slot preparation.lsrs.lu

Prof Adjunct Marniati dan Ketua Umum Kowani Dorong Pemerintah Beri Perhatian pada Organisasi Perempuan

ADMIN

- Redaksi

Jumat, 18 April 2025 - 09:15 WIB

50678 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Prof Adjunct Marniati Prof Adjunct Marniati dan Ketua Umum Kowani Dorong Pemerintah Beri Perhatian pada Organisasi Perempuan

 

Ketua DPD Aceh Perempuan Indonesia Maju (PIM), Prof Adjunct Dr. Marniati M.Kes bersama Ketua Umum Kongres Wanita Indonesia (Kowani), Nani Hadi Tjahjanto sepakat mendorong pemerintah agar memberi perhatian lebih kepada organisasi-organisasi perempuan di seluruh Indonesia, khususnya di Aceh. Hal ini disampaikan dalam pertemuan nasional PIM yang dipimpin langsung oleh Ketua Umum Lana Kuncoro, dan berlangsung di Pendopo kediaman Nannie Hadi Tjahjanto, Jakarta.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam forum yang dihadiri pengurus PIM dari seluruh Indonesia, Prof Adjunct Marniati menyampaikan sejumlah persoalan penting yang saat ini terjadi di Aceh, termasuk maraknya kasus perdagangan manusia yang menimpa perempuan, salah satunya yang baru-baru ini berhasil digagalkan dari upaya pengiriman korban ke Laos. Selain itu, ia juga menyoroti tingginya angka perceraian atau gugat cerai yang terjadi di Aceh, yang menunjukkan lemahnya ketahanan keluarga dan kurangnya edukasi bagi perempuan.

Marniati mengungkapkan bahwa hingga kini, organisasi-organisasi perempuan di Aceh belum mendapatkan perhatian dan dukungan maksimal dari pemerintah daerah. Padahal, kehadiran mereka sangat potensial untuk menjadi mitra strategis dalam menjalankan program-program pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak.

Ia menegaskan, selama ini organisasi perempuan berjalan sendiri-sendiri tanpa adanya ruang koordinasi atau dukungan anggaran dari pemerintah. “Seharusnya pemerintah dapat mengundang seluruh organisasi perempuan untuk duduk bersama menyusun program prioritas, memberikan masukan terhadap regulasi seperti qanun perlindungan perempuan dan anak, serta membangun sinergi yang kuat untuk mencapai tujuan bersama,” ujar Marniati.

Lebih lanjut, ia juga menyoroti persoalan ketimpangan keterwakilan perempuan dalam parlemen yang berdampak pada tidak terakomodasinya kepentingan perempuan dalam arah kebijakan. Menurutnya, jumlah perempuan dalam legislatif belum mencapai ambang batas minimal 30% yang dibutuhkan untuk menciptakan kebijakan yang inklusif gender.

“Banyak perempuan yang ketika duduk di kursi parlemen justru tak mampu bersuara lantang dalam isu perempuan, karena jumlah mereka masih terlalu kecil dibanding laki-laki dalam hampir semua fraksi. Kita butuh representasi yang cukup agar perspektif perempuan hadir secara seimbang dalam pengambilan keputusan,” terang Marniati.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Umum Kowani, Nani Hadi Tjahjanto menyampaikan apresiasi atas kepedulian pengurus PIM terhadap berbagai permasalahan perempuan di daerah. Ia menegaskan bahwa Kowani akan memperjuangkan perhatian pemerintah pusat terhadap organisasi perempuan, serta mendorong sinergisitas antara organisasi wanita dan pemerintah baik di tingkat daerah maupun nasional.

Di akhir pertemuan, Kowani dan PIM juga sepakat mendukung program prioritas Presiden Prabowo dalam bidang pemberdayaan perempuan, termasuk mendukung “Asta Cita” sebagai arah pembangunan nasional yang menempatkan perempuan sebagai pilar penting dalam pembangunan berkelanjutan. dan Ketua Umum Kowani Dorong Pemerintah Beri Perhatian pada Organisasi Perempuan

Berita Terkait

LSM ABA Dukung Kapolri Usut Tuntas Dugaan Penyadapan Presiden, Suryadi: Jangan Ada yang Kebal Hukum!
Sumpah Pemuda ke-98, Arief Martha Rahadyan Serukan Aksi Nyata Menuju Indonesia Emas 2045
Siasat Apartemen Mewah Jadi Sarang Judi Online, Sindikat Internasional Dibongkar
Suryadi Djamil Apresiasi Kapolri Suyudi Ario Seto, Minta Sikat Narkoba hingga ke Pabrik
Lindungi Hak Masyarakat, Kementerian ATR/BPN Selesaikan 3.018 Kasus Pertanahan
Urus Peralihan Hak Sendiri, Pengurusan Sertipikat Tidak Seribet yang Dibayangkan
Dua Tahun Kabinet Merah Putih, Kementerian ATR/BPN Realisasikan Pengadaan Tanah untuk Infrastruktur dan Konsolidasi Tanah
Layanan ATR/BPN Dekat, Permudah Masyarakat Dapatkan Informasi Pertanahan

Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 13:15 WIB

KSO CV RNK Pucuk Rantau Dibatalkan, Tapi Masih Panen Sawit, Ojahan Sinurat Desak PT. Agrinas dan Pihak Kepolisian Tidak Tegas KSO CV. RNK

Rabu, 28 Oktober 2026 - 14:55 WIB

Aktivis Apresiasi Polda Aceh atas Penindakan Penimbunan BBM, Dampak Positif Mulai Dirasakan Masyarakat

Senin, 26 Oktober 2026 - 16:14 WIB

Progres Pembangunan Lima Unit RTLH Program TMMD ke-130 di Kodim 0113/Gayo Lues Capai 27 Persen

Selasa, 20 Oktober 2026 - 11:20 WIB

Satgas TMMD ke-130 Pasang Gorong-gorong pada Pembukaan Jalan Menuju Huntara

Senin, 19 Oktober 2026 - 00:38 WIB

Prof. Dr. Sutan Nasomal Dukung Empat Pemred di Riau Tempuh Langkah Hukum Balik atas Laporan Juari, Desak Dugaan Pelanggaran UU ASN dan UU Perkawinan Diusut!

Jumat, 16 Oktober 2026 - 10:55 WIB

Sinergi Panitia, Pemerintah dan Aparat Keamanan Jadi Kunci Sukses Muzakarah Internasional Ulama Tauhid Sufi II

Kamis, 15 Oktober 2026 - 10:38 WIB

PETI Kerinci Masuk Fase Mengkhawatirkan, TNKS Terancam dan Negara Ditantang Bertindak Tegas

Selasa, 13 Oktober 2026 - 00:04 WIB

Manfaatkan PTSL untuk Urus Sertipikat, Masyarakat: Proses Dipermudah*

Berita Terbaru

GAYO LUES

Satgas TMMD ke-130 Lanjut Membuat Gorong-gorong ke Empat

Sabtu, 7 Nov 2026 - 14:09 WIB