Mahasiswa FUAD UIN Sultanah Nahrasiyah Serukan “September Hitam”, Desak Penyelesaian Pelanggaran HAM Berat

Redaksi Bara News

- Redaksi

Rabu, 1 Oktober 2025 - 23:57 WIB

50387 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lhokseumawe —  Memperingati peristiwa kelam Gerakan 30 September atau yang dikenal sebagai tragedi 30S/PKI, Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah (FUAD) UIN Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe menggelar aksi simbolik bertajuk “September Hitam”, Selasa (30/9).

Aksi yang berlangsung pukul 16.00 WIB di halaman depan Gedung Fakultas FUAD itu digelar secara khidmat, dengan sejumlah perwakilan mahasiswa mengenakan busana serba hitam sebagai wujud duka dan penolakan terhadap segala bentuk pelanggaran hak asasi manusia (HAM).

Sehari sebelumnya, melalui akun Instagram resmi DEMA FUAD, panitia telah mengimbau seluruh mahasiswa untuk mengenakan pakaian hitam. Warna tersebut dipilih sebagai simbol perlawanan dan solidaritas terhadap berbagai kasus pelanggaran HAM yang hingga kini belum juga diselesaikan secara tuntas oleh negara.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam aksi tersebut, Rifai selaku Koordinator Bidang Hubungan Lembaga DEMA FUAD menyampaikan orasi berisi refleksi mendalam atas tragedi-tragedi kemanusiaan di Indonesia, yang menurutnya hingga hari ini masih menyisakan luka yang belum sembuh.

“Mereka yang gugur bukan sekadar angka. Mereka adalah nyawa yang dipaksa berhenti bernapas demi tegaknya kekuasaan. Kami berdiri bukan hanya untuk mengenang, tapi memastikan bahwa luka ini menjadi bara — dan ingatan menjadi senjata,” tutur Rifai dengan lantang.

Aksi “September Hitam” mengusung tema “Merawat Ingatan, Menolak Lupa.” Melalui tema ini, mahasiswa FUAD menyuarakan komitmen untuk terus menjaga semangat perjuangan dalam memperjuangkan keadilan dan kemanusiaan.

Ketua DEMA FUAD, Kiflan, dalam pernyataan sikapnya menegaskan bahwa mahasiswa FUAD akan selalu menjadi bagian dari suara kritis terhadap penindasan dan ketidakadilan.

“Kami akan terus menyalakan sumbu perlawanan. Di FUAD, perlawanan itu belum mati dan tidak akan pernah padam. Hari ini, kami tidak hanya mengenang, namun juga menuntut pertanggungjawaban negara,” ujarnya.

Aksi simbolik ini juga disertai dengan lima poin tuntutan kepada negara yang dibacakan secara bersama-sama oleh massa aksi. Adapun tuntutan tersebut antara lain:

  1. Mendesak pengungkapan kasus-kasus pelanggaran HAM berat secara transparan dan tuntas.
  2. Mendesak reformasi sektor keamanan dan aparat penegak hukum yang akuntabel.
  3. Mendesak perlindungan hak-hak sipil warga negara tanpa diskriminasi.
  4. Mendesak reformasi undang-undang yang relevan dengan prinsip-prinsip keadilan dan HAM.
  5. Meminta pembebasan terhadap rekan mereka yang diduga menjadi korban kriminalisasi.

Seruan dan refleksi yang disampaikan dalam aksi tersebut merupakan bagian dari upaya DEMA FUAD untuk menjaga ingatan kolektif, sekaligus mendorong hadirnya keadilan bagi para korban kekerasan negara di masa lalu maupun masa kini.

Aksi simbolik ini ditutup dengan pembacaan puisi dan doa bersama, serta penegasan bahwa perjuangan mahasiswa tidak akan berhenti sampai keadilan ditegakkan.

Di tengah langit mendung dan udara yang mulai menguning menjelang matahari tenggelam, orasi-orasi mahasiswa FUAD menggema, menjadi pengingat bahwa luka sejarah masih terbuka, dan perjuangan belum usai. (*)

Berita Terkait

Promosi Pendidikan Smk Swasta IT Samudra Pasai Mulia Hadirkan Pendidikan Gratis Dan Siapkan Lulusan Go Internasional
SMP Swasta IT Samudera Pasai Siapkan 1000 Formulir Untuk Pendidikan Gratis
Terinspirasi Pesan Bijak Presiden Prabowo, Fatimah Zuhra Rayakan Ultah Bantu Korban Banjir Aceh
Penerima Huntara Desa Lubuk Pusaka Perlu Dievaluasi Kembali Karena Tidak Tepat Sasaran
Mahasiswa Berdampak Gelar Kegiatan Penanaman Pohon di Taman Baca Desa Cot Seurani
Komunitas S3 Aceh Utara Salurkan Santunan dan Menu Berbuka untuk Yatim Piatu di Ramadhan Camp AOC 1447 H
Aksi Sosial Ramadhan, Bea Cukai Lhokseumawe Turun ke Babah Kreung, Sawang
Pelantikan MGMP Aceh Utara, Dorong Inovasi Metode Mengajar Demi Pendidikan Berdaya Saing

Berita Terkait

Rabu, 15 April 2026 - 23:16 WIB

Sekda Aceh Dinilai Jebak Muallem dengan Kebijakan JKA, Ketua IKA-UTU Desak Evaluasi dan Koreksi Segera

Sabtu, 11 April 2026 - 00:48 WIB

Kakanwil DJBC Aceh Laksanakan Kunjungan Kerja Perdana ke Bea Cukai Meulaboh

Selasa, 31 Maret 2026 - 16:26 WIB

Kasus Mawardi Basyah Anggota DPRA GeRAK Desak Kejari Aceh Barat Eksekusi Keputusan MA RI.

Kamis, 19 Maret 2026 - 01:00 WIB

Raih Poin Tertinggi, Habibi Aceh Masuk Grand final AKSI Indonesia 2026

Selasa, 17 Maret 2026 - 02:32 WIB

Bupati Tarmizi: Habibi Menjadi Inspirasi dan Motivasi Bagi Generasi

Selasa, 10 Maret 2026 - 18:55 WIB

MUQ Aceh Selatan MoU Prodi Ilmu Al-Qur’an Tafsir STAIN TDM

Jumat, 6 Maret 2026 - 00:13 WIB

BPC HIPMI Abdya dan Perusahaan Muda Jaya Mandiri Syariah Berbagi Takjil untuk Ratusan Anak Yatim

Kamis, 5 Maret 2026 - 04:33 WIB

Ulama Muda Aceh Dukung Tgk. Habibi di Ajang AKSI Indonesia 2026

Berita Terbaru

BENER MERIAH

Syahriadi Nahkodai PGRI Bener Meriah Periode 2025–2030

Sabtu, 18 Apr 2026 - 10:41 WIB