Tragis, Warga Lawe Tua Gabungan Kutacane Meninggal Diduga Bunuh Diri Setelah Pertengkaran Rumah Tangga

Redaksi Bara News

- Redaksi

Minggu, 24 Agustus 2025 - 12:56 WIB

503,034 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aceh Tenggara, Baranews – Warga Desa Lawe Tua Gabungan, Kecamatan Lawe Sigala-gala, Kutacane, Aceh Tenggara, digegerkan dengan temuan seorang pria yang meninggal dunia dengan cara gantung diri. Korban diketahui bernama Suparman Panjaitan (32), seorang petani yang sehari-hari tinggal bersama istri dan anaknya di rumah orang tua.

Peristiwa itu terjadi pada Minggu (24/8/2025) dini hari sekitar pukul 02.00 WIB. Korban pertama kali ditemukan oleh ibunya, Termin Br. Siagian (60), yang saat itu hendak mengecek kondisi anaknya di kamar. Betapa terkejutnya sang ibu ketika melihat Suparman sudah tergantung dengan leher terikat kain panjang. Dalam keadaan panik, ia segera meminta bantuan kepada adik korban, Seteven Panjaitan (23), yang kebetulan sedang berada di warung. Keduanya lalu memanggil anggota keluarga lain, Marolop Panjaitan (45), untuk memastikan keadaan korban. Saat diperiksa bersama, Suparman sudah tak bernyawa.

Kejadian ini segera dilaporkan kepada kepala desa dan kemudian diteruskan ke Polsek Lawe Sigala-gala. Polisi yang tiba di lokasi langsung mengamankan tempat kejadian perkara. Sekitar pukul 04.00 WIB, Unit Inafis Polres Aceh Tenggara datang melakukan identifikasi, lalu membawa jenazah ke RSUD H. Sahudin Kutacane menggunakan ambulans Puskesmas Lawe Sigala-gala. Jenazah sempat diperiksa oleh tim medis, namun keluarga korban menolak dilakukan otopsi dan hanya mengizinkan visum luar. Pada pukul 06.45 WIB, jenazah sudah dipulangkan ke rumah duka di Lawe Tua Gabungan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Informasi dari keluarga menyebutkan bahwa sebelum kejadian, korban sempat terlibat pertengkaran dengan istrinya, Denti Maris Manalu (32). Percekcokan itu terjadi pada Minggu sekitar pukul 01.30 WIB. Saat itu korban disebut sedang dalam pengaruh minuman tuak. Pertengkaran kian memanas sehingga ibu korban akhirnya mengantar menantu dan cucunya ke rumah keluarga di Desa Lawe Tua Persatuan. Namun ketika kembali, ia mendapati anaknya sudah dalam kondisi tergantung di dalam kamar.

Pihak keluarga juga menyampaikan bahwa Suparman pernah mencoba bunuh diri pada tahun 2023. Tekanan ekonomi dan beban keluarga ditengarai menjadi salah satu pemicu depresi yang dialaminya. Korban sehari-hari bekerja sebagai buruh tani atau upah-upahan untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga. Barang bukti yang diamankan polisi dari lokasi kejadian berupa sehelai kain panjang bermotif batik yang digunakan korban serta pakaian yang dikenakannya.

Kepolisian setempat menyatakan telah melakukan sejumlah langkah penanganan, mulai dari mendatangi TKP, mengamankan barang bukti, hingga meminta visum dari rumah sakit. Namun proses otopsi tidak dilakukan karena ditolak pihak keluarga. Polisi juga sudah melaporkan kasus ini kepada pimpinan di Polres Aceh Tenggara.

Peristiwa tragis yang menimpa Suparman menambah daftar kasus bunuh diri di Aceh Tenggara. Faktor tekanan ekonomi, konflik rumah tangga, dan riwayat depresi kerap disebut sebagai pemicu tindakan nekat. Polisi mengimbau warga untuk lebih peduli dengan kondisi anggota keluarga maupun lingkungan sekitar, agar peristiwa serupa tidak kembali terulang.

Suasana duka kini menyelimuti rumah keluarga besar Panjaitan di Desa Lawe Tua Gabungan. Sanak saudara, kerabat, dan warga desa berdatangan untuk memberikan penghormatan terakhir sebelum jenazah Suparman dimakamkan. (*)

Berita Terkait

Belanja Anggaran Pembangunan Infrastruktur Aceh Tenggara Capai 29 Persen, Kepala BPKD Tegaskan Transparansi
Yahdi Hasan Apresiasi Pengabdian Tepian Negeri Chapter 4 Aceh Tenggara
Subuh Keliling dan Jumat Curhat, Kapolres Aceh Tenggara Bangun Kedekatan Bersama Warga Semadam
Tak Sekadar Apel, Kapolres Aceh Tenggara Cek Langsung Kesiapan Polsek Badar Pastikan Siap Layani Masyarakat
Dinsos Aceh Tenggara Pastikan Bantuan Banjir Disalurkan Transparan dan Tepat Sasaran
Dinsos Aceh Tenggara Borong Penghargaan di HUT Kabupaten ke-51
Pastikan Program Berjalan Optimal, Kapolres Aceh Tenggara Tinjau Dua SPPG Yayasan Kemala Bhayangkari
Kapolres Aceh Tenggara Pimpin Anev Mingguan, Evaluasi Kinerja dan Perkuat Kesiapsiagaan Jajaran

Berita Terkait

Minggu, 23 Agustus 2026 - 17:42 WIB

Presiden Prabowo Instruksikan Penambahan Peralatan Tangani Karhutla di Kalimantan

Minggu, 23 Agustus 2026 - 17:36 WIB

Presiden Prabowo Tegaskan Penegakan Hukum terhadap Pelaku Pembakaran Lahan di Kubu Raya

Minggu, 23 Agustus 2026 - 17:25 WIB

Presiden Prabowo Dijadwalkan Kunjungi NTT untuk Tinjau Korban Gempa

Minggu, 23 Agustus 2026 - 07:51 WIB

Ekspor Monyet Ekor Panjang Kembali Digulirkan, Pakar Peringatkan Konsekuensi Lingkungan dan Etika

Minggu, 23 Agustus 2026 - 07:37 WIB

Geng Solo, Sjafrie, atau Dasco? Budayawan Sujiwo Tejo Soroti Pudarnya Persaudaraan dan Fenomena Militerisme Sipil

Minggu, 23 Agustus 2026 - 07:25 WIB

Kenaikan Anggaran Pendidikan 2027 Disorot DPR, Kesejahteraan Guru Dinilai Belum Jadi Prioritas

Minggu, 23 Agustus 2026 - 07:17 WIB

Mahkamah Agung Terbitkan Pedoman Baru, Putusan Bebas Tidak Bisa Diajukan Banding atau Kasasi

Minggu, 23 Agustus 2026 - 07:05 WIB

Dugaan Pengalihan Isu dalam Kasus Mantan Jampidsus Jadi Sorotan, Publik Desak Transparansi

Berita Terbaru