HOTELBET slot preparation.lsrs.lu

DTPHP Nagan Raya Raih Penghargaan Peringkat I pada Workshop Sasaran Indikatif Tanaman Pangan Tahun 2027 Se Provinsi Aceh

Redaksi

- Redaksi

Selasa, 13 Oktober 2026 - 00:14 WIB

50249 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BANDA ACEH – Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Peternakan Kabupaten Nagan Raya meraih penghargaan Peringkat I atas Partisipasi Aktif dan Konsistensi dalam Melaporkan Realisasi Kegiatan secara Tertib dan Tepat Waktu.

Penghargaan tersebut diberikan oleh Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh dalam kegiatan Workshop Sasaran Indikatif Tanaman Pangan Tahun 2027 yang berlangsung di Hermes Palace Hotel, Banda Aceh, pada Senin malam, 12 Oktober 2026.

Penghargaan tersebut diterima langsung oleh Marzuki, S.E., selaku Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Peternakan Kabupaten Nagan Raya. Penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi atas partisipasi aktif, kedisiplinan, serta konsistensi dalam melaksanakan pelaporan realisasi kegiatan secara tertib dan tepat waktu.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Capaian ini menjadi kebanggaan bagi jajaran Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Peternakan Kabupaten Nagan Raya sekaligus motivasi untuk terus meningkatkan kualitas kinerja, akuntabilitas pelaporan, dan koordinasi dalam pelaksanaan program pembangunan pertanian.

Melalui komitmen tersebut, diharapkan pelaksanaan program dan pencapaian sasaran produksi tanaman pangan tahun 2027 dapat berjalan optimal serta mendukung penguatan ketahanan pangan di Kabupaten Nagan Raya dan Provinsi Aceh.

Workshop dibuka secara resmi oleh Gubernur Aceh, H. Muzakir Manaf, yang diwakili oleh Restu Andi Surya, S.STP., MPA., Staf Ahli Gubernur Aceh Bidang Perekonomian, Keuangan dan Pembangunan.

Kegiatan ini menjadi forum koordinasi dan evaluasi bagi pemerintah daerah dalam menyusun sasaran indikatif tanaman pangan tahun 2027, sekaligus memperkuat sinergi antara pemerintah provinsi dan kabupaten dalam meningkatkan produksi serta produktivitas pertanian.

Bagi Kabupaten Nagan Raya, penghargaan tersebut diharapkan menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan di sektor pertanian, memperkuat pendampingan kepada petani, serta mengoptimalkan potensi lahan pertanian yang tersedia.

Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Peternakan Kabupaten Nagan Raya meraih penghargaan Peringkat I atas Partisipasi Aktif dan Konsistensi dalam Melaporkan Realisasi Kegiatan secara Tertib dan Tepat Waktu.
 Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Peternakan Kabupaten Nagan Raya meraih penghargaan Peringkat I atas Partisipasi Aktif dan Konsistensi dalam Melaporkan Realisasi Kegiatan secara Tertib dan Tepat Waktu.

Bupati Nagan Raya, Dr. Teuku Raja Keumangan, S.H., M.H., melalui Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Peternakan (DTPHP), Marzuki, S.E., menyampaikan bahwa capaian tersebut diharapkan dapat menjadi penyemangat bagi seluruh jajaran pemerintah daerah untuk terus bekerja dalam mendukung kemajuan sektor pertanian.

Marzuki juga diharapkan dapat menyampaikan lebih lanjut mengenai jenis penghargaan yang diterima, indikator penilaian, serta langkah-langkah strategis DTPHP Nagan Raya dalam mendukung target tanaman pangan tahun 2027.

Sektor pertanian merupakan salah satu bidang penting dalam menopang perekonomian masyarakat Kabupaten Nagan Raya. Oleh karena itu, sinergi antara pemerintah, penyuluh pertanian, kelompok tani, dan seluruh pemangku kepentingan sangat diperlukan agar program pembangunan pertanian dapat berjalan optimal dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Dengan adanya penghargaan tersebut, Pemerintah Kabupaten Nagan Raya diharapkan semakin memperkuat komitmen dalam meningkatkan produksi pangan, mendorong kesejahteraan petani, serta berkontribusi terhadap terwujudnya swasembada pangan berkelanjutan di Provinsi Aceh dan Indonesia.

Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Peternakan (DTPHP) Kabupaten Nagan Raya, Marzuki, S.E., mengatakan bahwa sasaran indikatif tanaman pangan merupakan salah satu komponen penting dalam menyusun perencanaan pembangunan sektor pertanian yang terarah, terukur, dan berkelanjutan.

Menurut Marzuki, penyusunan sasaran indikatif tersebut bertujuan untuk menyelaraskan program pembangunan pertanian antara pemerintah pusat, Pemerintah Aceh, dan pemerintah kabupaten, sehingga pelaksanaan kegiatan di lapangan dapat berjalan lebih efektif sesuai dengan potensi wilayah, kebutuhan petani, serta target produksi yang telah direncanakan.

Komponen Utama Sasaran Indikatif Tanaman Pangan

Marzuki menjelaskan, komponen utama dalam sasaran indikatif tanaman pangan meliputi perencanaan luas tanam, luas panen, produktivitas, dan target produksi komoditas pangan strategis, khususnya padi dan jagung. Ucap Marzuki

Selain itu, perencanaan juga perlu memperhatikan ketersediaan benih unggul, sarana dan prasarana pertanian, pupuk, alat dan mesin pertanian (alsintan), serta dukungan penyuluhan dan pendampingan kepada kelompok tani.

Seluruh komponen tersebut menjadi bagian penting dalam mendorong peningkatan produktivitas pertanian, memperkuat kapasitas petani, serta mengoptimalkan pemanfaatan lahan pertanian yang tersedia.

Tujuan Sasaran Indikatif Tanaman Pangan

Lebih lanjut, Marzuki menyampaikan bahwa tujuan utama sasaran indikatif tanaman pangan adalah meningkatkan produksi dan produktivitas pertanian, menjaga keberlanjutan usaha tani, memperkuat ketahanan pangan daerah, serta mendukung pencapaian swasembada pangan nasional.

Ia berharap, melalui perencanaan yang matang dan koordinasi yang baik dengan seluruh pemangku kepentingan, Kabupaten Nagan Raya dapat terus meningkatkan kontribusinya dalam pembangunan pertanian di Provinsi Aceh.

“Perencanaan yang baik harus didukung data yang akurat, program yang tepat sasaran, serta kerja sama seluruh pihak, terutama petani dan kelompok tani. Dengan demikian, target pembangunan pertanian dapat dicapai secara optimal dan memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan masyarakat,” demikian tutupnya Marzuki. (*)

Berita Terkait

Kabut Asap Tebal Selimuti Aceh, Warga Diminta Waspada dan Jaga Kesehatan
Asap Karhutla Selimuti 13 Kabupaten Kota di Aceh, Jarak Pandang 2 Kilometer dan Negara Gagal Cegah Bencana Rutin
Gubernur Aceh Lantik Taufik sebagai Penjabat Sekda, Dorong Perkuatan Koordinasi Pemerintahan
Ketua Umum HMI Komisariat se-Kawasan Cabang Banda Aceh: Mendesak MPK PB HMI Menguji Keabsahan Penetapan Pj Ketua Umum HMI Cabang Banda Aceh dan Mengusut Dugaan Politisasi Organisasi Menjelang Kongres
Eks GAM Denmark, Eropa Soroti Lambannya Penyerapan TKD, Minta Pengawasan Diperketat
DTPHP Nagan Raya Terima Piagam Penghargaan pada Workshop Sasaran Indikatif Tanaman Pangan 2027
Peduli Kesehatan Remaja, Dokter Muda FK USK Gelar Aksi Pemeriksaan Kesehatan Gratis di SMK Kesehatan ASSYIFA Aceh
Mualem-Dek Fadh Diajak Bangun Irigasi Rakyat Pascabanjir dan Longsor, Dinas Pengairan Perlu Proaktif

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 17:29 WIB

Asap Karhutla Racuni 13 Juta Warga, 277 Ribu Terserang ISPA dan 62 Ribu Korban Balita

Jumat, 16 Oktober 2026 - 17:20 WIB

KPK Ancam Jemput Paksa Menteri ATR Nusron Wahid yang Dua Kali Mangkir

Jumat, 16 Oktober 2026 - 16:39 WIB

MK Putuskan Prajurit TNI Pelaku Pidana Umum Diadili di Peradilan Umum

Jumat, 16 Oktober 2026 - 16:15 WIB

Bahlil Desak Kepolisian Segera Tindak Tegas Penimbun BBM Subsidi

Jumat, 16 Oktober 2026 - 16:05 WIB

Stok Pertalite Nasional Tersisa 16 Hari, Bahlil Klaim Aman di Tengah Antrean BBM di Daerah

Jumat, 16 Oktober 2026 - 15:46 WIB

Dugaan Pembatasan Rujukan JKN Mengancam Keselamatan Pasien Kronis

Jumat, 16 Oktober 2026 - 13:13 WIB

Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo Digelandang ke Gedung Merah Putih KPK, Barang Bukti Diangkut Pakai Tong Biru

Jumat, 16 Oktober 2026 - 13:07 WIB

PDI-P Sebut Framing Karhutla sebagai Bencana Alam Keliru, Soroti Kegagalan Mitigasi Pemerintah

Berita Terbaru