Tiga Bulan Dusun Rumah Putih Gelap Gulita, PLN Aceh Utara Diduga Tutup Mata dan Telinga

Redaksi Bara News

- Redaksi

Selasa, 24 Februari 2026 - 23:17 WIB

50358 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aceh Utara — Sudah tiga bulan lamanya Dusun Rumah Putih, Gampong Leubok Pusaka, Kecamatan Langkahan, Kabupaten Aceh Utara, hidup dalam gelap gulita pascabanjir bandang yang melanda wilayah tersebut pada 26 November 2025. Hingga 24 Februari 2026, aliran listrik dari PLN belum juga kembali menyala, membuat 45 kepala keluarga di dusun itu harus bertahan tanpa penerangan di tengah berbagai keterbatasan.

Banjir bandang yang menerjang akhir November tahun lalu tidak hanya merusak rumah dan fasilitas warga, tetapi juga memutus jaringan listrik ke Dusun Rumah Putih. Sejak saat itu, warga mengaku belum mendapatkan kepastian kapan perbaikan jaringan akan dilakukan. Kondisi ini kian memprihatinkan karena terjadi bertepatan dengan bulan suci Ramadhan, ketika kebutuhan penerangan meningkat untuk mendukung aktivitas ibadah pada malam hari.

Geuchik Gampong Leubok Pusaka, Janni, menuturkan bahwa dirinya telah berulang kali menghubungi pihak PLN melalui telepon seluler untuk menanyakan perkembangan perbaikan jaringan listrik. Namun jawaban yang diterima dinilai belum memberikan kepastian. “Kabel listriknya masih di Bandung, masih dalam proses pemesanan. Saat kami tanyakan kapan sampai, tidak ada kepastian,” ujarnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut Janni, pihak gampong telah berupaya menyampaikan kondisi masyarakat yang semakin kesulitan tanpa aliran listrik. Ia berharap ada perhatian serius agar warga tidak terus-menerus hidup dalam kegelapan, terlebih di bulan Ramadhan yang identik dengan kegiatan ibadah pada malam hari.

Kepala Dusun Rumah Putih, Putra, mengungkapkan hal senada. Ia menyebut warga sudah berkali-kali menanyakan perkembangan kepada pemerintah gampong, namun hingga kini kondisi belum berubah. “Kami masih gelap gulita seperti kampung mati. Sangat disayangkan, sholat tarawih kami sampai terganggu,” katanya.

Putra menggambarkan bagaimana kehidupan warga berubah drastis sejak listrik padam. Aktivitas sederhana seperti menyalakan peralatan dapur saat sahur tak lagi bisa dilakukan. Bahkan, suara azan dari pengeras suara masjid tidak lagi terdengar karena ketiadaan daya listrik. Untuk mengisi daya telepon genggam, warga terpaksa menumpang ke rumah kerabat di Dusun Bidadari yang masih memiliki aliran listrik.

Selama ini, warga berinisiatif mengumpulkan dana secara swadaya untuk membeli bahan bakar guna menghidupkan mesin genset. Bantuan juga sesekali datang dari pihak gampong. Namun, upaya tersebut dinilai tidak dapat menjadi solusi jangka panjang karena keterbatasan biaya dan kemampuan operasional. “Sudah musibah banjir, tambah lagi listrik tidak hidup-hidup. Kami kewalahan,” ujar Putra.

Ia juga mengaku pernah menghubungi call center PLN untuk melaporkan kondisi tersebut. Namun hingga kini belum ada kepastian waktu perbaikan jaringan listrik ke dusun mereka. Warga berharap ada langkah konkret agar mereka bisa kembali menikmati layanan dasar seperti masyarakat di dusun lainnya.

Sebanyak 45 kepala keluarga di Dusun Rumah Putih kini masih bertahan dalam keterbatasan. Di tengah suasana Ramadhan, mereka berharap dusun mereka kembali terang benderang, sehingga aktivitas ibadah dan kehidupan sehari-hari dapat berjalan normal. Warga menanti kepastian dan realisasi perbaikan jaringan listrik, agar penderitaan pascabanjir tidak terus berkepanjangan. (NS)

Berita Terkait

Komunitas S3 Aceh Utara Salurkan Santunan dan Menu Berbuka untuk Yatim Piatu di Ramadhan Camp AOC 1447 H
Aksi Sosial Ramadhan, Bea Cukai Lhokseumawe Turun ke Babah Kreung, Sawang
Pelantikan MGMP Aceh Utara, Dorong Inovasi Metode Mengajar Demi Pendidikan Berdaya Saing
Ratusan Yatim Dan Fakir miskin Kota Panton Labu Di Santuni Oleh Komunitas S3 Sedekah Seribu Sehari
Karang Taruna: Terima Kasih Presiden Prabowo atas Bantuan Sapi Meugang
Bantuan Serbuan Beras Merah Putih Membawa Keberkahan Menjelang Ramadhan
Pengungsi Langkahan Sampaikan Terima Kasih kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto, Kodam Iskandar Muda, Korem 011/Lilawangsa, Dan AOC
Adhifatra Agussalim Luncurkan Buku “Membumikan Good Journalist Governance” sebagai Panduan Jurnalisme Berintegritas

Berita Terkait

Rabu, 11 Maret 2026 - 03:31 WIB

Muzakir Manaf Tunjuk Jamaluddin sebagai Plt Ketua KPA Wilayah Banda Aceh

Selasa, 10 Maret 2026 - 11:39 WIB

Iftar Jami PC NU Banda Aceh, Waled Muhibban Ingatkan Pentingnya Jamaah

Senin, 9 Maret 2026 - 21:52 WIB

Kapolda Aceh Apresiasi Kinerja Personel Ditpolairud dalam Penanganan Banjir

Senin, 9 Maret 2026 - 21:15 WIB

Polda Aceh Gelar Pemeriksaan Senjata Api

Senin, 9 Maret 2026 - 21:10 WIB

PC NU Banda Aceh Gelar Iftar Jami di Dayah Sirathal Mustaqim

Senin, 9 Maret 2026 - 00:38 WIB

Anggota DPR RI H. Teuku Ibrahim Gelar Bukber Bersama Kapolda Aceh dan Tokoh Masyarakat

Kamis, 5 Maret 2026 - 22:17 WIB

BNNP Aceh Bersama Kantor Wilayah Bea Cukai Aceh Musnahkan Hampir 60 Kilogram Sabu Hasil Pengungkapan Peredaran Narkotika

Kamis, 5 Maret 2026 - 07:11 WIB

Aceh Didesak Segera Mempercepat Pencairan Proyek APBA 2026

Berita Terbaru