Kutacane, 31 Mei 2025 | Sebuah momen penuh makna tergambar jelas di Desa Gammawar dan Lawe Sagu Hulu, Kecamatan Lawe Bulan, Aceh Tenggara, pada Sabtu pagi, 31 Mei 2025. Udara sejuk pegunungan menyambut kedatangan iring-iringan kendaraan pejabat daerah, menandai langkah konkret Pemerintah Kabupaten Aceh Tenggara dalam merangkul desa-desa melalui pendekatan langsung dan dialogis.
Dipimpin langsung oleh Bupati Aceh Tenggara, H. M. Salim Fakhry, SE., MM., yang juga menjabat sebagai Ketua Dewan Pembina Tim Penggerak PKK (TP PKK) Aceh Tenggara, rombongan melakukan kunjungan pembinaan ke desa-desa tersebut. Turut mendampingi, Ketua TP PKK Kabupaten, Ny. Hj. Nurjanah Fakhry, serta Wakil Ketua TP PKK, dr. Hj. Irawati Hilal.
Kunjungan ini bukan sekadar seremoni. Ia merupakan wujud nyata dari komitmen pemerintah daerah untuk memberdayakan masyarakat desa secara berkelanjutan melalui program-program PKK yang menyentuh kebutuhan dasar warga — mulai dari kesehatan ibu dan anak, pendidikan keluarga, hingga penguatan ekonomi rumah tangga.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam sambutannya di hadapan puluhan warga yang antusias menyambut, Bupati Salim Fakhry menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah, kader PKK, dan elemen masyarakat dalam mendukung pembangunan berbasis potensi lokal.
“Kami tidak datang membawa janji, tetapi komitmen. Pembinaan ini adalah bagian dari upaya bersama membentuk masyarakat yang sehat, mandiri, dan sejahtera. Peran aktif TP PKK menjadi sangat vital dalam mendampingi pemerintah untuk menyentuh langsung kehidupan keluarga di desa,” ujar Bupati dengan suara penuh semangat.
Ketua TP PKK, Ny. Hj. Nurjanah Fakhry, dalam arahannya, mendorong kader-kader desa agar terus memperkuat kegiatan rutin, seperti Posyandu, Dasa Wisma, pelatihan kerajinan lokal, hingga pengelolaan keuangan rumah tangga. Ia juga memberikan motivasi khusus kepada kaum ibu untuk tetap menjadi pilar utama pendidikan karakter anak-anak sejak dini.
Usai sesi pembinaan, rombongan TP PKK menggelar dialog terbuka dengan warga desa. Suasana hangat dan egaliter tercipta saat warga menyampaikan keluhan dan harapan mereka. Beberapa isu yang mencuat antara lain keterbatasan fasilitas kesehatan dasar, perlunya pelatihan keterampilan bagi pemuda, serta tantangan dalam mengakses pasar untuk produk-produk lokal.
Wakil Ketua TP PKK, dr. Hj. Irawati Hilal, yang juga seorang dokter, langsung menanggapi beberapa persoalan dengan solusi konkret. Ia bahkan memberikan arahan agar puskesmas pembantu di wilayah tersebut bisa mendapat perhatian tambahan dari Dinas Kesehatan Kabupaten.
Warga menyambut hangat kehadiran para pemimpin daerah itu, dengan penuh harap bahwa kunjungan seperti ini bukan yang terakhir. “Kami merasa didengar, itu yang terpenting. Semoga ini menjadi awal dari perubahan nyata di desa kami,” ungkap seorang tokoh masyarakat Lawe Sagu Hulu.
Kegiatan berakhir dengan peninjauan sejumlah titik kegiatan kader PKK di desa, serta penyerahan simbolis bantuan alat pendukung Posyandu dan kerajinan rumah tangga. Semangat gotong royong, partisipasi aktif warga, dan perhatian penuh dari pemerintah menjadi modal besar untuk membangun Aceh Tenggara dari akar rumput. (*)































































