SUKA MAKMUE – Bupati Nagan Raya, Dr. Teuku Raja Keumangan, S.H., M.H., menerima kunjungan tim peneliti dari Tohoku University, Jepang, di Pendopo Bupati, Kompleks Perkantoran Suka Makmue. Pertemuan ini dilakukan dalam rangka memperkuat kolaborasi riset guna mendukung pengembangan sektor perkebunan berkelanjutan di Kabupaten Nagan Raya.
Tim peneliti yang hadir terdiri dari Dr. Yuta Hara (Assistant Professor Tohoku University) dan Dr. Kenji Nagasaka (Tohoku Professional Agriculture and Forestry University). Keduanya tengah melakukan kajian mendalam mengenai keberlanjutan sektor perkebunan, khususnya kelapa sawit. Riset internasional ini juga turut menggandeng Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala (USK) Banda Aceh serta Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).
Dalam pertemuan tersebut, Dr. Yuta Hara berharap hasil kajian mereka dapat memberikan kontribusi nyata dan menjadi rekomendasi ilmiah bagi pemerintah daerah.
”Kami berharap penelitian ini menghasilkan rekomendasi ilmiah yang bermanfaat untuk mendukung pengembangan perkebunan yang lebih produktif, berkelanjutan, serta berdampak positif bagi masyarakat Nagan Raya,” ujar Dr. Yuta Hara.
Sementara itu, Dr. Kenji Nagasaka menjelaskan bahwa Nagan Raya dipilih sebagai lokus penelitian karena potensinya yang sangat besar. Kabupaten ini dikenal sebagai salah satu wilayah dengan areal perkebunan kelapa sawit terluas di Provinsi Aceh.
Merespons hal tersebut, Bupati Nagan Raya yang akrab disapa TRK menyampaikan apresiasi tinggi dan terima kasih kepada Tohoku University beserta seluruh mitra riset yang terlibat. Menurutnya, pendekatan ilmiah sangat krusial sebagai fondasi perumusan kebijakan pembangunan daerah yang adaptif terhadap tantangan masa depan.
”Kami berterima kasih kepada Tohoku University, USK, BRIN, dan seluruh pihak yang memilih Nagan Raya. Kami berharap hasil kajian ini menjadi referensi kuat dalam merumuskan kebijakan perkebunan berkelanjutan,” kata Bupati TRK dalam keterangannya, Minggu (12/7/2026).
TRK menegaskan bahwa sektor perkebunan, terutama kelapa sawit, masih menjadi motor penggerak utama perekonomian masyarakat Nagan Raya. Oleh sebab itu, pengembangannya wajib dilakukan secara terencana, berbasis riset, dan tetap menjaga kelestarian lingkungan.
”Sektor perkebunan harus terus menjadi sumber pertumbuhan ekonomi masyarakat. Untuk mewujudkannya, diperlukan kajian berkesinambungan yang tetap memperhatikan aspek lingkungan serta faktor-faktor keberlanjutan lainnya,” pungkas TRK.(*)









































