KUTACANE | Bupati Aceh Tenggara Salim Fakhry meninjau langsung proyek pembangunan Jembatan Mbarung di Desa Mbarung, Kecamatan Babussalam, Minggu (28/9/2025). Tinjauan ini dilakukan guna memastikan pelaksanaan proyek berjalan sesuai dengan rencana dari segi waktu, anggaran, serta kualitas konstruksi.
Proyek yang mulai dikerjakan sejak 8 September 2025 ini memiliki peran strategis karena akan menjadi jalur penghubung antar empat kecamatan di wilayah Aceh Tenggara, yakni Lawe Alas, Tanoh Alas, Babul Rahmah, dan Darul Hasanah. Keberadaan jembatan ini diharapkan mampu memperlancar akses transportasi masyarakat serta mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.
Dalam kunjungan tersebut, Bupati Salim Fakhry memberikan perhatian khusus terhadap aspek keselamatan kerja para pekerja di lapangan. Ia menekankan pentingnya penerapan Standar Operasional Prosedur (SOP), terutama dalam hal penggunaan atribut keselamatan kerja sesuai yang tercantum dalam buku tamu K3.
“Dalam buku tamu K3, para pekerja harus memenuhi SOP pekerjaan, seperti atribut lengkap saat bekerja,” ujar Bupati kepada petugas pelaksana proyek.
Peninjauan dilakukan secara menyeluruh ke titik-titik pembangunan utama, mulai dari struktur pondasi hingga progres rangka atas jembatan. Bupati juga berinteraksi langsung dengan pelaksana proyek dan tenaga kerja di lapangan untuk memastikan tidak ada kendala besar yang menghambat penyelesaian pekerjaan.
Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Aceh Tenggara, Sadli, dalam laporannya menyampaikan bahwa proyek jembatan ini ditargetkan rampung tepat waktu dengan kualitas konstruksi yang tetap menjadi prioritas.
Menurut Sadli, pelaksanaan proyek dilakukan mengacu pada Detail Engineering Design (DED) yang telah disusun sebelumnya, dan seluruh pekerjaan diupayakan sesuai dengan spesifikasi teknis tanpa mengabaikan kualitas maupun estetika konstruksi.
“Kami berkeinginan pelaksanaan pembangunan dapat selesai tepat waktu, dengan kondisi fisik dan kualitas yang terjaga, serta sesuai teknis DED,” ungkap Sadli saat mendampingi Bupati dalam kunjungan tersebut.
Ia menambahkan bahwa proses pengawasan terus dilakukan baik oleh tim teknis maupun konsultan pengawas, guna memastikan tidak ada penyimpangan dari rencana pembangunan.
Jembatan Mbarung sendiri merupakan salah satu proyek infrastruktur prioritas yang masuk dalam dokumen perencanaan pembangunan daerah Aceh Tenggara tahun 2025. Dengan rampungnya jembatan ini nantinya, warga dari empat kecamatan akan memiliki akses lebih cepat dan aman untuk aktivitas sehari-hari, termasuk distribusi hasil pertanian dan kebutuhan pokok.
Tinjauan lapangan ini menjadi salah satu bentuk komitmen Pemkab Aceh Tenggara dalam mengawal langsung pelaksanaan proyek-proyek strategis demi memastikan manfaat langsung dapat dirasakan oleh masyarakat. (ZUL)








































