Tokoh Agama Mengajak Umat dan Masyarakat Banten, untuk Menjaga Keharmonisan Umat Islam

Redaksi Bara News

- Redaksi

Kamis, 24 April 2025 - 10:03 WIB

50376 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BANTEN || Umat Islam diminta menjaga kerukunan antar sesama. Khususnya umat Islam di wilayah Banten.

Hal ini disampaikan tokoh agama Banten, KH Imaduddin Al Bantani melalui keterangannya, Kamis (24/4).

“Kepada segenap kaum Muslimin dan masyarakat Banten khususnya umat pendukung perjuangan Walisongo Laskar Fisabilillah Tangerang Raya dengan sesama pendukung nasab Ba’alawi yang saat ini kurang harmonis, agar masing-masing pihak senantiasa dapat menahan diri,” ujar Imaduddin.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia mengajak, kedua belah untuk tak memicu perselisihan, baik di dunia maya maupun nyata.

“Dengan tidak menebarkan konflik permusuhan baik secara nyata maupun terprovokasi melalui Medsos oleh ajakan oknum ketokohan agama,” tuturnya.

Terkait konflik yang terjadi antara umat Pendukung Perjuangan Walisongo Indonesia Laskar Fisabilillah (PWI LS) Tangerang Raya dengan Pendukung Nasab Ba’alawi, akibat pernyataan oknum Tokoh Agama yang dianggap menimbulkan kegaduhan, ujaran kebencian dan provoksi umat Islam, agar dapat menahan diri dari masing-masing pendukung atau simpatisan yang dapat berdapak pada perpecahan sesama umat Islam, kita harus dengan bijak dalam menyikapi supaya tidak terjadinya konflik antar sesama umat Islam sendiri.

Kiai Imaduddin juga berharap, seluruh pihak mengedepankan nilai keislaman. “Ini demi kepentingan bersama, khususnya umat Islam Banten dan sekitarnya. Serta mengedepankan nilai-nilai Islam yang rahmatan lil ’alamiin dalam rangka menjaga harmonisasi di wilayah Banten,” tandas pengasuh Pondok Pesantren Nahdlatul Ulum Cempaka, Kecamatan Kresek Kab. Tanngerang, Banten ini. (Red).

Berita Terkait

Prof Dr Sutan Nasomal : Presiden RI Harus Sadar Horor Dolar Menerkam Keamanan Indonesia
DOSA EKOLOGIS DI ATAS TANAH JARAHAN,Status Tersangka Para Kades Bongkar Borok Operasional dan Kejahatan Kehutanan PT AGM di Hulu Sungai Selatan
Skandal Tambang di Atas Lahan Cacat Hukum: Penetapan Tersangka Para Kepala Desa Runtuhkan Legitimasi Operasional PT AGM
Bedah Dokumen: Operasional PT Antang Gunung Meratus di Lahan SHM Rakyat Diduga Tabrak UU Minerba dan KUHP
Kejagung Tetapkan Tiga Eks Pimpinan BGN Tersangka Korupsi MBG, Dugaan Penyimpangan Sentuh Pengadaan Rp 1 Triliun
Dadan Hindayana Ditahan Kejagung, Pergantian Mendadak Pimpinan BGN Memantik Sorotan Publik
Sidang Pembelaan Nadiem Makarim: Antara Klaim Tak Bersalah dan Deret Bukti Lapangan
Dapat Tanah dari Orang Tua? Simak Penjelasan Proses Balik Nama Sertipikat Berikut Ini

Berita Terkait

Minggu, 7 Juni 2026 - 04:42 WIB

Prof Dr Sutan Nasomal : Presiden RI Harus Sadar Horor Dolar Menerkam Keamanan Indonesia

Sabtu, 6 Juni 2026 - 21:00 WIB

DOSA EKOLOGIS DI ATAS TANAH JARAHAN,Status Tersangka Para Kades Bongkar Borok Operasional dan Kejahatan Kehutanan PT AGM di Hulu Sungai Selatan

Sabtu, 6 Juni 2026 - 19:21 WIB

Skandal Tambang di Atas Lahan Cacat Hukum: Penetapan Tersangka Para Kepala Desa Runtuhkan Legitimasi Operasional PT AGM

Rabu, 3 Juni 2026 - 23:03 WIB

Kejagung Tetapkan Tiga Eks Pimpinan BGN Tersangka Korupsi MBG, Dugaan Penyimpangan Sentuh Pengadaan Rp 1 Triliun

Rabu, 3 Juni 2026 - 22:55 WIB

Dadan Hindayana Ditahan Kejagung, Pergantian Mendadak Pimpinan BGN Memantik Sorotan Publik

Rabu, 3 Juni 2026 - 03:28 WIB

Sidang Pembelaan Nadiem Makarim: Antara Klaim Tak Bersalah dan Deret Bukti Lapangan

Selasa, 26 Mei 2026 - 10:34 WIB

Dapat Tanah dari Orang Tua? Simak Penjelasan Proses Balik Nama Sertipikat Berikut Ini

Selasa, 26 Mei 2026 - 10:29 WIB

Sambangi Sulbar, Wamen Ossy Imbau GTRA Jadi Kunci Penyelesaian Konflik Pertanahan di Daerah

Berita Terbaru