Kisah Perjuangan TNI Pikul Material Lewati Sungai Hutan Makam Pahlawan Nasional

Redaksi Bara News

- Redaksi

Kamis, 12 Desember 2024 - 04:07 WIB

506,674 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aceh Utara – Kesunyian di pelosok puncak bukit Alue Kureng Kerto, kawasan hutan belantara Kecamatan Pirak Timu, Kabupaten Aceh Utara, terdapat artefak nilai penting bagi sejarah salah satunya makam seorang pejuang kemerdekaan Indonesia pahlawan nasional srikandi Aceh Cut Nyak Meutia begitu miris terkesan terabaikan.

Padahal, kemerdekaan Republik Indonesia saat ini telah memasuki usianya yang ke-79 tahun, namun baru dilakukan pemugaran direnovasi oleh para prajurit TNI yang dipimpin oleh Komandan Korem (Danrem) 011/Lilawangsa Kolonel Inf Ali Imran seorang perwira TNI Kopassus yang merupakan putra asli Aceh.

Cuaca disertai hujan lebat mengguyur menambah sulitnya akses jalur medan ekstrim licin di kawasan tersebut, terlihat sejumlah unit kendaraan tempur dan kuda besi prajurit TNI terperosok saat mendaki lintasan bukit terjal puncak bukit keruengkerto.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Namun semua itu tidak menyurutkan semangat perjuangan para ksatria prajurit TNI itu, meski mereka terjatuh bangun menerabas hutan lindung menempuh jarak sekitar 4 km, pada Senin (9/13/2024) pagi hingga kembali saat malam tiba.

“Pemugaran ini pekerjaannya sedang berlangsung, kami selaku putra asli Aceh, Pangdam Iskandar Muda Mayjen TNI Niko Fahrizal, Dandim 0103/Aceh Utara Letkol Kav Makhyar dan saya Danrem 011/Lilawangsa Kolonel Inf Ali Imran dalam menghormati perjuangan para Pahlawan pendahulu salah satunya Cut Nyak Meutia pejuang srikandi Aceh,” ungkap Danrem.

Danrem Ali Imran menguraikan, pemugaran makam telah direncanakan sejak Mei 2024, dan bertepatan dalam rangka memperingati Hari Juang Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat, HJK Ke-79 TNI AD, “TNI AD Berjuang Bersama Rakyat”.

Selain itu, gagasan tersebut bertujuan dalam rangka menghormati dan menjaga marwah pahlawan nasional dengan merawat benda-benda sejarah bukti peninggalan perjuangan kemerdekaan Indonesia yang tidak boleh dilupakan.

“Makam pahlawan inilah sebagai bukti kisah perjuangan yang harus dirawat, jika kita jaga marwah pahlawan pendahulu berarti kita telah menjaga kehormatan bangsa Indonesia dimata dunia.

Berita Terkait

SMK dan SMP IT Samudera Pasai Mulia Kebanjiran Pendaftar”Wujudkan Sejuta Santri Di AOC
SMP Swasta IT Samudera Pasai Mulia Ucapkan Terima Kasih kepada Presiden atas Program Makan Gratis, Siap Tampung 1.000 Santri
Promosi Pendidikan Smk Swasta IT Samudra Pasai Mulia Hadirkan Pendidikan Gratis Dan Siapkan Lulusan Go Internasional
SMP Swasta IT Samudera Pasai Siapkan 1000 Formulir Untuk Pendidikan Gratis
Terinspirasi Pesan Bijak Presiden Prabowo, Fatimah Zuhra Rayakan Ultah Bantu Korban Banjir Aceh
Penerima Huntara Desa Lubuk Pusaka Perlu Dievaluasi Kembali Karena Tidak Tepat Sasaran
Mahasiswa Berdampak Gelar Kegiatan Penanaman Pohon di Taman Baca Desa Cot Seurani
Komunitas S3 Aceh Utara Salurkan Santunan dan Menu Berbuka untuk Yatim Piatu di Ramadhan Camp AOC 1447 H

Berita Terkait

Sabtu, 11 April 2026 - 00:48 WIB

Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN)*

Sabtu, 11 April 2026 - 00:46 WIB

Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN)*

Jumat, 10 April 2026 - 00:44 WIB

Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN)*

Berita Terbaru