Bener Meriah – Baranewsaceh.co | Pemerintah Kabupaten Bener Meriah menyalurkan 164 ekor sapi kepada 112 desa yang terdampak banjir bandang dan tanah longsor. Jumlah tersebut bertambah empat ekor dari rencana awal sebanyak 160 ekor.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Bener Meriah, Uswatun Hasanah, SP, MP, mengatakan penambahan jumlah sapi dilakukan setelah adanya pendataan ulang terhadap desa terdampak.
“Awalnya dialokasikan untuk 90 desa dengan total 160 ekor sapi. Namun, setelah verifikasi lapangan, jumlah desa terdampak menjadi 112 desa. Karena itu, kami menambah empat ekor sapi,” ujar Uswatun saat ditemui di Pante Raya, Kecamatan Wih Pesam, Rabu (18/2/2026).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Program tersebut merupakan bagian dari kegiatan Sapi Meugang yang dibiayai melalui bantuan prsiden Prabowo Subianto sebesar Rp 4,5 miliar. Bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban masyarakat yang terdampak bencana, terutama pada hari meugang.
Selain mendistribusikan sapi ke desa-desa penerima, pemerintah daerah juga menyalurkan daging segar kepada warga yang tinggal di hunian sementara (huntara). Setiap keluarga menerima tiga kilogram daging beserta tulang dan perlengkapan pendukung lainnya.
Sementara itu kepala Bidang Peternakan pada Dinas Pertanian Kabupaten Bener Meriah, Ismail Harun, menambahkan bahwa kebutuhan daging sapi di daerah tersebut masih belum dapat dipenuhi sepenuhnya dari produksi lokal.
“Angka kelahiran sapi di Kabupaten Bener Meriah sekitar 500 ekor per tahun, sementara kebutuhan pasar mencapai 1.500 ekor per tahun. Artinya, kebutuhan daging sapi masih jauh lebih besar dibandingkan ketersediaan sapi lokal,” kata Ismail.
Ia menyebutkan, hingga kini Kabupaten Bener Meriah masih bergantung pada pasokan sapi dari luar daerah untuk memenuhi kebutuhan konsumsi masyarakat. (Dani)






































