slot preparation.lsrs.lu

Disiplin Shalat Kunci Mengatur Waktu dan Kehidupan

Redaksi Bara News

- Redaksi

Kamis, 5 Maret 2026 - 22:59 WIB

50454 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jantho – Khatib Jumat, Tgk. Muhammad Fadhillah Lc., M.Us, Pimpinan Dayah Samudera Pasai Madani Aceh Besar, mengingatkan jamaah agar memanfaatkan waktu dan umur yang diberikan Allah SWT dengan sebaik-baiknya. Pesan tersebut akan disampaikan dalam khutbah Jumat pada 6 Maret 2026 di Masjid Al Ikhlas Kompek Kantor LAN Aceh, yang menekankan pentingnya ketakwaan, disiplin waktu, serta istiqamah dalam beramal.

Dalam khutbahnya, Tgk Muhammad Fadhillah Lc., M.Us mengawali dengan firman Allah SWT dalam Al-Qur’an:
“Barang siapa yang bertakwa kepada Allah, niscaya Dia menjadikan kemudahan baginya dalam urusannya.” (QS. At-Thalaq: 4).

Menurutnya, ayat tersebut mengingatkan bahwa setiap manusia harus menyadari bahwa waktu terus berjalan dan usia semakin berkurang. Umur, katanya, merupakan modal utama bagi seorang Muslim untuk meraih kebaikan dan keberkahan hidup.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Umur adalah karunia Allah yang harus disyukuri dengan memperbanyak amal saleh. Dengan memanfaatkan umur untuk kebaikan, seorang Muslim dapat menjadi manusia terbaik,” ujarnya di hadapan jamaah.

Mantan Ketua IKAT Aceh ini juga mengutip hadis riwayat Imam At-Tirmidzi yang menyebutkan bahwa manusia terbaik adalah orang yang panjang umurnya dan baik amalnya, sedangkan manusia yang paling buruk adalah yang panjang umur tetapi buruk amal perbuatannya.

Lebih lanjut, Tgk Fadillah menegaskan bahwa rahmat Allah SWT sangat dekat dengan orang-orang yang berbuat baik, sebagaimana firman-Nya dalam Al-Qur’an:
“Sesungguhnya rahmat Allah dekat dengan orang-orang yang berbuat kebaikan.” (QS. Al-A’raf: 56).

Karena waktu yang telah berlalu tidak akan pernah kembali, umat Islam diajak untuk mengisinya dengan hal-hal yang bermanfaat. Ia menekankan pentingnya istiqamah dalam beramal, meskipun amalan tersebut sedikit.

Hal ini sejalan dengan sabda Rasulullah SAW:
“Amal yang paling dicintai Allah adalah yang terus-menerus dilakukan walaupun sedikit.” (HR. Muslim).

Dalam khutbahnya, ia juga mengutip pandangan Imam Al-Ghazali dalam kitab Bidayatul Hidayah yang menekankan pentingnya mengatur waktu sejak bangun tidur hingga kembali beristirahat.

Menurutnya, pengelolaan waktu tidak hanya berkaitan dengan ibadah mahdhah, tetapi juga mencakup seluruh aktivitas kehidupan sehari-hari.
Selain bekerja dan beribadah, manusia juga perlu memiliki waktu istirahat dan rekreasi agar semangat dalam menjalankan aktivitas kebaikan tetap terjaga.

Dosen Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Aceh ini menambahkan bahwa cara paling utama untuk melatih disiplin waktu adalah dengan menjaga shalat lima waktu. Menurutnya, shalat bukan hanya kewajiban ibadah, tetapi juga sarana membentuk karakter yang taat, disiplin, dan teratur dalam kehidupan.

Ia mengutip perkataan ulama besar Syekh Abul Hasan As-Syadzili yang dinukil oleh Imam Ibnu Atha’illah As-Sakandari dalam kitab Tajul Arusy:
“Ukurlah dirimu dan timbanglah dengan shalat.”
Ungkapan tersebut, jelasnya, menunjukkan bahwa shalat merupakan fondasi utama dalam membentuk karakter seorang Muslim yang disiplin dan bertanggung jawab dalam mengelola waktu.

Menutup khutbahnya, Ustaz Fadillah mengingatkan jamaah agar tidak menyia-nyiakan umur yang telah diberikan Allah SWT. Ia mengutip firman Allah dalam Surah Al-Hasyr ayat 18 yang menyerukan agar setiap orang beriman memperhatikan apa yang telah dipersiapkannya untuk kehidupan akhirat.

“Jangan sampai umur yang Allah berikan berlalu tanpa manfaat, apalagi diisi dengan perbuatan durhaka. Mari kita kelola waktu dengan baik, menjaga kewajiban terutama shalat, agar hidup kita penuh keberkahan,” pesan alumni S1.Al Azhar Mesir ini.

Sebagai alumni S2 University of Malaya Kuala Lumpur ia
berharap dengan disiplin menjalankan shalat dan mengelola waktu secara baik, umat Islam dapat menjadikan umur yang dimiliki sebagai umur yang berkah serta dipenuhi amal kebaikan. (*)

Berita Terkait

Jumat Perdana November 2026, Inilah Daftar Khatib se Aceh Besar
Belajar Tak Hanya di Ruang Kelas, 67 Siswa SMP Islam Cendekia Darussalam Jelajahi Dunia Edukasi dan Teknologi di Amanah
Pelaksanaan Syariat Islam Tak Cukup dengan Regulasi
Daftar Khatib dan Imam Shalat Jum’at se-Aceh Besar, 16 Oktober 2026 / 5 Jumadil Awwal 1448 Hijriah
Sudaryono Lantik Pengurus HKTI Aceh, T.A. Khalid Jabat Ketua
Gema Keakraban dan Mangulosi Mahasiswa Baru Sumatera Utara Kembali Digelar: Tradisi budaya, Identitas, dan Solidaritas di Tanah Rantau
Bahagia Tak Selalu Harus Dicari Jauh-Jauh
PDAM Tirta Mountala Tertibkan Dugaan Sambungan Air Ilegal di Neuheun

Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 14:13 WIB

Kemendikdasmen Belum Tindaklanjuti Putusan MA soal Pembatalan Suket Ijazah Wapres Gibran

Jumat, 6 November 2026 - 14:05 WIB

Kepala BIN Sebut Penyadapan Presiden Prabowo Mengarah Makar, Empat Jenderal Polri Jadi Tersangka

Jumat, 6 November 2026 - 02:41 WIB

Jokowi Keberatan Ijazah UGM Diuji Labfor Ulang di Sidang Roy Suryo

Jumat, 6 November 2026 - 02:37 WIB

dr Tifa Didakwa Fitnah dan Pencemaran Nama Baik Terkait Dugaan Ijazah Palsu Jokowi

Jumat, 6 November 2026 - 02:33 WIB

Jokowi Tegaskan Tak Pernah Rekonstruksi Wajah Sejak 1985 di Sidang Kasus Fitnah Ijazah

Jumat, 6 November 2026 - 02:30 WIB

Polda Aceh Apresiasi Aksi Damai di Depan Kantor DPR Aceh Berjalan Tertib

Jumat, 6 November 2026 - 02:27 WIB

Mahfud MD Desak Polri Pecat Tidak Hormat Listyo Sigit, Sebut Ada Lambang Bangkai di Mabes Jika Tak Dipecat

Jumat, 6 November 2026 - 02:24 WIB

Bareskrim Ungkap Peran Kunci Irjen Slamet Uliandi Beri Restu Penyadapan dan Hapus File Sadapan Presiden

Berita Terbaru