HOTELBET slot preparation.lsrs.lu

Banjir Abadi Desa Kuning 1: Saat Pemerintah Aceh Bungkam, Warga Memanggil Gubernur Jawa Barat dan BPJN Aceh Dituding Tutup Mata

Redaksi Bara News

- Redaksi

Minggu, 25 Oktober 2026 - 19:13 WIB

50205 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KUTACANE – Jalan nasional lumpuh, warga mengemis pertolongan ke Gubernur Jawa Barat. Inilah potret memalukan yang terjadi di Desa Kuning 1, Kecamatan Bambel, Kabupaten Aceh Tenggara.

Dalam video viral berdurasi 30 menit milik kreator Anton Playdi yang telah ditonton 4,6 ribu kali, terlihat banjir merendam hampir satu kilometer jalan nasional. Air coklat keruh meluap deras, kendaraan mogok, ibu-ibu dan anak sekolah tak berani melintas. Peristiwa yang terekam pada Sabtu, 25 Oktober 2026 itu terjadi saat cuaca tidak hujan. “Ini tidak hujan, Bro. Desa Kuning 1 tidak hujan. Apalagi hujan,” teriak Anton, sebuah kalimat yang meruntuhkan semua alibi pemerintah soal cuaca.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kemarahan warga tidak hanya tertuju pada Pemerintah Aceh yang dinilai tidak peduli. Sorotan paling keras kini mengarah kepada Balai Pelaksanaan Jalan Nasional Aceh. Jalan yang terendam itu adalah jalan nasional Kutacane – Medan, yang menjadi tanggung jawab penuh BPJN Aceh. Namun hingga detik ini, jalan tersebut dibiarkan tanpa sistem drainase yang layak, tanpa peninggian badan jalan, dan tanpa penanganan banjir yang permanen. Setiap tahun anggaran pemeliharaan dikucurkan, namun hasilnya nihil. Desa Kuning 1 selalu menjadi kubangan.

Warga di lapangan membongkar buruknya pekerjaan normalisasi sungai. Eskavator yang diturunkan disebut hanya bekerja tidak sampai dua minggu, dengan pola korek kiri-kanan dan pelebaran yang asal jadi. Material kerukan hanya dibuang di pinggir sungai, hingga akhirnya kembali longsor dan menyumbat aliran. Proyek itu dinilai sekadar formalitas menggugurkan anggaran.

Di tengah dua institusi yang seharusnya bertanggung jawab namun abai, warga melampiaskan kekecewaan dengan kalimat pedas: “Gubernur Aceh tidak peduli dengan nasib kami.” Harapan justru dilempar jauh ke seberang pulau dengan teriakan, “Gubernur KDM, bantu kami, Pak Dedi Mulyadi, Gubernur Jawa Barat, tolong masyarakat Kuning.”

Ironi semakin lengkap, di saat BPJN Aceh dan BPBD bungkam, yang terlihat bekerja di dalam air adalah Kapolsek Bambel bersama anggotanya. Mereka mendorong motor warga, menggendong anak sekolah, dan mengatur lalu lintas. Polisi yang tugasnya menjaga keamanan terpaksa menjadi petugas kebencanaan.

Kapolsek bahkan harus mengeluarkan imbauan resmi agar roda dua mengambil jalan alternatif memutar lewat Lejo dan Leskepen karena jalan nasional tidak bisa dilintasi. Sebuah imbauan yang seharusnya keluar dari mulut BPJN Aceh, bukan dari kepolisian.

Banjir tanpa hujan di Desa Kuning 1 adalah bukti nyata kegagalan total. Kegagalan Pemerintah Aceh dalam mengelola sungai, dan kegagalan BPJN Aceh dalam merawat jalan nasional. Selama negara hadir hanya lewat eskavator dua mingguan dan tanpa solusi permanen, maka jalan nasional di Desa Kuning 1 akan terus menjadi kolam abadi dan simbol negara yang abai pada rakyatnya sendiri.

Berita Terkait

Relawan Prabowo Malu Ditanya Warga, Pemerintah Pusat Didesak Bongkar Jembatan Kuning I Aceh Tenggara
Rp 3 Juta untuk Bangkit Lagi, 400 Ribu UMKM Korban Banjir Aceh-Sumut-Sumbar Dapat Banpres Rehabilitasi
Negara Hadir Saat Rapat, Warga Tenggelam Saat Banjir: Potret Ironi Jembatan Kuning Aceh Tenggara
Bhabinkamtibmas Polsek Babul Rahmah Ajak Warga Lawe Sumur Jaga Kelestarian Hutan
Pengelolaan DD Kutembaru Agara Diduga Berselemak Masalah. Korek Minta Jaksa Periksa Pengulu
​FKD Masyarakat Petani Aceh Tenggara: Komid jaga Kelestarian TNGL,” ” Minta Kebun Petani Kecil Jangan Ditumbang” Jangan Dalih Konservasi Memiskinkan Masyarakat Kawasan”
Kapolres Aceh Tenggara Tinjau Banjir di Bambel, Keselamatan Warga dan Pengguna Jalan Jadi Perhatian
Ketua LSM Kompak Apresiasi Satresnarkoba Polres Aceh Tenggara, Ungkap Lima Kasus Narkotika Selama Oktober

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 18:13 WIB

Rp 3 Juta untuk Bangkit Lagi, 400 Ribu UMKM Korban Banjir Aceh-Sumut-Sumbar Dapat Banpres Rehabilitasi

Selasa, 27 Oktober 2026 - 15:46 WIB

Negara Hadir Saat Rapat, Warga Tenggelam Saat Banjir: Potret Ironi Jembatan Kuning Aceh Tenggara

Selasa, 27 Oktober 2026 - 14:57 WIB

Bhabinkamtibmas Polsek Babul Rahmah Ajak Warga Lawe Sumur Jaga Kelestarian Hutan

Selasa, 27 Oktober 2026 - 14:18 WIB

Pengelolaan DD Kutembaru Agara Diduga Berselemak Masalah. Korek Minta Jaksa Periksa Pengulu

Selasa, 27 Oktober 2026 - 13:45 WIB

​FKD Masyarakat Petani Aceh Tenggara: Komid jaga Kelestarian TNGL,” ” Minta Kebun Petani Kecil Jangan Ditumbang” Jangan Dalih Konservasi Memiskinkan Masyarakat Kawasan”

Selasa, 27 Oktober 2026 - 12:37 WIB

Kapolres Aceh Tenggara Tinjau Banjir di Bambel, Keselamatan Warga dan Pengguna Jalan Jadi Perhatian

Selasa, 27 Oktober 2026 - 11:40 WIB

Ketua LSM Kompak Apresiasi Satresnarkoba Polres Aceh Tenggara, Ungkap Lima Kasus Narkotika Selama Oktober

Selasa, 27 Oktober 2026 - 11:15 WIB

Respons Informasi Warga, Polres Aceh Tenggara Ungkap Penanaman Ganja di Ketambe

Berita Terbaru

SUBULUSSALAM

Dua Pelatih Subulussalam Kawal Keshia Solin Menuju Panggung Nasional

Selasa, 27 Okt 2026 - 22:50 WIB