slot preparation.lsrs.lu

Polres Aceh Besar Ungkap Tuntas Kasus Pembunuhan di Kecamatan Lhoong, Pelaku Ditangkap di Sumut

Redaksi Bara News

- Redaksi

Rabu, 18 Juni 2025 - 14:11 WIB

50278 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aceh Besar – Kepolisian Resor (Polres) Aceh Besar berhasil mengungkap secara tuntas kasus pembunuhan yang terjadi di Desa Meunasah Cot, Kecamatan Lhoong, Kabupaten Aceh Besar. Pelaku utama berinisial FK (43), seorang wiraswasta asal Desa Pelawi Selatan, Kecamatan Babalan, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, telah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan oleh pihak kepolisian.

Keberhasilan pengungkapan kasus tersebut disampaikan dalam konferensi pers yang digelar pada Selasa (17/6/2025) di Aula Satya Haprabu Polres Aceh Besar. Konferensi dipimpin langsung oleh Kapolres Aceh Besar AKBP Sujoko S.I.K., M.H., didampingi oleh Kasat Reskrim AKP Donna Briadi S.I.K., M.H., dan Plh Kasi Humas Ipda Azhar Muhammad S.Pd.

Dalam paparannya, Kapolres menjelaskan bahwa kasus ini bermula dari laporan polisi nomor: LP/B/3/VI/2025/SPKT/Polsek Lhoong/Polres Aceh Besar/Polda Aceh, yang diterima pada 3 Juni 2025. Laporan tersebut mengungkap dugaan kuat tindak pidana pembunuhan yang terjadi sehari sebelumnya, tepatnya pada Senin malam, 2 Juni 2025, sekitar pukul 20.00 WIB.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Korban dalam peristiwa ini adalah M (39), seorang petani yang juga merupakan warga Desa Meunasah Cot. Ironisnya, korban diketahui sebagai adik ipar dari pelaku FK. Berdasarkan hasil penyelidikan intensif dan olah tempat kejadian perkara (TKP) yang dilakukan oleh tim Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Aceh Besar, diketahui bahwa pelaku memiliki motif dendam pribadi. FK merasa sakit hati setelah mendengar pengakuan dari istrinya—yang juga kakak kandung korban—bahwa korban sering mengucapkan kalimat tidak pantas dan bahkan mengancam akan membunuh pelaku.

“Motif utama tersangka melakukan pembunuhan karena rasa sakit hati yang memuncak akibat ancaman dan hinaan yang diterima, sebagaimana disampaikan oleh istri pelaku,” jelas Kapolres AKBP Sujoko.

Dalam penyelidikan, aparat kepolisian turut mengamankan sejumlah barang bukti yang diduga berkaitan erat dengan peristiwa pembunuhan tersebut. Barang bukti yang disita antara lain satu unit sepeda motor Mio J warna putih tanpa nomor polisi, satu buah pisau bersarung warna biru, satu buah tali jemuran, dua lembar terpal plastik warna hitam, dan satu batang balok kayu ukuran 5×5 cm dengan panjang 1 meter.

Setelah dilakukan pencarian intensif, pelaku berhasil ditangkap pada Rabu, 11 Juni 2025 sekitar pukul 15.00 WIB di kediamannya di Desa Pelawi Selatan, Kecamatan Pangkalan Brandan, Provinsi Sumatera Utara. Saat ini, FK telah ditahan di Rumah Tahanan Polres Aceh Besar untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.

Atas perbuatannya, FK dijerat dengan Pasal 340 jo 338 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) tentang tindak pidana pembunuhan berencana. Ancaman hukuman yang menanti pelaku adalah penjara seumur hidup atau pidana penjara maksimal 20 tahun.

Menutup pernyataan dalam konferensi pers tersebut, Kapolres Aceh Besar AKBP Sujoko menyampaikan komitmennya dalam memberantas setiap bentuk kriminalitas di wilayah hukumnya. “Polres Aceh Besar akan terus bekerja maksimal untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat serta menindak tegas setiap pelaku kejahatan. Kami tidak akan mentolerir bentuk kriminalitas yang meresahkan,” tegasnya. (*)

Berita Terkait

Jumat Perdana November 2026, Inilah Daftar Khatib se Aceh Besar
Belajar Tak Hanya di Ruang Kelas, 67 Siswa SMP Islam Cendekia Darussalam Jelajahi Dunia Edukasi dan Teknologi di Amanah
Pelaksanaan Syariat Islam Tak Cukup dengan Regulasi
Daftar Khatib dan Imam Shalat Jum’at se-Aceh Besar, 16 Oktober 2026 / 5 Jumadil Awwal 1448 Hijriah
Sudaryono Lantik Pengurus HKTI Aceh, T.A. Khalid Jabat Ketua
Gema Keakraban dan Mangulosi Mahasiswa Baru Sumatera Utara Kembali Digelar: Tradisi budaya, Identitas, dan Solidaritas di Tanah Rantau
Bahagia Tak Selalu Harus Dicari Jauh-Jauh
PDAM Tirta Mountala Tertibkan Dugaan Sambungan Air Ilegal di Neuheun

Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 20:33 WIB

Pererat Sinergi dan Kedekatan dengan Masyarakat, Kapolres Aceh Tenggara Bersama Bupati dan Forkopimda Melaksanakan Jumat Keliling

Jumat, 6 November 2026 - 16:59 WIB

Kawal Pilkades Serentak 2026, Kapolres Aceh Tenggara Pimpin Apel Gelar Pasukan dan Lepas Personel Pengamanan ke TPS

Jumat, 6 November 2026 - 16:30 WIB

Kemendagri Apresiasi Kinerja Pemkab Aceh Tenggara, Serapan Anggaran Pemulihan Pascabencana Melonjak hingga 41 Persen

Jumat, 6 November 2026 - 14:23 WIB

BPJS Kesehatan Lakukan Kunjungan Kredensial ke UPTD Puskesmas Lawe Dua, Pastikan Mutu Pelayanan Kesehatan

Kamis, 5 November 2026 - 23:01 WIB

Abi Hasan Ajak Seluruh Anggota DPRK Aceh Tenggara Bersatu Perjuangkan Nasib Petani Leuser dan Keadilan Fiskal Daerah

Kamis, 5 November 2026 - 20:23 WIB

DPRK Agara Sahkan Rp1,145 Triliun, Qanun Perubahan APBK ,Tenjun Bebas Sekitar Rp 85,82 Milyar.

Kamis, 5 November 2026 - 12:08 WIB

Matangkan Pengamanan Pilkades Serentak 2026, Kapolres Aceh Tenggara Pimpin Anev Bersama Jajaran

Kamis, 5 November 2026 - 11:30 WIB

Cegah Curas, Curat dan Curanmor, Sat Samapta Polres Aceh Tenggara Gencarkan Patroli 3C

Berita Terbaru