HOTELBET slot preparation.lsrs.lu

Ironi di Balik Bencana: KPK Bongkar Skandal Korupsi Dana Siap Pakai di Tubuh BNPB yang Melibatkan Tenaga Ahli

Redaksi Bara News

- Redaksi

Senin, 19 Oktober 2026 - 01:55 WIB

5082 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA |  Di tengah situasi darurat kebakaran hutan dan lahan yang menyelimuti sejumlah wilayah, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) justru diguncang skandal rasuah yang melibatkan dana siap pakai untuk penanganan bencana. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) secara resmi menetapkan lima orang sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi pengadaan barang dan jasa, setelah melakukan operasi tangkap tangan di kantor lembaga tersebut pada Selasa, 14 Oktober 2026.

Salah satu tersangka yang diamankan merupakan tenaga ahli di BNPB yang diketahui memiliki hubungan kekerabatan sebagai adik kandung dari mantan Kepala BNPB, Letnan Jenderal Suharyanto. Ketua KPK, Setyo Budianto, menegaskan bahwa lembaganya tidak akan pandang bulu dalam menuntaskan penyidikan ini, tanpa memandang siapa pun yang terlibat dalam praktik penyalahgunaan wewenang tersebut. KPK kini tengah mendalami pola aliran dana yang diduga tidak hanya disimpan dalam bentuk logam mulia, tetapi juga telah diubah menjadi aset kripto sebagai bagian dari upaya pencucian uang.

Menanggapi situasi ini, pihak BNPB menyatakan akan bersikap kooperatif dan menghormati proses hukum yang sedang berjalan. Sebagai langkah responsif, Presiden Prabowo Subianto telah melakukan pergantian pucuk pimpinan dengan menunjuk Letnan Jenderal Kristomei Sianturi sebagai Kepala BNPB yang baru. Kristomei berkomitmen untuk segera melakukan konsolidasi internal serta memastikan agar penanganan bencana tetap menjadi prioritas utama tanpa adanya intervensi hukum.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Praktik korupsi di lingkungan lembaga penanggulangan bencana ini dinilai sebagai kejahatan kemanusiaan yang luar biasa. Mantan Wakil Ketua KPK, Laode Muhammad Syarif, menyoroti celah kerawanan pada mekanisme penunjukan langsung yang sering kali disalahgunakan oleh pemangku kepentingan. Ia mendesak agar penyidikan diperluas hingga ke level pengambil keputusan tertinggi, mengingat adanya indikasi bahwa praktik culas ini telah berlangsung selama tiga tahun terakhir, merampas hak jutaan pengungsi dan korban bencana yang sangat bergantung pada bantuan negara.  (*)

Berita Terkait

KPK Batal Tuntut Hukuman Mati Koruptor Dana Bencana, Publik Nilai Lembaga Antirasuah Tumpul
Adik Eks Kepala BNPB Diduga Korupsi Rp148 Miliar Dana Siap Pakai Bencana untuk Beli Saham Pribadi
Korupsi Dana Siap Pakai BNPB Terbongkar Saat Korban Bencana Kelaparan, Paradigma Bencana Jadi Lumbung Keuntungan
14 Orang Ditangkap di BNPB, Uang Tunai dan Emas Batangan Disita KPK, Ada Apa di Balik Dana Siap Pakai?
Hercules Rosario Marshall Terseret Kasus Suap HGB di Kementerian ATR/BPN, KPK Sita Rp 800 Juta
KPK Sita Uang Tunai Logam Mulia dalam OTT di BNPB, Dugaan Korupsi Dana Siap Pakai
OTT KPK di BNPB dan Dugaan Kejanggalan Terkait Proyek Sumur Bor Aceh ?
BNPB Tegaskan Tak Intervensi Penyidik Usai OTT KPK Seret Pejabatnya

Berita Terkait

Minggu, 18 Oktober 2026 - 00:27 WIB

Ketua Fast Respon Counter Polri DPW Aceh : Mari Kawal Program Kapolri Baru, Komitmen Pengawasan Dan Sinergi Tak Boleh Kendur

Jumat, 16 Oktober 2026 - 16:20 WIB

Kabut Asap Tebal Selimuti Aceh, Warga Diminta Waspada dan Jaga Kesehatan

Kamis, 15 Oktober 2026 - 21:31 WIB

Asap Karhutla Selimuti 13 Kabupaten Kota di Aceh, Jarak Pandang 2 Kilometer dan Negara Gagal Cegah Bencana Rutin

Selasa, 13 Oktober 2026 - 19:08 WIB

Gubernur Aceh Lantik Taufik sebagai Penjabat Sekda, Dorong Perkuatan Koordinasi Pemerintahan

Selasa, 13 Oktober 2026 - 18:23 WIB

Ketua Umum HMI Komisariat se-Kawasan Cabang Banda Aceh: Mendesak MPK PB HMI Menguji Keabsahan Penetapan Pj Ketua Umum HMI Cabang Banda Aceh dan Mengusut Dugaan Politisasi Organisasi Menjelang Kongres

Selasa, 13 Oktober 2026 - 18:20 WIB

Eks GAM Denmark, Eropa Soroti Lambannya Penyerapan TKD, Minta Pengawasan Diperketat

Selasa, 13 Oktober 2026 - 00:14 WIB

DTPHP Nagan Raya Raih Penghargaan Peringkat I pada Workshop Sasaran Indikatif Tanaman Pangan Tahun 2027 Se Provinsi Aceh

Senin, 12 Oktober 2026 - 23:57 WIB

DTPHP Nagan Raya Terima Piagam Penghargaan pada Workshop Sasaran Indikatif Tanaman Pangan 2027

Berita Terbaru