Ada Dugaan Aroma Korupsi di Kute Lawe Harum, Agara

Redaksi Bara News

- Redaksi

Minggu, 21 September 2025 - 18:50 WIB

501,818 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kutacane, Bara News – Kamis, 21 September 2025 |  Aroma tak sedap menyeruak dari tubuh pemerintahan desa Kute Lawe Hakhum, Kecamatan Deleng Pokhisen, Kabupaten Aceh Tenggara. Dugaan korupsi mengemuka setelah sejumlah laporan masyarakat masuk, menyoroti pengelolaan Dana Kute tahun anggaran 2024 yang disinyalir diselewengkan oleh oknum aparat desa, termasuk sang pengulu sendiri.

Data yang dihimpun menunjukkan serentetan kegiatan dengan anggaran mencurigakan, yang terkesan digelontorkan tanpa perhitungan rasional dan patut diduga kuat sarat upaya mark-up. Beberapa pos anggaran yang mengundang tanda tanya publik antara lain: pengadaan sound system dan alat komunikasi sebesar Rp25 juta, beasiswa aparatur desa Rp10 juta, serta beasiswa untuk anak sekolah Rp38 juta.

Tak berhenti di situ, kegiatan bernuansa sosial semisal penyelenggaraan posyandu pun tak luput: dianggarkan sebesar Rp85.699.000, sementara pengadaan alat kesehatan posyandu dihajarkan hingga Rp10.273.000. Pemasangan lampu jalan tenaga surya dianggarkan Rp31.703.000, dan sosialisasi penerangan hukum yang semestinya bersifat edukatif dicantumkan sebesar Rp11.700.000.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sektor pertanian juga menjadi sasaran empuk, dengan pembangunan saluran irigasi pertanian dibebankan dengan anggaran Rp120.594.000, serta pengadaan alat semprot elektrik yang mencapai angka fantastis, Rp53.940.000. Sementara itu, penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) desa sejumlah Rp72 juta juga menjadi sorotan, ditambah lagi dengan pos pemeliharaan jaringan listrik desa yang menyedot Rp10.020.000.

Total dugaan penyimpangan dari serangkaian program itu tentu tak bisa dipandang sebelah mata. Besarnya nominal yang bersumber dari Dana Desa ini memperkuat kecurigaan bahwa praktik penyelewengan telah terjadi secara sistemik, terorganisir, dan dilakukan dengan pembiaran sadar dari pihak-pihak yang seharusnya menjaga amanah anggaran.

Martinus Kardiman selaku Pengulu Kute Lawe Hakhum telah beberapa kali diminta klarifikasi oleh tim Bara News. Namun hingga berita ini diterbitkan, yang bersangkutan tak kunjung bersedia memberikan keterangan. Diam yang bersangkutan justru makin menguatkan spekulasi publik bahwa ada yang sedang disembunyikan.

Masyarakat Lawe Hakhum patut diberi jawaban. Aparat penegak hukum diminta segera turun tangan, membongkar tuntas seluruh rangkaian kegiatan yang diduga sarat rekayasa. Dana Kute bukan alat bancakan, dan rakyat tak bisa dibiarkan terus menjadi korban kepentingan sesaat para pemangku kuasa lokal.  (Kasirin Sekedang).

Berita Terkait

Belanja Anggaran Pembangunan Infrastruktur Aceh Tenggara Capai 29 Persen, Kepala BPKD Tegaskan Transparansi
Yahdi Hasan Apresiasi Pengabdian Tepian Negeri Chapter 4 Aceh Tenggara
Subuh Keliling dan Jumat Curhat, Kapolres Aceh Tenggara Bangun Kedekatan Bersama Warga Semadam
Tak Sekadar Apel, Kapolres Aceh Tenggara Cek Langsung Kesiapan Polsek Badar Pastikan Siap Layani Masyarakat
Dinsos Aceh Tenggara Pastikan Bantuan Banjir Disalurkan Transparan dan Tepat Sasaran
Dinsos Aceh Tenggara Borong Penghargaan di HUT Kabupaten ke-51
Pastikan Program Berjalan Optimal, Kapolres Aceh Tenggara Tinjau Dua SPPG Yayasan Kemala Bhayangkari
Kapolres Aceh Tenggara Pimpin Anev Mingguan, Evaluasi Kinerja dan Perkuat Kesiapsiagaan Jajaran

Berita Terkait

Minggu, 23 Agustus 2026 - 17:42 WIB

Presiden Prabowo Instruksikan Penambahan Peralatan Tangani Karhutla di Kalimantan

Minggu, 23 Agustus 2026 - 17:36 WIB

Presiden Prabowo Tegaskan Penegakan Hukum terhadap Pelaku Pembakaran Lahan di Kubu Raya

Minggu, 23 Agustus 2026 - 17:25 WIB

Presiden Prabowo Dijadwalkan Kunjungi NTT untuk Tinjau Korban Gempa

Minggu, 23 Agustus 2026 - 07:51 WIB

Ekspor Monyet Ekor Panjang Kembali Digulirkan, Pakar Peringatkan Konsekuensi Lingkungan dan Etika

Minggu, 23 Agustus 2026 - 07:37 WIB

Geng Solo, Sjafrie, atau Dasco? Budayawan Sujiwo Tejo Soroti Pudarnya Persaudaraan dan Fenomena Militerisme Sipil

Minggu, 23 Agustus 2026 - 07:25 WIB

Kenaikan Anggaran Pendidikan 2027 Disorot DPR, Kesejahteraan Guru Dinilai Belum Jadi Prioritas

Minggu, 23 Agustus 2026 - 07:17 WIB

Mahkamah Agung Terbitkan Pedoman Baru, Putusan Bebas Tidak Bisa Diajukan Banding atau Kasasi

Minggu, 23 Agustus 2026 - 07:05 WIB

Dugaan Pengalihan Isu dalam Kasus Mantan Jampidsus Jadi Sorotan, Publik Desak Transparansi

Berita Terbaru