slot preparation.lsrs.lu

Konflik Elite Menguat, JASA Makmur Bireuen Desak Mualem Copot Ketua DPRA

Redaksi Bara News

- Redaksi

Kamis, 5 Februari 2026 - 15:32 WIB

50536 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BIREUEN – Ketegangan politik di Aceh kian menguat. Jaringan Aneuk Syuhada (JASA) Kecamatan Makmur, Kabupaten Bireuen, secara terbuka mendesak Gubernur Aceh Muzakir Manaf (Mualem) untuk mengevaluasi bahkan mengganti Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) yang dinilai gagal membangun sinergi dengan eksekutif dan tidak berpihak pada kepentingan rakyat.

Ketua JASA Makmur, Mawardi, menegaskan bahwa posisi Ketua DPRA tidak boleh menjadi penghambat jalannya pemerintahan Aceh. Menurutnya, selama ini DPRA justru lebih sering terseret konflik elite dan tarik-menarik kepentingan politik dibanding menjalankan fungsi legislasi dan pengawasan secara maksimal.

“Ketua DPRA adalah jabatan strategis. Jika tidak sejalan dengan visi pemerintahan Aceh dan justru memperlambat pembangunan, maka harus dievaluasi dan diganti,” tegas Mawardi kepada wartawan, Kamis (05/02/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia menyebut, ketidakharmonisan antara eksekutif dan legislatif berdampak langsung pada mandeknya sejumlah program strategis yang seharusnya menyentuh kebutuhan dasar masyarakat Aceh. Kondisi ini dinilai sebagai bentuk kegagalan kepemimpinan di tubuh DPRA.

“Rakyat butuh kerja nyata, bukan konflik politik berkepanjangan. DPRA seharusnya menjadi mitra pemerintah, bukan arena perebutan pengaruh elite,” ujarnya.

Mawardi menilai Gubernur Aceh tidak boleh ragu mengambil langkah politik tegas. Sebagai kepala pemerintahan yang dipilih langsung oleh rakyat, Mualem dinilai memiliki legitimasi moral dan politik untuk melakukan pembenahan di level pimpinan legislatif.

“Pak Mualem punya mandat rakyat. Jangan biarkan kepentingan segelintir elite merusak arah pembangunan Aceh. Keputusan tegas sekarang akan menentukan masa depan Aceh,” katanya.

Lebih lanjut, JASA Makmur menegaskan bahwa desakan ini bukan bermuatan kepentingan kelompok atau pribadi, melainkan cerminan kekecewaan masyarakat terhadap kinerja pimpinan DPRA yang dinilai jauh dari harapan publik.

“Kami ingin pemerintahan Aceh berjalan efektif, transparan, dan fokus pada kesejahteraan rakyat. Jika Ketua DPRA tidak mampu menjawab itu, maka penyegaran kepemimpinan adalah keniscayaan politik,” tutup Mawardi. (*)

Berita Terkait

Khanduri Turun Sawah Paya Supat, Kadistanbun Bangga Sawah Tadah Hujan Kini Dua Kali Panen
Kapolres Bireuen Gelorakan Semangat Jaga Kelestarian Alam di Kecamatan Jangka Lewat Program Green Policing
Kapolres Subulussalam Pimpin Upacara Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke- 98
Kapolres Bireuen Ikuti Upacara Peringatan Hari Sumpah Pemuda 2026, Kuatkan Sinergi Pemuda untuk Indonesia
Kapolres Bireuen Pimpin Apel Gelar Pasukan Operasi Patuh Seulawah 2026, Digelar Serentak 26 Oktober hingga 8 November 2026
Kadistanbun Bireuen Mulyadi Tinjau Progres Rehabilitasi Sawah di Sejumlah Lokasi, Target Awal November Petani Mulai Tanam
Kadistanbun Bireuen Hadiri Musyawarah Rencana Khanduri Rakyat dalam Rangka Turun Sawah di Samalanga
Tanah Mati Suri Pasca Banjir, PT. BIO ENERGI RIMBA RAYA Bersama Tani Merdeka Bireuen “Suntikkan” PTOC untuk Selamatkan Lahan Petani

Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 16:06 WIB

ICW dan Trend Asia Ungkap Belanja Teknologi Pengawasan Polri Capai Rp35,9 Triliun

Jumat, 6 November 2026 - 15:59 WIB

Dua Pejabat Senior KPK Kembali ke Kejaksaan Agung Setelah Lebih dari 10 Tahun Bertugas

Jumat, 6 November 2026 - 15:51 WIB

Pemerintah Buka Rekrutmen CPNS November 2026 untuk Penyegaran dan Program Prioritas

Jumat, 6 November 2026 - 15:45 WIB

Polemik Ijazah Gibran dan Wacana Pemakzulan di Parlemen

Jumat, 6 November 2026 - 14:13 WIB

Kemendikdasmen Belum Tindaklanjuti Putusan MA soal Pembatalan Suket Ijazah Wapres Gibran

Jumat, 6 November 2026 - 14:05 WIB

Kepala BIN Sebut Penyadapan Presiden Prabowo Mengarah Makar, Empat Jenderal Polri Jadi Tersangka

Jumat, 6 November 2026 - 13:31 WIB

Skandal Penyadapan 6.000 Nomor Seret Eks Kapolri, Nama Jokowi dan Lingkarannya Justru Absen dari Daftar

Jumat, 6 November 2026 - 02:41 WIB

Jokowi Keberatan Ijazah UGM Diuji Labfor Ulang di Sidang Roy Suryo

Berita Terbaru

NASIONAL

Polemik Ijazah Gibran dan Wacana Pemakzulan di Parlemen

Jumat, 6 Nov 2026 - 15:45 WIB