Bener Meriah, Baranewsaceh.co Kekayaan kuliner tradisional masyarakat Gayo tak hanya dikenal melalui pengat, masam jaing, dan dedah. Di antara beragam sajian khas dataran tinggi Gayo, Sengeral menjadi salah satu hidangan istimewa yang kerap hadir dalam berbagai kenduri, hajatan, dan pesta adat.
Sengeral Gayo dapat disajikan dalam porsi kecil maupun besar. Untuk acara adat dan kenduri kampung, hidangan ini biasanya dimasak dalam jumlah besar menggunakan kuali berukuran besar di atas tungku kayu bakar. Cita rasanya yang kaya rempah, aroma yang kuat, serta tekstur daging yang empuk menjadikan Sengeral sebagai salah satu ikon kuliner masyarakat Gayo.
Keistimewaan Sengeral tidak hanya terletak pada rasanya, tetapi juga pada bahan-bahan yang digunakan. Hampir seluruh rempah dan bumbu diperoleh dari dataran tinggi Gayo, wilayah yang kerap dijuluki “negeri di atas awan”. Rempah-rempah lokal tersebut tumbuh subur dan menjadi bagian dari kekayaan alam sekaligus identitas kuliner masyarakat setempat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Ema Susanti, Koordinator Dapur Kearifan Lokal Gayo, saat ditemui di Posko Yayasan Kayang Bangun Semesta, Bener Meriah, Kamis (19/2/2026), menuturkan bahwa kunci utama memasak Sengeral terletak pada kualitas bahan dan teknik pengolahan.

“Hal yang paling penting adalah memilih daging yang benar-benar segar serta memastikan seluruh bumbu lengkap. Selain itu, pengaturan api pada tungku juga harus diperhatikan, terutama jika memasak menggunakan kayu bakar,” ujar perempuan yang akrab disapa Bunda Ema tersebut.
Menurutnya, di kalangan masyarakat dataran tinggi Gayo, Sengeral juga dikenal dengan sebutan “Awas Delapan Belas”, yang merujuk pada banyaknya jenis rempah yang digunakan dalam satu hidangan.
Adapun bahan-bahan pembuatan Sengeral Gayo ala Bunda Ema untuk porsi besar antara lain:
80 kilogram daging segar
3 kilogram bawang merah (dihaluskan)
1 kilogram bawang putih (dihaluskan)
1 kilogram kemiri (dihaluskan)
1 kilogram cabai merah (dihaluskan)
1/2 kilogram cabai kering (dihaluskan)
1 ons merica (dihaluskan)
1 ons jahe (dihaluskan)
1/4 ons kunyit (dihaluskan)
1/2 ons lengkuas (dihaluskan)
6 buah pala (dihaluskan)
Kapulaga secukupnya
5 sendok jintan
10 batang serai
1 ikat daun salam
5 kilogram kelapa gongseng (disangrai dan dihaluskan)
Garam dan minyak goreng secukupnya.

Proses memasak dimulai dengan menumis bawang rajang, serai, daun salam, pala, dan bunga lawang ke dalam minyak panas hingga mengeluarkan aroma harum. Setelah itu, seluruh bumbu halus dimasukkan dan ditumis hingga matang serta mengeluarkan aroma yang menggugah selera.
Daging yang telah dipotong kecil berbentuk dadu kemudian dimasukkan ke dalam kuali besar dan dimasak hingga benar-benar empuk. Setelah daging matang, kelapa gongseng yang telah dihaluskan ditambahkan dan diaduk hingga merata.
Beberapa menit kemudian, Sengeral Gayo siap disajikan. Hidangan ini tidak sekadar makanan, melainkan simbol kebersamaan dan kekompakan masyarakat Gayo dalam setiap perhelatan adat maupun momen kekeluargaan.. (Dani)






































