4 Februari Rabu Malam Ratusan Warga Terjebak Banjir Dipalok

J.PORANG

- Redaksi

Kamis, 5 Februari 2026 - 03:08 WIB

50404 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Longsor dan Banjir Putus Jalur Kotacane–Gayo Lues, Ratusan Warga Terjebak di Palok

BARANEWS.com – Bencana alam berupa tanah longsor disertai banjir luapan terjadi di kawasan Palok, sekitar Kilometer 17, Jalan Lintas Kotacane–Gayo Lues, pada Rabu malam, 4 Februari 2026. Peristiwa ini menyebabkan akses transportasi di jalur vital penghubung Kabupaten Gayo Lues dan Aceh Tenggara lumpuh total.

Informasi yang dihimpun dari saksi mata di lokasi, Aman Susi (49), warga Desa Porang, menyebutkan bahwa material longsor menutup badan jalan dengan tumpukan lumpur cukup tebal, sementara debit air banjir masih tinggi merendam jalur utama. Kondisi tersebut membuat arus lalu lintas terhenti sepenuhnya dan kendaraan tidak dapat melintas.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Peristiwa tersebut dipastikan tidak menimbulkan korban jiwa. Namun, dampak material sudah terlihat dengan satu unit mobil minibus terjebak dan terendam banjir serta lumpur di tengah badan jalan, memperparah penyumbatan akses.

Situasi paling mengkhawatirkan adalah terjebaknya sekitar 300 orang warga di sekitar lokasi bencana. Ratusan warga tersebut merupakan rombongan pengantar pengantin yang menggunakan sepeda motor dan mobil bak terbuka jenis L300. Mereka terpaksa bertahan di tengah hujan lebat dan suhu dingin sejak malam tanpa tempat berlindung yang memadai.

Tim Hunian Sementara (Huntara) BPBD Kabupaten Gayo Lues yang telah disiagakan untuk penanganan darurat juga dilaporkan ikut terjebak banjir bersama masyarakat di sekitar lokasi. Kondisi ini membuat upaya evakuasi dan pembersihan material longsor menjadi semakin sulit dilakukan, terlebih dengan keterbatasan alat berat di lapangan.

Pelapor menilai keadaan warga yang terjebak membutuhkan penanganan cepat karena paparan cuaca ekstrem berisiko menurunkan kondisi fisik mereka, termasuk ancaman hipotermia. Selain itu, kawasan Palok disebut masih labil dan berpotensi mengalami longsor susulan jika hujan terus berlangsung.

Dalam laporan tersebut, disampaikan sejumlah langkah mendesak yang perlu segera dilakukan, antara lain pengerahan alat berat dari Dinas PUPR terdekat untuk membuka akses jalan, pengiriman logistik darurat seperti makanan, air bersih, dan selimut bagi warga yang tertahan, serta dukungan personel TNI untuk membantu evakuasi sekaligus menjaga situasi tetap kondusif di tengah kondisi darurat.

Bencana ini kembali menegaskan pentingnya kesiapsiagaan lintas instansi dalam menghadapi ancaman alam yang dapat sewaktu-waktu memutus jalur distribusi dan mengancam keselamatan masyarakat di wilayah pegunungan Aceh. (J.porang)

Berita Terkait

Kronologi Kematian Misterius Penjaga Rumah Eks Jampidsus Febrie Adriansyah, Polisi Dituntut Transparan
Penjaga Rumah Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Meninggal Mendadak, Polisi Lakukan Penyelidikan
Arief Martha Rahadyan: Penguatan Hubungan Indonesia–Rusia Cerminkan Diplomasi Bebas dan Aktif
AJI Tuntut Prabowo Minta Maaf soal Ucapan ‘Londo Ireng’, Tuding Diskreditkan Jurnalis
YLBHI Kecam Tajam Stigma “Londo Ireng”, Dinilai Ancaman Serius terhadap Kebebasan Pers dan Demokrasi
Satresnarkoba Polres Gayo Lues Berhasil Ungkap Kasus Peredaran Narkotika Sabu, Seorang ASN Diamankan
KPK Jelaskan Alasan Penahanan Febrie Adriansyah di Rutan KPK, Tegaskan Tak Ada Kriminalisasi
Jampidsus Febrie Adriansyah Ditahan di Rutan KPK, Ngaku Dikriminalisasi

Berita Terkait

Minggu, 26 Juli 2026 - 19:00 WIB

Penjaga Rumah Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Meninggal Mendadak, Polisi Lakukan Penyelidikan

Minggu, 26 Juli 2026 - 13:41 WIB

Arief Martha Rahadyan: Penguatan Hubungan Indonesia–Rusia Cerminkan Diplomasi Bebas dan Aktif

Minggu, 26 Juli 2026 - 06:09 WIB

AJI Tuntut Prabowo Minta Maaf soal Ucapan ‘Londo Ireng’, Tuding Diskreditkan Jurnalis

Minggu, 26 Juli 2026 - 00:26 WIB

YLBHI Kecam Tajam Stigma “Londo Ireng”, Dinilai Ancaman Serius terhadap Kebebasan Pers dan Demokrasi

Sabtu, 25 Juli 2026 - 02:40 WIB

KPK Jelaskan Alasan Penahanan Febrie Adriansyah di Rutan KPK, Tegaskan Tak Ada Kriminalisasi

Sabtu, 25 Juli 2026 - 02:18 WIB

Jampidsus Febrie Adriansyah Ditahan di Rutan KPK, Ngaku Dikriminalisasi

Jumat, 24 Juli 2026 - 22:03 WIB

MK Tetapkan Sisa Kuota Internet Tidak Boleh Hangus, Operator Wajib Lindungi Hak Konsumen

Jumat, 24 Juli 2026 - 00:30 WIB

Prof DR Sutan Nasomal Meminta Presiden RI Membuat Aturan Ketat Jaga Ibu & Anak Indonesia

Berita Terbaru