Sidang Disertasi Haru, Juliana Agani Mantap Jadi Doktor Pendidikan Islam

HS

- Redaksi

Kamis, 4 September 2025 - 11:07 WIB

50451 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sidang Disertasi Haru, Juliana Agani Mantap Jadi Doktor Pendidikan Islam

BANDA ACEH – Di Gedung Pascasarjana Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry, Banda Aceh, Kamis siang, 4 September 2025, suasana penuh haru menyelimuti ruangan. Di hadapan keluarga, sahabat, dan rekan sejawat sesama guru, Juliana Agani, S.Pd.I., M.Pd., berdiri mantap mempertahankan disertasinya. Dengan suara tenang, ia memaparkan hasil penelitiannya berjudul “Perkembangan Sistem Pendidikan Dayah Darul Ulum YPUI Banda Aceh (Perspektif Analisis Historis).” Tepuk tangan meriah pun pecah saat dewan penguji mengumumkan keberhasilannya meraih gelar Doktor.

Juliana lahir di Kota Bakti, Kabupaten Pidie, pada 14 Februari 1983. Ia adalah putri pasangan Abdul Gani Gade dan Zulhijjah Hasan, yang sejak kecil menanamkan pentingnya ilmu dan ketekunan. Dari bangku MIN Kota Bakti, SMPN 2 Kota Bakti, hingga SMAN 1 Kota Bakti, Juliana tumbuh sebagai siswi yang tekun dan berprestasi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Selepas SMA, ia menempuh pendidikan D-II dan S-1 di STIT Al-Hilal Sigli, lalu melanjutkan jenjang magister (S2) pada program Manajemen Administrasi Pendidikan di Universitas Syiah Kuala, yang ditamatkan pada 2021. Langkah itu mengantarnya pada satu titik penting: mimpi untuk menempuh pendidikan doktoral dan berkontribusi lebih luas bagi dunia pendidikan Aceh.

Dari Guru Honorer hingga Doktor

Karier Juliana di dunia pendidikan dimulai pada 2004 sebagai guru honorer. Tiga tahun kemudian, ia resmi diangkat menjadi PNS di MIN Kota Bakti. Pengabdiannya berlanjut di MTsN 6 Kota Bakti (2013–2018), hingga akhirnya dipercaya mengajar di MTs Darul Ulum YPUI Banda Aceh sejak 2018.

Di sekolah, Juliana dikenal sebagai guru Pendidikan Agama Islam yang disiplin, hangat, dan berdedikasi. Namun perannya tak berhenti di ruang kelas. Ia memegang berbagai amanah: Staf Kurikulum, Wakil Kepala Bidang Humas, Wakil Kepala Bidang Kurikulum, Pembina Pramuka, hingga Pelatih Paduan Suara setiap HUT RI. Ia juga aktif dalam organisasi profesi, seperti Ketua MGMP MTs Darul Ulum dan anggota PGRI.

Lebih dari itu, Juliana juga seorang qari’ah dan hafizah. “Mengajar bagi saya bukan sekadar pekerjaan. Ini jalan ibadah, pengabdian, sekaligus warisan untuk generasi mendatang,” ujarnya usai sidang terbuka.

Sebagai akademisi, Juliana aktif menulis karya ilmiah. Beberapa karyanya telah terbit di jurnal nasional, di antaranya:
• “Manajemen Penilaian Kinerja Guru MTs Darul Ulum YPUI Banda Aceh” (Jurnal Al-Islah)
• “Learning Theories and Individual Differences dalam Pembelajaran Pendidikan Agama” (Jurnal Mudarrisuna).

Tulisan-tulisannya menjadi bukti bahwa dedikasi Juliana bukan hanya dalam praktik mengajar, tetapi juga dalam sumbangsih pemikiran untuk pengembangan ilmu pendidikan Islam.

Di tengah kesibukannya, Juliana tetap berperan penuh sebagai istri dan ibu. Ia mendampingi suaminya, Surjadi MJ, serta membesarkan putra mereka, Muhammad Fayatul Aqill. Baginya, keseimbangan antara keluarga, profesi, dan studi adalah tantangan sekaligus anugerah.

“Disiplin membagi waktu adalah kunci. Saya belajar bagaimana tetap mengurus keluarga, menyelesaikan tanggung jawab di sekolah, dan fokus pada studi. Semua itu bisa dijalani jika kita ikhlas dan tekun,” ungkapnya.

Dalam perjalanannya, Juliana juga mendapat dukungan dari sahabat karibnya, Dr. Suryati, S.Pd., M.Pd., asal Singkil. Suryati yang meraih gelar doktor di usia 24 tahun menjadi inspirasi tersendiri.

“Semangat Suryati membesarkan bukan hanya nama keluarga, tetapi juga nama Singkil, sangat luar biasa. Kami saling menguatkan sejak awal daftar hingga akhirnya sama-sama menuntaskan studi. Alhamdulillah, Allah mudahkan semua langkah kami,” kata Juliana haru.

Keberhasilan Juliana meraih gelar doktor tidak hanya menjadi pencapaian pribadi, melainkan juga inspirasi bagi para pendidik lainnya. Ia percaya bahwa manajemen pendidikan yang visioner dan responsif terhadap tantangan global sangat dibutuhkan demi melahirkan generasi emas Indonesia.

“Pendidikan adalah investasi jangka panjang. Kita ingin generasi Aceh tidak hanya cerdas, tetapi juga berkarakter, berdaya saing, dan siap menghadapi dunia yang terus berubah,” tegasnya.

Dari ruang kelas sederhana di Kota Bakti hingga podium akademik di Banda Aceh, perjalanan Juliana Agani adalah kisah tentang tekad, pengabdian, dan doa yang tak pernah putus. Seorang guru yang membuktikan bahwa dedikasi sejati pada ilmu akan selalu menemukan jalannya menuju cahaya.[]

Berita Terkait

Terkait Polemik Pengolahan Gas Blok Andaman, ForBINA Dorong Skema Win-Win Solution Antara Pemerintah Aceh dan Mubadala
Terkait Polemik Pengolahan Gas Blok Andaman, ForBINA Dorong Skema Win-Win Solution Antara Pemerintah Aceh dan Mubadala
Sinergi Bea Cukai, AVSEC SIM, dan Polresta Banda Aceh Gagalkan Pengiriman Sabu 1,9 Kilogram ke Jakarta
Investor Patuh Harus Dilindungi, Investor Tidak Patuh Regulasi Wajib Ditertibkan
Pemkab Nagan Raya Kembali Raih Opini WTP ke-18 kali dari BPK-RI
Adi Maros Dorong Hilirisasi Gas South Andaman untuk Masa Depan Aceh yang Lebih Maju
Kinerja Ekspor Produk Kopi Aceh: Transparansi Data Kepabeanan dan Tren Pergerakan Devisa Daerah
Ketua DPRA jangan Cengeng Respon Evaluasi APBA oleh KPK
Tag :

Berita Terkait

Kamis, 4 Juni 2026 - 21:32 WIB

Aktivis Nasional Apresiasi Ketegasan Menteri Imipas Agus Andrianto, Bukti Nyata Komitmen Bersihkan Institusi dari Praktik Korupsi

Minggu, 31 Mei 2026 - 22:39 WIB

*Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN)*

Minggu, 31 Mei 2026 - 10:05 WIB

Sebanyak 1.052 Narapidana dan Anak Binaan Terima RK dan PMP Khusus Waisak Tahun 2026

Kamis, 28 Mei 2026 - 21:21 WIB

*Jokowi Dijadwalkan Kunjungi Lampung Akhir Juni 2026, BRN: Jawaban atas Kerinduan Masyarakat*

Selasa, 26 Mei 2026 - 10:32 WIB

Simak Cara Jual Beli Tanah yang Aman agar Terhindar Masalah di Masa Mendatang

Selasa, 26 Mei 2026 - 10:30 WIB

Pasang Patok, Cara Sederhana Cegah Sengketa Tanah dengan Tetangga

Jumat, 22 Mei 2026 - 13:45 WIB

Berantas Mafia Tanah, Ini Cara Melapor ke Kementerian ATR/BPN

Jumat, 22 Mei 2026 - 13:38 WIB

Jadi Bagian dari Satgas PKH, Kementerian ATR/BPN Kawal Kepastian Hukum dan Tata Kelola Kawasan Hutan

Berita Terbaru

ACEH TENGGARA

Polda Aceh Ajak Masyarakat Meriahkan Bank Aceh Bhayangkara Run 2026

Sabtu, 6 Jun 2026 - 14:16 WIB