Diduga Dana Ketahanan PangaDana Ketahanan Pangan Rp120 Juta di Kute Lawe Kongker Diduga Belum Jelas Penggunaannya, Warga Pertanyakan Transparansi Pengulu

Redaksi Bara News

- Redaksi

Senin, 25 Mei 2026 - 16:34 WIB

50234 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi

Ilustrasi

KUTACANE — Dugaan penyalahgunaan Dana Desa kembali mencuat di Kabupaten Aceh Tenggara. Kali ini, perhatian warga tertuju kepada oknum Pengulu Kute Lawe Kongker berinisial SL di Kecamatan Lawe Alas yang diduga menguasai dana ketahanan pangan desa tahun anggaran 2025 senilai Rp120 juta tanpa penjelasan yang jelas kepada masyarakat.

Informasi tersebut diperoleh dari sejumlah warga Kute Lawe Kongker yang meminta identitas mereka tidak dipublikasikan. Kepada wartawan, warga menyampaikan keresahan mereka terkait penggunaan anggaran ketahanan pangan yang dinilai tidak transparan meski tahun anggaran 2025 telah berakhir dan kini telah memasuki Mei 2026.

Warga menyebutkan, dari total anggaran Rp120 juta itu, sekitar Rp15 juta disebut dialihkan ke Badan Usaha Milik Kute (BUMK). Namun, sisa dana sebesar Rp105 juta disebut masih berada dalam penguasaan penuh oknum pengulu tanpa penjelasan rinci mengenai peruntukan dan realisasi program ketahanan pangan di desa tersebut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Yang diketahui masyarakat hanya Rp15 juta masuk ke BUMK. Selebihnya sampai sekarang tidak ada penjelasan terbuka kepada warga,” ujar salah seorang warga, Senin (25/5/2026).

Menurut warga, program ketahanan pangan semestinya menyentuh langsung kebutuhan masyarakat desa, terutama dalam mendukung sektor pertanian, peternakan, maupun pengembangan usaha pangan lokal. Namun hingga kini, warga mengaku belum melihat secara jelas bentuk realisasi program yang menggunakan anggaran ratusan juta rupiah tersebut.

Saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon dan pesan WhatsApp, Pengulu Kute Lawe Kongker, SL, mengaku mengenal wartawan yang melakukan konfirmasi dan bahkan sempat memperkenalkan salah seorang kerabatnya. Namun ketika ditanya terkait penggunaan dana ketahanan pangan desa, ia justru meminta agar konfirmasi dilakukan kepada Ketua BUMK dengan alasan dana tersebut telah diserahkan.

SL juga meminta masyarakat yang melaporkan persoalan tersebut agar datang langsung menemuinya. Dalam percakapan itu, ia lebih banyak memberikan penjelasan di luar substansi dugaan penggunaan dana desa yang dipersoalkan warga.

“Jangan begitu, masyarakat yang melapor itu suruh jumpai saya dulu,” ujar SL dalam nada yang terdengar emosional saat dihubungi.

Meski demikian, hingga berita ini diturunkan, pesan WhatsApp yang dikirimkan wartawan terkait rincian penggunaan dana ketahanan pangan tersebut belum mendapat jawaban lebih lanjut dari yang bersangkutan.

Sementara itu, Camat Lawe Alas, Salamuddin, juga telah diupayakan untuk dikonfirmasi terkait dugaan penggelapan dana desa tersebut. Namun hingga berita ini dikirim ke redaksi, yang bersangkutan belum memberikan tanggapan. Panggilan telepon dan pesan WhatsApp yang dikirimkan wartawan juga belum mendapat balasan.

Kasus dugaan penguasaan dana ketahanan pangan desa ini kini menjadi perhatian warga setempat. Masyarakat berharap ada penjelasan terbuka mengenai penggunaan anggaran desa agar tidak menimbulkan kecurigaan berkepanjangan di tengah masyarakat. (Kaisirin)

Berita Terkait

Diterjang Banjir Akhir 2025, Yahdi Hasan Kucurkan Dana Reses II Tahun 2026 Membangun 50 Bronjong Darurat di D.I Irigasi Kuta Tinggi.
Polres Aceh Tenggara Gelar Razia Malam, Sopir Travel Bermuatan Berlebih Ditegur Humanis
Polres Aceh Tenggara Perkuat Sinergi Penegakan Hukum Melalui Sosialisasi KUHAP Tahun 2025
Oknum Kepala SD N Trt Seperai ( SS) kuasai Barang Bekas Rehab Sekolah.”Diduga tampa Proses Lelang
BPJN 3.5 Tuntaskan Pembersihan Lumpur Pascabanjir di Jalur Nasional Aceh Tenggara hingga Lawe Tua Persatuan
Oknum Kepala SD N Trt Seperai Diduga Kangkangi Impres no 7 tahun 2025. dan Boyong barang Bekas Bangunan ke Rumahnya
Putri Penulis Ahmad Bahar Laporkan Hercules ke Polda Metro Jaya, Dugaan Penyekapan hingga Intimidasi Mencuat
Jalan Lintas Aceh Tenggara-Medan di Desa Kuning Sudah Dibersihkan Pascabanjir

Berita Terkait

Jumat, 22 Mei 2026 - 22:46 WIB

Tambang Emas Ilegal Geumpang Mencuat: Diduga Terstruktur, Masif, dan Melibatkan Oknum

Jumat, 13 Maret 2026 - 02:56 WIB

Polres Pidie Gelar Apel Operasi Ketupat Seulawah 2026, Personel Gabungan Siap Amankan Mudik Lebaran

Sabtu, 14 Februari 2026 - 00:44 WIB

SMAN 1 Sigli Adakan Bimtek Peningkatan Mutu Pembelajaran

Senin, 8 Desember 2025 - 19:08 WIB

Gampong Pawod Peduli Bencana, Resmi Mendirikan Posko Bantuan

Selasa, 25 November 2025 - 20:06 WIB

Ratusan Anggota KPA/PA Pidie Hadiri Syukuran dan Santunan Anak Yatim dalam rangka Memperingati Hari Pahlawan

Rabu, 19 November 2025 - 12:11 WIB

Danramil Geumpang Mane Bersama Muspika Geumpang Mane dan KPA Seluruh Tokoh Masyarakat Silaturahmi Kebangsaan Merawat Damai Dalam Bingkai NKRI

Senin, 17 November 2025 - 19:10 WIB

Danramil Tangse Silaturahmi Kebanggaan Bersama Seluruh Masyarakat dan KPA Tangse

Sabtu, 15 November 2025 - 23:44 WIB

Peringatan Maulid Nabi di Gampong Pawod Berlangsung Khidmat dan Penuh Kebersamaan

Berita Terbaru

BANDA ACEH

Umat Islam Hadapi Krisis Iman dan Akhlak dalam Keluarga

Senin, 25 Mei 2026 - 22:50 WIB