HOTELBET slot preparation.lsrs.lu

HUT Ke-79 RI, Pahlawan Nasional dari Gayo?

Redaksi Bara News

- Redaksi

Selasa, 20 Agustus 2024 - 00:14 WIB

502,609 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BARA NEWS | Indonesia baru saja memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-79. Untuk sampai merdeka, tentu tidak terlepas dari perjuangan pejuang dan seluruh masyarakat Indonesia, baik langsung maupun tidak langsung. Sayangnya, memasuki kemerdekaan ke-79 bangsa Indonesia, belum ada satu pun pejuang dari Gayo yang jadi benteng terakhir Indonesia (1904) dan daerah yang menyuarakan Indonesia masih ada saat agresi militer Belanda kedua (1949) melalui Radio Rimba Raya dan ikut berjuang langsung di Medan Area, yang jadi pahlawan nasional.

“Padahal, Tanoh Gayo juga melahirkan banyak pejuang yang gigih melawan kolonial sebelum kemerdekaan Republik Indonesia (1945), masa agresi militer Belanda pertama (1947) dan agresi militer Belanda kedua (1948-1949). Bahkan, jauh sebelum Belanda mencoba memasuki Gayo (1901) dan Gayo-Alas ditaklukkan Belanda (1904) sebagai benteng terakhir Aceh dan Indonesia, tahun 1830-1880, orang Gayo ikut berjuang melawan kolonial di Sumatera Utara, daerah Simalungun, dengan membantu bela diri, pencat silat, militer, dan pertahanan keamanan kerajaan dan masyarakat di sana. Bahkan, separuh pulau Sumatera, orang Gayo terlibat dalam melawan kolonial (penjajah),” kata Yusradi Usman al-Gayoni, Ketua Pusat Kajian Kebudayaan Gayo, melaui WhatsApp dari London, Inggris, Senin (19/8/2024).

Menurut Diaspora Indonesia-Inggris tersebut, setidaknya, ada 10 nama pejuang dari Gayo yang layak diusulkan menjadi pahlawan nasional, di antaranya dari Gayo Lues: Kolonel Muhammad Din, Aman Jata; Aceh Tengah: Said Abdullah Aman Nyerang, Abu Bakar, Tengku Ilyas Leube, Abu Bakar Aman Dimot, dan Onot Pejebe; dari Bener Meriah, Wali Tengku Tapa; Aceh Timur, Inen Mayak Teri; di luar Aceh, tingkat nasional, Muhammad Hasan Gayo, asal Aceh Tengah. “Sebetulnya, sudah pernah diusulkan, seperti Aman Dimot. Namun, data pendukungnya sepertinya kurang, sehingga dianggap kurang memenuhi syarat. Muhammad Hasan Gayo, Said Abdullah Aman Nyerang, dan Kolonel Muhammad Din juga pernah dibahas. Namun, belum ada tindak lanjutnya lagi,” aku Yusradi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dilanjutkan Founder World Gayonese Community (Diaspora Gayo Dunia) itu, pembahasan dan pengusulan calon pahlawan dari Gayo perlu diikhtiarkan lagi. “Pastinya, dengan dukungan semua pihak, terutama dukungan maksimal pemerintah daerah yang ada di Gayo, khususnya Aceh Tengah, Gayo Lues, dan Bener Meriah. Juga, mesti ada prioritas, dengan melihat sejarah, peran, kontribusi, perjuangannya yang tidak sebatas di Gayo, dukungan literatur lokal, nasional, dan kolonial (sebab, terjadi sebelum kemerdekaan, masa kolonial). Tidak mungkin juga diusulkan sekaligus, mengingat perlu anggaran juga,” tegasnya.

Oleh karena itu, tanpa mengecilkan perjuangan yang lain, dengan melihat rekam jejak perjuangan dan kelengkapan literatur pendukung tadi, Yusradi Usman al-Gayoni, mengusulkan, untuk tahap awal: Aceh Tengah bisa mengusulkan Aman Nyerang terlebih dahulu, Gayo Lues Kolonel Muhammad Din, dan Bener Meriah Wali Tengku Tapa.

“Prosesnya bisa dimulai dari sekarang, lanjut ke tahun 2025. Syukur-syukur, tahun depan (2025), bisa diusulkan. Kalau tidak, tahun 2026. Ada yang berhasil satu, baru dilanjutkan pengusulan yang lain, dengan melihat rekam jejak, syarat, dan kelengkapan pendukung tadi. Untuk Aceh Tengah, misalnya, dilanjutkan dengan pengusulan Abu Bakar. Di luar Aceh Tengah, Muhammad Hasan Gayo. Seterusnya seperti itu, sampai ada yang berhasil diusulkan. Proses, pengusulan, sampai ada yang berhasil jadi pahlawan nasional ini, penting, karena menyangkut perlunya pengakuan dari negara terkait keikutsertaan dan kontribusi orang Gayo dalam memperjuangkan dan mempertahankan kemerdekaan RI, yang juga akan memiliki multiplier effect terhadap kemajuan tanoh tembuni,” tegas Yusradi

Berita Terkait

Tani Merdeka Aceh, APPSI, dan SPPG Sepakat Jalin Kerja Sama untuk Serap Hasil Pertanian Lokal
Hujan Deras Jadi Berkah, Mas Dar Terobos Hujan Resmikan 980 Dapur Gizi, Menyapa Pekerja & Bagikan Doorprize Anak”
Warga Rusip Antara Aceh Tengah Meninggal Dunia Diduga Terinjak Gajah, Ambulans Terhalang Longsor
Endatoe Foundation Gelar Webinar “Career Abroad”: Buka Jalan Pemuda-Pemudi Aceh Menjadi Tenaga Medis di Jerman
Nahkoda Baru APPSI Aceh Tengah 2025-2030 Siap Dilantik, Ali Munawardiko Jabat Ketua
Alat Berat Kemendagri Kabur Sebelum Kontrak Usai, Warga Aceh Tengah Jadi Korban Janji Penanganan Bencana
Jembatan Reje Payung di Linge Aceh Tengah Kembali Terputus, Akses Warga Lumpuh Total
Luapan Air Rendam Lima Desa di Pegasing Aceh Tengah, Hujan Tak Kunjung Reda

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 13:19 WIB

Ridwansyah Dorong Petani Kopi di Gayo Lues Kembangkan Tembakau dengan Pola Tumpang Sari

Kamis, 22 Oktober 2026 - 12:22 WIB

TMMD ke-130 Kodim 0113/Gayo Lues Kebut Pembangunan Jalan Huntara

Rabu, 21 Oktober 2026 - 19:17 WIB

Brigjen TNI (Mar) Guslin Tinjau Normalisasi Sungai Aih Bobo, 13 Ekskavator Bantuan Presiden Telah Beroperasi di Blangkejeren

Rabu, 21 Oktober 2026 - 18:14 WIB

Pemerintah Pusat Kirim 16 Alat Berat untuk Percepat Pemulihan Pascabanjir di Gayo Lues

Rabu, 21 Oktober 2026 - 10:34 WIB

Pembangunan 5 unit RTLH di Kampung Gajah Program TMMD ke-130 Dikerjakan Secara Gotong-royong

Rabu, 21 Oktober 2026 - 01:00 WIB

Sambut Hari Jadi Humas Polri ke-75, Polres Gayo Lues Gelar Donor Darah

Selasa, 20 Oktober 2026 - 11:20 WIB

Satgas TMMD ke-130 Pasang Gorong-gorong pada Pembukaan Jalan Menuju Huntara

Senin, 19 Oktober 2026 - 21:42 WIB

Excavator Tertimbun Longsor Susulan di Jalan Ketukah Gayo Lues, Operator Lompat Selamatkan Diri

Berita Terbaru