Tangis Haru Iringi Kepulangan Jenazah Reni, TKW Asal Aceh Tenggara — Bupati Salim Fakhry Bayar Rp72 Juta Demi Pemulangan

Redaksi Bara News

- Redaksi

Senin, 30 Juni 2025 - 22:38 WIB

50559 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KUTACANE – Kisah haru datang dari warga Aceh Tenggara. Jenazah Reni Daniati, seorang Tenaga Kerja Wanita (TKW) asal Desa Terutung Payung, Kecamatan Bambel, akhirnya bisa dipulangkan ke kampung halaman setelah tertahan hampir sepekan di Malaysia karena tunggakan biaya rumah sakit. Bupati Aceh Tenggara, HM Salim Fakhry, turun tangan langsung dengan menebus biaya lebih dari Rp72 juta agar Reni bisa kembali ke tanah kelahirannya – meski dalam keadaan tak bernyawa.

Reni menghembuskan napas terakhir di Hospital Sungai Buloh, Selangor, pada Selasa (23/6) setelah koma selama dua pekan akibat komplikasi penyakit. Namun jenazahnya tak bisa segera dipulangkan karena keluarganya tidak mampu menanggung biaya rumah sakit yang menumpuk. Kasus ini sempat viral dan memantik empati masyarakat luas.

“Alhamdulillah, berkat bantuan dari Bapak Bupati Aceh Tenggara, jenazah Reni akhirnya bisa kami urus untuk dipulangkan. Biaya penebusan jenazah sebesar Rp72 juta lebih telah dilunasi,” ujar Kepala Dinas Sosial Aceh Tenggara, Bahagia Wati, Senin (30/6), melalui pesan WhatsApp.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Proses pemulangan jenazah, kata Bahagia, kini tengah difokuskan oleh tim dari Dinas Sosial Aceh Tenggara yang bekerja sama dengan Dinsos Provinsi Aceh. “Setelah urusan rumah sakit selesai, jenazah telah dijemput dan akan diterbangkan dari Malaysia ke Bandara Medan pada Selasa (1/7). Selanjutnya, jenazah akan langsung dibawa ke Kutacane,” jelasnya.

Kisah Reni Daniati menjadi potret getir perjuangan para pahlawan devisa yang bekerja jauh dari kampung halaman demi keluarga. Namun di balik kesedihan itu, tindakan cepat dan empati dari Bupati Salim Fakhry menjadi cahaya harapan, menunjukkan bahwa negara – melalui para pemimpinnya – tak tinggal diam.

(Red)

Berita Terkait

Yahdi Hasan Apresiasi Pengabdian Tepian Negeri Chapter 4 Aceh Tenggara
Subuh Keliling dan Jumat Curhat, Kapolres Aceh Tenggara Bangun Kedekatan Bersama Warga Semadam
Tak Sekadar Apel, Kapolres Aceh Tenggara Cek Langsung Kesiapan Polsek Badar Pastikan Siap Layani Masyarakat
Dinsos Aceh Tenggara Pastikan Bantuan Banjir Disalurkan Transparan dan Tepat Sasaran
Dinsos Aceh Tenggara Borong Penghargaan di HUT Kabupaten ke-51
Pastikan Program Berjalan Optimal, Kapolres Aceh Tenggara Tinjau Dua SPPG Yayasan Kemala Bhayangkari
Kapolres Aceh Tenggara Pimpin Anev Mingguan, Evaluasi Kinerja dan Perkuat Kesiapsiagaan Jajaran
25 Pejabat Baru Dilantik, Bupati Aceh Tenggara Tekankan Pelayanan Publik

Berita Terkait

Minggu, 23 Agustus 2026 - 16:15 WIB

Dugaan Hilangnya Tengku Ilyas Tokoh dalam Orasi di Banda Aceh Memicu Sorotan Publik

Minggu, 23 Agustus 2026 - 15:04 WIB

Tiga Perkara Kericuhan Damai Aceh Mulai Ditangani Polda, Publik Tunggu Transparansi Penanganan

Minggu, 23 Agustus 2026 - 13:53 WIB

Ketimpangan Ekonomi dan Konflik Kewenangan Pemicu Gejolak di Aceh

Minggu, 23 Agustus 2026 - 12:31 WIB

Presiden Berhentikan M. Nasir dari Jabatan Sekda Aceh

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 22:46 WIB

Mantan GAM Denmark Al Mukaram Soroti 15 Persoalan Implementasi MoU Helsinki yang Belum Tuntas

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 17:49 WIB

Habib Rizieq Soroti Polemik Pengibaran Bendera Bulan Bintang dan Implementasi Perjanjian Helsinki di Aceh

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 17:43 WIB

Polresta Banda Aceh Tetapkan MA Tersangka Dugaan Pemerkosaan Anak Tiga Tahun

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 17:18 WIB

Aksi Berani Wagub Aceh Redam Kericuhan Peringatan Hari Damai di Masjid Raya Baiturrahman

Berita Terbaru