GAYO LUES. BARANEWS.CO — Persoalan pelayanan Rumah Sakit Umum Muhammad Ali Kasim (RSUMAK) Kabupaten Gayo Lues tidak hanya menjadi keluhan keluarga pasien secara langsung. Sejumlah ulasan masyarakat di Google juga memperlihatkan pengalaman berbeda, mulai dari pujian terhadap pelayanan hingga keluhan mengenai petugas, tindakan medis, dan ketersediaan air bersih.
Berdasarkan tangkapan layar yang diperoleh BARANEWS, profil Google RSUMAK tercatat memiliki rating 4,8 dari 5 bintang dengan total 79 ulasan.
Meski sejumlah pengguna memberikan penilaian positif terhadap pelayanan dokter, perawat, dan kebersihan rumah sakit, terdapat pula ulasan bintang satu yang menyampaikan pengalaman kurang menyenangkan.
Salah satu pengguna mengeluhkan sikap petugas saat memberikan terapi yang disebut menyebabkan kulit pasien terkelupas. Pengguna lainnya mengeluhkan tidak tersedianya air, bahkan untuk kebutuhan dasar seperti buang air dan mencuci tangan.
Keluhan tersebut menjadi catatan penting di tengah persoalan fasilitas yang sebelumnya disorot BARANEWS, terutama layanan radiologi yang dikeluhkan keluarga pasien karena tidak dapat digunakan saat dibutuhkan.
Padahal, data anggaran mencatat pengadaan alat X-Ray sebesar Rp400 juta dan revitalisasi ruang CT Scan sebesar Rp446 juta. Besarnya anggaran tersebut semestinya diikuti pemeliharaan yang baik agar fasilitas medis dapat berfungsi optimal.
Alat radiologi memiliki peran penting dalam membantu dokter mendeteksi patah tulang, gangguan paru-paru, serta berbagai kelainan tubuh. Jika fasilitas tersebut terkendala, pasien berpotensi mengalami keterlambatan pemeriksaan maupun harus mencari pelayanan di tempat lain.
Persoalan air bersih juga tidak boleh dianggap sepele. Rumah sakit wajib menjaga ketersediaan air untuk menunjang sanitasi, kebersihan kamar mandi, ruang perawatan, serta mencegah risiko penyebaran infeksi di lingkungan pelayanan kesehatan.
Tingginya rating digital tentu menjadi hal positif, tetapi penilaian tersebut perlu berjalan seiring dengan kenyataan pelayanan yang dirasakan masyarakat. Setiap keluhan, baik yang disampaikan langsung maupun melalui ulasan publik, semestinya menjadi bahan evaluasi manajemen.
BARANEWS sebelumnya telah meminta klarifikasi kepada Direktur RSUMAK, dr. Sri Agusti, M.Ked., Sp.KJ., mengenai kendala radiologi, ketersediaan air bersih, dan kondisi IPAL. Namun, pesan konfirmasi yang dikirimkan melalui WhatsApp pada 30 Oktober 2026 terlihat telah dibaca, tetapi belum mendapat tanggapan.
Kini, masyarakat menunggu langkah nyata manajemen RSUMAK. Sebab, rumah sakit bukan hanya dituntut memiliki gedung dan peralatan bernilai ratusan juta rupiah, tetapi juga memastikan fasilitas tersebut terawat, pelayanan berjalan, serta kebutuhan dasar pasien terpenuhi. (J.porang)








































