Pemkab Aceh Tenggara Cairkan Rp66 Miliar Jelang Idul Fitri, THR ASN,Tulah, Ziswaf, Honor, hingga Dana Desa Disalurkan

Sumber Infopublik.id

- Redaksi

Sabtu, 14 Maret 2026 - 16:09 WIB

50432 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pemerintah Kabupaten Aceh Tenggara menyalurkan anggaran sekitar Rp.66 miliar menjelang perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah atau tahun 2026. Anggaran tersebut dialokasikan untuk berbagai kebutuhan, mulai dari pembayaran Tunjangan Hari Raya (THR) bagi aparatur pemerintah, penyaluran dana desa, tulah kute, hingga bantuan Ziswaf melalui Baitul Mal.sabtu(14-03-2026).

Pencairan anggaran ini diharapkan dapat membantu aparatur pemerintah serta masyarakat dalam memenuhi kebutuhan menjelang hari raya sekaligus mendorong perputaran ekonomi di daerah.

Bupati Aceh Tenggara, H. Salim Fakhry, SE, MM melalui Kepala Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD) Aceh Tenggara, H. Syukur Selamat Karo Karo, menjelaskan bahwa sebagian besar anggaran tersebut digunakan untuk pembayaran THR bagi Aparatur Sipil Negara (ASN), Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), serta unsur pimpinan daerah dan legislatif.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia merinci bahwa anggaran untuk THR Pegawai Negeri Sipil mencapai sekitar Rp20 miliar, sementara THR bagi PPPK dialokasikan sekitar Rp4,6 miliar. Selain itu, tunjangan bagi unsur DPRK serta kepala daerah dan wakil kepala daerah diperkirakan mencapai sekitar Rp160 juta.

Selain pembayaran THR, pemerintah daerah juga menyalurkan tulah kute atau insentif bagi perangkat desa. Untuk penyaluran tulah desa pada bulan Januari 2026, pemerintah telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp5.081.634.000. Sementara itu, untuk mukim disalurkan anggaran sekitar Rp175.260.000.

Menurut H. Syukur, penyaluran tulah desa dan mukim tersebut merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah dalam memastikan kesejahteraan aparatur pemerintahan di tingkat desa tetap terjaga.

“Tulah desa dan mukim sudah kita salurkan untuk satu bulan, yaitu bulan Januari 2026,” ujarnya.

Selain itu, pemerintah juga telah menyalurkan Dana Desa terhadap 340 Desa dari 385 desa yg ada di Aceh Tenggara dengan total sekitar Rp33 miliar. Dana tersebut diperuntukkan bagi berbagai program pembangunan dan pemberdayaan masyarakat di desa-desa di Aceh Tenggara.

Di sisi lain, bantuan sosial melalui program Zakat, Infak, Sedekah, dan Wakaf (Ziswaf) yang dikelola Baitul Mal juga turut disalurkan dengan nilai mencapai sekitar Rp1 miliar. Dana tersebut diperuntukkan bagi masyarakat yang membutuhkan, khususnya menjelang Hari Raya Idul Fitri.

Tidak hanya itu, pemerintah daerah juga mencairkan berbagai honorarium bagi sejumlah petugas di beberapa organisasi perangkat daerah. Di antaranya honor bagi petugas di Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), serta sejumlah dinas lainnya dengan total anggaran sekitar Rp2 miliar.

H. Syukur menyampaikan bahwa seluruh pencairan anggaran tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan kesejahteraan aparatur serta mendorong aktivitas ekonomi masyarakat menjelang hari besar keagamaan.

Ia berharap dengan tersalurnya berbagai anggaran tersebut, baik THR, tulah desa, dana desa, bantuan Ziswaf melalui Baitul Mal, maupun honorarium di sejumlah dinas, dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat Aceh Tenggara.

“Semoga pembagian THR, tulah desa, dana desa, Ziswaf di Baitul Mal serta honor-honor di beberapa dinas ini dapat membantu ASN, aparatur kute, dan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan menjelang Hari Raya Idul Fitri. Selain itu, diharapkan juga dapat meningkatkan daya beli masyarakat serta ikut mendorong pertumbuhan ekonomi di Aceh Tenggara,” kata H. Syukur.

Dengan pencairan anggaran yang mencapai puluhan miliar rupiah tersebut, pemerintah daerah berharap perayaan Idul Fitri tahun ini dapat dirasakan lebih merata oleh masyarakat, baik oleh aparatur pemerintahan hingga masyarakat di tingkat desa.

(Iskandar)

Berita Terkait

Diterjang Banjir Akhir 2025, Yahdi Hasan Kucurkan Dana Reses II Tahun 2026 Membangun 50 Bronjong Darurat di D.I Irigasi Kuta Tinggi.
Polres Aceh Tenggara Gelar Razia Malam, Sopir Travel Bermuatan Berlebih Ditegur Humanis
Diduga Dana Ketahanan PangaDana Ketahanan Pangan Rp120 Juta di Kute Lawe Kongker Diduga Belum Jelas Penggunaannya, Warga Pertanyakan Transparansi Pengulu
Polres Aceh Tenggara Perkuat Sinergi Penegakan Hukum Melalui Sosialisasi KUHAP Tahun 2025
Oknum Kepala SD N Trt Seperai ( SS) kuasai Barang Bekas Rehab Sekolah.”Diduga tampa Proses Lelang
BPJN 3.5 Tuntaskan Pembersihan Lumpur Pascabanjir di Jalur Nasional Aceh Tenggara hingga Lawe Tua Persatuan
Oknum Kepala SD N Trt Seperai Diduga Kangkangi Impres no 7 tahun 2025. dan Boyong barang Bekas Bangunan ke Rumahnya
Putri Penulis Ahmad Bahar Laporkan Hercules ke Polda Metro Jaya, Dugaan Penyekapan hingga Intimidasi Mencuat

Berita Terkait

Selasa, 26 Mei 2026 - 10:32 WIB

Simak Cara Jual Beli Tanah yang Aman agar Terhindar Masalah di Masa Mendatang

Jumat, 22 Mei 2026 - 13:45 WIB

Berantas Mafia Tanah, Ini Cara Melapor ke Kementerian ATR/BPN

Jumat, 22 Mei 2026 - 13:38 WIB

Jadi Bagian dari Satgas PKH, Kementerian ATR/BPN Kawal Kepastian Hukum dan Tata Kelola Kawasan Hutan

Selasa, 19 Mei 2026 - 17:49 WIB

DPP GRIB Jaya Bantah Aksi Pengepungan Rumah Ahmad Bahar, Tegaskan Kedatangan Anggota Hanya untuk Klarifikasi

Selasa, 19 Mei 2026 - 16:59 WIB

Seminggu Tanpa Respon, DPP IWO Indonesia Desak Kasatpol PP DKI Jakarta Buka Ruang Dialog Terkait Sengketa Lahan Gudang Cakung

Senin, 18 Mei 2026 - 16:01 WIB

Gerakan Pemuda Kebangsaan Layangkan Surat ke Kementerian Lingkungan Hidup, Desak Penindakan Industri Getah Pinus di Aceh

Senin, 18 Mei 2026 - 13:51 WIB

Hukum Dilanggar Terang-Terangan: PT Rosin Menjadi Simbol Negara di Atas Negara di Aceh

Sabtu, 16 Mei 2026 - 00:22 WIB

Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN)

Berita Terbaru