Pernyataan Kontroversial Ahmad Sahroni Sebut “Orang Tolol Sedunia” Bikin Geger, Aktivis Tantang Debat Terbuka

Redaksi Bara News

- Redaksi

Kamis, 28 Agustus 2025 - 12:01 WIB

50599 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta – Pernyataan politisi Ahmad Sahroni yang menyebut orang-orang yang meminta DPR dibubarkan sebagai “tolol sedunia” memicu gelombang protes dari masyarakat dan menjadi perbincangan panas di media sosial. Anggota DPR RI dari Fraksi NasDem itu kini menjadi sasaran kritik tajam dari berbagai kalangan.

Masyarakat menilai pernyataan Ahmad Sahroni menghina dan merendahkan harga diri rakyat Indonesia. Banyak warganet mengecam keras sikapnya, salah satunya melalui tantangan debat terbuka yang dilayangkan oleh aktivis berprestasi Salsa Erwina.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Salsa Erwina, jebolan Universitas Gajah Mada (UGM), mengunggah tantangan debat tersebut melalui akun Instagramnya, meminta Sahroni membuktikan siapa yang sebenarnya “tolol” dan siapa yang bekerja untuk rakyat. Dalam unggahannya, Salsa menegaskan bahwa debat tersebut sebaiknya disaksikan seluruh rakyat Indonesia dengan juri profesional, bahkan jika memungkinkan juri internasional.

“Yang ngatain rakyat tolol, sini aku tantang debat kamu @ahmadsahroni88 dari partai @official_nasdem. Kita buktikan siapa yang sebenernya tolol dan tidak bekerja untuk kepentingan rakyat! Kita pilih juri debat profesional kalau bisa yang internasional, disaksikan seluruh masyarakat Indonesia. Berani?” tulis Salsa, dikutip Rabu (27/8/2025).

Salsa bukan orang sembarangan. Aktivis muda ini pernah mewakili Indonesia di ajang World Universities Debating Championship (WUDC) 2012 di Berlin, Jerman, dan berhasil membawa tim nasional menembus babak quarter final. WUDC dikenal sebagai kompetisi debat bergengsi tingkat dunia dengan peserta dari ratusan universitas ternama.

Namun, respons Ahmad Sahroni terhadap tantangan debat tersebut justru mengejutkan. Politisi NasDem itu melalui akun Instagram pribadinya menyatakan tidak akan meladeni ajakan debat dan mengaku masih belum cukup pintar untuk itu.

“Ane gak akan ladenin orang yang ajak debat ane, ane mau bertapa dulu biar pinter karena ane masih bloon, ane ini masih bego,” tulis Sahroni di akun @ahmadsahroni88.

Pernyataan ini memicu sindiran pedas dari warganet. Beberapa komentar menyoroti kapasitas Sahroni sebagai wakil rakyat:

  • “Gayanya sok keras, giliran digas sesak nafas,” sindir akun @itsp***.

  • “Gak usah jadi DPR pak, kita butuh wakil yang pinter dan sat set,” tulis akun @tawan***.

  • “Nah itu lo sadar! Lo itu gak cocok di DPR! Out aja, sadar diri! Ganti sama orang yang lebih kompeten dari Anda,” kata akun @derw***.

Sebelumnya, Sahroni melontarkan kritik terhadap masyarakat yang menyatakan ingin DPR dibubarkan. Ia menegaskan masyarakat boleh mengkritik, mengeluh, dan mencaci maki, tetapi harus tetap pada jalurnya dan tidak berlebihan karena dianggap dapat merusak mental.

“Masyarakat boleh kritik, boleh komplain, boleh caci maki enggak apa-apa, kita terima. Tapi ada adat istiadat yang mesti disampaikan,” ujar Sahroni. Ia menambahkan, “Silahkan kritik mau ngapain aja boleh, tapi jangan mencaci maki berlebihan, karena itu merusak mental.”

Namun, pernyataan yang paling kontroversial adalah saat ia menyebut:
“Mental manusia yang begitu adalah mental orang tertolol sedunia. Catat nih, orang yang cuma bilang bubarin DPR itu adalah orang tolol sedunia.”

Pernyataan ini memicu gelombang kritik di media sosial dan menjadi bahan perdebatan publik. Banyak pihak mempertanyakan profesionalisme dan kapasitas seorang anggota DPR yang semestinya menjadi wakil rakyat.

Sampai saat ini, Sahroni belum memberikan respons lanjutan mengenai tantangan debat terbuka yang diajukan Salsa Erwina. Publik menantikan langkah politik dan sikap nyata dari anggota legislatif tersebut di tengah kontroversi yang sedang memanas. (*)

Berita Terkait

Prof Dr Sutan Nasomal : Presiden RI Harus Sadar Horor Dolar Menerkam Keamanan Indonesia
DOSA EKOLOGIS DI ATAS TANAH JARAHAN,Status Tersangka Para Kades Bongkar Borok Operasional dan Kejahatan Kehutanan PT AGM di Hulu Sungai Selatan
Skandal Tambang di Atas Lahan Cacat Hukum: Penetapan Tersangka Para Kepala Desa Runtuhkan Legitimasi Operasional PT AGM
Bedah Dokumen: Operasional PT Antang Gunung Meratus di Lahan SHM Rakyat Diduga Tabrak UU Minerba dan KUHP
Kejagung Tetapkan Tiga Eks Pimpinan BGN Tersangka Korupsi MBG, Dugaan Penyimpangan Sentuh Pengadaan Rp 1 Triliun
Dadan Hindayana Ditahan Kejagung, Pergantian Mendadak Pimpinan BGN Memantik Sorotan Publik
Sidang Pembelaan Nadiem Makarim: Antara Klaim Tak Bersalah dan Deret Bukti Lapangan
Dapat Tanah dari Orang Tua? Simak Penjelasan Proses Balik Nama Sertipikat Berikut Ini

Berita Terkait

Minggu, 7 Juni 2026 - 04:42 WIB

Prof Dr Sutan Nasomal : Presiden RI Harus Sadar Horor Dolar Menerkam Keamanan Indonesia

Sabtu, 6 Juni 2026 - 21:00 WIB

DOSA EKOLOGIS DI ATAS TANAH JARAHAN,Status Tersangka Para Kades Bongkar Borok Operasional dan Kejahatan Kehutanan PT AGM di Hulu Sungai Selatan

Sabtu, 6 Juni 2026 - 19:21 WIB

Skandal Tambang di Atas Lahan Cacat Hukum: Penetapan Tersangka Para Kepala Desa Runtuhkan Legitimasi Operasional PT AGM

Rabu, 3 Juni 2026 - 23:03 WIB

Kejagung Tetapkan Tiga Eks Pimpinan BGN Tersangka Korupsi MBG, Dugaan Penyimpangan Sentuh Pengadaan Rp 1 Triliun

Rabu, 3 Juni 2026 - 22:55 WIB

Dadan Hindayana Ditahan Kejagung, Pergantian Mendadak Pimpinan BGN Memantik Sorotan Publik

Rabu, 3 Juni 2026 - 03:28 WIB

Sidang Pembelaan Nadiem Makarim: Antara Klaim Tak Bersalah dan Deret Bukti Lapangan

Selasa, 26 Mei 2026 - 10:34 WIB

Dapat Tanah dari Orang Tua? Simak Penjelasan Proses Balik Nama Sertipikat Berikut Ini

Selasa, 26 Mei 2026 - 10:29 WIB

Sambangi Sulbar, Wamen Ossy Imbau GTRA Jadi Kunci Penyelesaian Konflik Pertanahan di Daerah

Berita Terbaru