Suka Makmue, – Kehadiran layanan hemodialisa (cuci darah) di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sultan Iskandar Muda Kabupaten Nagan Raya menjadi angin segar sekaligus solusi nyata bagi masyarakat. Khususnya bagi penderita gagal ginjal kronik yang selama ini harus menempuh perjalanan jauh demi mendapatkan terapi rutin. Kamis, 9/7/2026.
Sejak resmi beroperasi pada April 2026, fasilitas ini memangkas jarak tempuh warga Nagan Raya yang sebelumnya harus berobat ke luar daerah. Catatan hingga Juli 2026 menunjukkan Unit Hemodialisa RSUD Sultan Iskandar Muda telah sukses melaksanakan sekitar 210 tindakan medis. Saat ini, terdapat 10 pasien reguler yang rutin menjalani terapi dua kali seminggu, dan angka ini diprediksi akan terus meningkat seiring tingginya kebutuhan pelayanan.
Pelayanan vital ini berada di bawah pembinaan dan tanggung jawab dokter spesialis penyakit dalam, dr. Edi Hidayat, Sp.PD, FINASIM, AIFO-K, FISQua. Operasional harian didukung oleh dr. Suhardan sebagai dokter pelaksana tersertifikasi, serta enam perawat terlatih (tiga perawat bersertifikat khusus hemodialisa dan tiga perawat pendamping).
Dokter Pelaksana Unit Hemodialisa RSUD Sultan Iskandar Muda, dr. Suhardan, mengungkapkan bahwa unit yang dipimpinnya kini didukung oleh 10 unit mesin hemodialisa dengan standar pelayanan tinggi.
”Kami mengoperasikan 8 mesin utama, 1 mesin cadangan (backup) untuk mengantisipasi kendala teknis, serta 1 mesin khusus di ruang isolasi. Mesin isolasi ini disiapkan khusus bagi pasien dengan infeksi tertentu seperti Hepatitis B (HBsAg positif) maupun HIV,” jelas dr. Suhardan di Ujong Fatihah, Kamis (9/7/2026).
Ia menegaskan, keberadaan mesin cadangan dan ruang isolasi ini merupakan komitmen rumah sakit dalam memberikan pelayanan yang aman, bermutu, dan berkesinambungan bagi seluruh lapisan masyarakat.
Sebelumnya, sebagian besar pasien gagal ginjal asal Nagan Raya harus merujuk ke RSUD Cut Nyak Dhien Meulaboh, RSUD Zainoel Abidin, hingga RSUD Meuraxa di Banda Aceh.
”Dengan adanya layanan di RSUD Sultan Iskandar Muda, pasien secara bertahap bisa pindah ke sini. Ini sangat mengurangi beban biaya transportasi, memangkas waktu perjalanan, serta meningkatkan kenyamanan psikologis pasien dan keluarga,” tambahnya.
Untuk memastikan akses yang fleksibel, Kepala Ruangan Unit Hemodialisa, Dina Hermiyana, A.Md.Kep., menjelaskan bahwa pelayanan reguler dibuka enam hari dalam seminggu, mulai Senin hingga Sabtu.
”Namun, kami tetap siaga penuh. Jika ada pasien rawat inap yang membutuhkan tindakan hemodialisa darurat (emergency) pada hari Minggu atau hari libur nasional, tim kami siap memberikan pelayanan sesuai dengan indikasi medis,” pungkas Dina. (*)




































