JAKARTA, 15 September 2026 – Pergantian pejabat di lingkungan pemerintahan kembali menyita perhatian publik, menyusul diberhentikannya Purbaya dari posisinya. Dalam sebuah pernyataan yang disampaikan di sela-sela aktivitasnya, Purbaya menanggapi pemecatan dirinya dengan sikap yang terkesan pasrah, menekankan bahwa keputusan tersebut merupakan hak prerogatif mutlak Presiden yang tidak dapat diganggu gugat.
Purbaya mengakui bahwa ia baru menerima informasi resmi terkait pemberhentiannya tidak lama sebelum keputusan itu diketuk. Meskipun sempat melakukan kalkulasi internal mengenai kemungkinan rotasi atau pergantian, ia menegaskan tidak ada gejolak atau gesekan berarti sebelum keputusan akhir diambil. Ia bahkan menyebut bahwa diskusi yang sempat dilakukan dengan Presiden sebelum kunjungan kenegaraan ke India sama sekali tidak menyinggung isu pergantian dirinya, melainkan membahas agenda lain.
Menanggapi spekulasi publik yang mengaitkan pencopotan dirinya dengan sejumlah isu, mulai dari dinamika internal terkait pegawai pajak hingga kebijakan anggaran, Purbaya memilih untuk tidak memberikan bantahan keras. Ia justru mengarahkan agar segala pertanyaan terkait alasan pemberhentian maupun nasib kebijakan yang ia tinggalkan diserahkan sepenuhnya kepada menteri yang menggantikannya. Purbaya menegaskan bahwa meskipun terdapat berbagai kebijakan yang telah ia jalankan, termasuk upaya peningkatan pertumbuhan ekonomi, ia menerima realitas bahwa masa jabatannya telah berakhir setelah satu tahun berjalan.
Saat ditanya mengenai pesan yang ia titipkan kepada penggantinya, Suahasil Nazara, Purbaya menunjukkan sikap tidak ambil pusing. Ia menyatakan tidak ada arahan khusus karena menilai sosok penggantinya sudah memiliki kapasitas yang cukup untuk menjalankan tanggung jawab tersebut. Seolah ingin memutus segala spekulasi mengenai masa depannya di dunia birokrasi, Purbaya menegaskan bahwa ia tidak lagi berminat untuk menduduki jabatan publik apa pun. Pasca-pemberhentian ini, ia mengaku ingin menghabiskan waktu dengan aktivitas pribadi yang jauh dari hiruk-pikuk politik dan pemerintahan. (*)






































