:44 WIB

Dokter Tifa Sesalkan Sikap Kejaksaan yang Abaikan Putusan Pengadilan dalam Sidang Praperadilan

Berita Terbaru