Kericuhan Unjuk Rasa di Pati, Mobil Terbakar dan Perkantoran Rusak, Massa Dibubarkan Gas Air Mata

Redaksi Bara News

- Redaksi

Rabu, 13 Agustus 2025 - 19:43 WIB

50559 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pati – Aksi unjuk rasa menuntut pelengseran Bupati Pati Sudewo, Rabu (13/8), yang awalnya berlangsung tertib, berubah menjadi kericuhan hebat yang memicu aksi anarkis di sejumlah titik Kota Pati, Jawa Tengah. Perusakan pagar, pembakaran mobil, hingga kerusakan kaca perkantoran bupati terjadi dalam insiden yang mengejutkan warga.

Kericuhan diperkirakan pecah sekitar pukul 11.30 WIB. Sebelumnya, massa sempat melakukan pelemparan air mineral ke arah petugas, disusul benda-benda lain yang berpotensi membahayakan keselamatan. Petugas yang berupaya menenangkan massa akhirnya menembakkan gas air mata untuk membubarkan para pengunjuk rasa.

Namun, sebagian pengunjuk rasa tetap melakukan tindakan anarkis. Sebuah bangunan milik Pemkab Pati yang berada di kompleks Pendopo Kabupaten Pati di tepi Jalan Tombronegoro dilempari sehingga kaca jendelanya rusak parah. Tak hanya itu, sebuah mobil hangus terbakar di Jalan Dokter Wahidin Pati, bahkan terbalik, menambah suasana mencekam di lokasi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Diduga mobil itu milik aparat keamanan yang berada di tengah kerumunan massa,” ujar Prayogo, salah seorang warga yang menyaksikan langsung peristiwa itu.

Sementara itu, muncul informasi mengenai adanya korban jiwa, namun belum dapat dipastikan karena belum ada keterangan resmi dari pihak berwenang.

Unjuk rasa di Pati berawal dari polemik kenaikan tarif Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) yang mencapai 250 persen. Kenaikan ini memang merupakan batas maksimal dan tidak berlaku untuk seluruh objek pajak, karena sebagian objek hanya mengalami kenaikan sekitar 50 persen.

Namun, pernyataan Bupati Sudewo yang mempersilakan warga berunjuk rasa meski mencapai 5.000 hingga 50.000 orang, dinilai menyakiti hati masyarakat. Warga pun menyalurkan protes mereka melalui aksi simbolik, mengumpulkan air mineral kemasan dos di sepanjang trotoar depan Pendopo Kabupaten Pati, yang kemudian berujung pada bentrokan dengan aparat keamanan.

Kericuhan ini meninggalkan catatan kerusakan materiil yang cukup besar. Pagar perkantoran rusak, kaca bangunan pecah, dan mobil terbakar menimbulkan kepanikan di kalangan warga. Aparat kepolisian masih melakukan penyelidikan terkait pelaku utama perusakan, termasuk menelusuri kronologi korban dan potensi adanya korban jiwa.

Hingga sore hari, situasi di Kota Pati mulai berangsur membaik setelah aparat keamanan menertibkan sisa massa. Meski demikian, warga diimbau tetap waspada terhadap potensi aksi susulan yang bisa muncul akibat ketegangan politik dan sosial yang tengah berkembang di kabupaten tersebut. (*)

Berita Terkait

Prof Dr Sutan Nasomal : Presiden RI Harus Sadar Horor Dolar Menerkam Keamanan Indonesia
DOSA EKOLOGIS DI ATAS TANAH JARAHAN,Status Tersangka Para Kades Bongkar Borok Operasional dan Kejahatan Kehutanan PT AGM di Hulu Sungai Selatan
Skandal Tambang di Atas Lahan Cacat Hukum: Penetapan Tersangka Para Kepala Desa Runtuhkan Legitimasi Operasional PT AGM
Bedah Dokumen: Operasional PT Antang Gunung Meratus di Lahan SHM Rakyat Diduga Tabrak UU Minerba dan KUHP
Kejagung Tetapkan Tiga Eks Pimpinan BGN Tersangka Korupsi MBG, Dugaan Penyimpangan Sentuh Pengadaan Rp 1 Triliun
Dadan Hindayana Ditahan Kejagung, Pergantian Mendadak Pimpinan BGN Memantik Sorotan Publik
Sidang Pembelaan Nadiem Makarim: Antara Klaim Tak Bersalah dan Deret Bukti Lapangan
Dapat Tanah dari Orang Tua? Simak Penjelasan Proses Balik Nama Sertipikat Berikut Ini

Berita Terkait

Minggu, 7 Juni 2026 - 04:42 WIB

Prof Dr Sutan Nasomal : Presiden RI Harus Sadar Horor Dolar Menerkam Keamanan Indonesia

Sabtu, 6 Juni 2026 - 21:00 WIB

DOSA EKOLOGIS DI ATAS TANAH JARAHAN,Status Tersangka Para Kades Bongkar Borok Operasional dan Kejahatan Kehutanan PT AGM di Hulu Sungai Selatan

Sabtu, 6 Juni 2026 - 19:21 WIB

Skandal Tambang di Atas Lahan Cacat Hukum: Penetapan Tersangka Para Kepala Desa Runtuhkan Legitimasi Operasional PT AGM

Rabu, 3 Juni 2026 - 23:03 WIB

Kejagung Tetapkan Tiga Eks Pimpinan BGN Tersangka Korupsi MBG, Dugaan Penyimpangan Sentuh Pengadaan Rp 1 Triliun

Rabu, 3 Juni 2026 - 22:55 WIB

Dadan Hindayana Ditahan Kejagung, Pergantian Mendadak Pimpinan BGN Memantik Sorotan Publik

Rabu, 3 Juni 2026 - 03:28 WIB

Sidang Pembelaan Nadiem Makarim: Antara Klaim Tak Bersalah dan Deret Bukti Lapangan

Selasa, 26 Mei 2026 - 10:34 WIB

Dapat Tanah dari Orang Tua? Simak Penjelasan Proses Balik Nama Sertipikat Berikut Ini

Selasa, 26 Mei 2026 - 10:29 WIB

Sambangi Sulbar, Wamen Ossy Imbau GTRA Jadi Kunci Penyelesaian Konflik Pertanahan di Daerah

Berita Terbaru