HOTELBET slot preparation.lsrs.lu

TNI Berkomitmen Tindaklanjuti Informasi KPK Terkait Dugaan Korupsi Dana Bencana BNPB

Redaksi Bara News

- Redaksi

Kamis, 22 Oktober 2026 - 15:38 WIB

5061 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA | TNI menegaskan akan menindaklanjuti setiap informasi maupun permintaan dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait dugaan korupsi dana siap pakai kebencanaan di Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang diduga turut melibatkan dua prajurit aktif. Penegasan tersebut disampaikan Kepala Pusat Penerangan TNI Brigadir Jenderal TNI Muhammad Nas, Rabu (21/10/2026) malam.

Muhammad Nas menekankan, TNI tetap menghormati seluruh proses hukum yang sedang berjalan di KPK. Ia juga memastikan lembaganya akan melakukan koordinasi dengan KPK dan menindaklanjuti setiap informasi yang disampaikan antarlembaga, sesuai mekanisme serta ketentuan hukum yang berlaku.

“TNI menghormati proses hukum yang sedang berjalan dan akan berkoordinasi dengan KPK, serta menindaklanjuti setiap informasi yang disampaikan sesuai mekanisme dan ketentuan yang berlaku,” ungkap Nas dalam keterangan resmi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pernyataan tersebut menanggapi perkembangan kasus yang saat ini tengah diusut KPK. Sebelumnya, KPK telah mengirimkan surat kepada Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto, Selasa (20/10), berisi uraian konstruksi perkara, termasuk dugaan peran serta oknum TNI dalam pengadaan barang dan jasa di BNPB. Dalam surat tersebut, KPK juga menjelaskan dugaan adanya benturan kepentingan dan praktik penyuapan yang melibatkan sejumlah pihak.

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, menjelaskan bahwa pengiriman surat itu merupakan bentuk transparansi dan sinergi penegakan hukum antara dua institusi negara. “Dalam surat tersebut kami uraikan bagaimana konstruksi perkaranya, termasuk dugaan keterlibatan oknum TNI dalam pengadaan barang dan jasa di lingkungan BNPB yang kemudian diduga adanya benturan kepentingan ataupun praktik penyuapan,” paparnya. Selain membahas konstruksi kasus, KPK turut menyampaikan analisis dugaan aliran uang dalam kasus tersebut.

KPK berharap TNI dapat segera melakukan tindak lanjut internal, termasuk melalui Pusat Polisi Militer (Puspom) TNI. Sejak awal, menurut Budi, komunikasi dan koordinasi antara KPK dan TNI sudah berlangsung secara intensif. “Kami meyakini Puspom TNI akan segera menindaklanjuti. Terlebih sejak awal KPK dan TNI sudah berkoordinasi secara intensif,” tuturnya.

Kasus dugaan korupsi dana siap pakai BNPB ini berawal dari operasi tangkap tangan (OTT) yang digelar KPK pada Selasa (13/10/2026). Dalam operasi tersebut, KPK mengamankan 14 orang, dengan lima di antaranya telah ditetapkan sebagai tersangka. Mereka antara lain BMS, tenaga ahli Kepala BNPB yang juga adik dari mantan Kepala BNPB; RIC, tenaga ahli Kepala BNPB; GBS, Pejabat Pembuat Komitmen sekaligus Kepala Subdirektorat Pengelolaan Bantuan dan Dana Kedaruratan BNPB; serta dua pihak swasta, SNG dan GER.

Dugaan korupsi ini terkait pengadaan barang dan jasa yang didanai dari dana siap pakai untuk penanganan bencana di lingkungan BNPB. KPK kini juga menelusuri aliran dana serta jaringan yang memperluas lingkup dugaan korupsi ini, termasuk potensi adanya keterlibatan anggota TNI aktif dalam proses pengadaan.

TNI sendiri berkomitmen untuk bersikap terbuka dan mendukung upaya pemberantasan korupsi di Indonesia, dengan memastikan segala laporan dan temuan dari KPK akan diproses sesuai dengan hukum dan peraturan yang berlaku di lingkungan militer. Kasus ini kini masih dalam penanganan KPK, dengan kolaborasi yang intensif bersama TNI untuk menjunjung asas keadilan dan transparansi. (*)

Berita Terkait

Ketika Opini WTP Diduga Diperjualbelikan: Integritas BPK di Titik Nadir
Rocky Gerung Ingatkan Mahasiswa: Jangan Sekadar Demo, Pahami Persoalan dan Ideologi!
Pemerintah Pastikan Stok BBM Nasional Aman di Tengah Gejolak Harga Minyak Global
Presiden Prabowo Panggil Tim Ekonomi, Bahas Stabilitas Makro dan Strategi Pacu Ekspor Hingga Akhir 2026
Pemerintah Pastikan Stabilitas Makroekonomi Terjaga di Ujung Tahun 2026
Eksepsi Ditolak, Roy Suryo Tuding Persidangan Ijazah Jokowi Penuh Kejanggalan
Eksepsi Roy Suryo Ditolak, Persidangan Ijazah Jokowi Berlanjut ke Pembuktian
Pemerintah Indonesia Koordinasikan Bantuan Asing untuk Penanganan Karhutla

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 01:05 WIB

Cegah Penyalahgunaan Narkoba, Sat Binmas Polres Pidie Berikan Penyuluhan kepada Masyarakat di Terminal Sigli

Selasa, 20 Oktober 2026 - 00:21 WIB

GEGER Jalur Tengkorak Tangse Geumpang Lumpuh Total Tertimbun Longsor, Aksi Heroik TNI Polri Dan Warga Belah Gunung Pake Alat Seadanya!

Senin, 19 Oktober 2026 - 00:45 WIB

Minggu Kasih, Kapolres Pidie Sambangi Warga Tionghoa, Perkuat Toleransi dan Kerukunan

Kamis, 15 Oktober 2026 - 19:41 WIB

Kapolres Pidie Perkuat Sinergi dengan Ulama, MPU Siap Dukung Pemeliharaan Kamtibmas

Rabu, 30 September 2026 - 04:20 WIB

Tenda Rakyat Dibakar, Ratusan Ekskavator Dan Operator Cina Dibiarkan Mengeruk Geumpang

Selasa, 29 September 2026 - 20:25 WIB

Keuchik Gampong Tgk. Laweung Buka Suara soal Yayasan Jabal Ulum Pidie: Dugaan Pelecehan Diminta Diusut Tuntas, Anak-anak Harus Dipulihkan

Senin, 28 September 2026 - 05:13 WIB

Di Geumpang Pidie Hukum Membakar Tenda Rakyat dan Membiarkan Ekskavator Pemodal

Senin, 28 September 2026 - 00:59 WIB

Penertiban PETI Geumpang Disorot, Penindak Dianggap Tebang Pilih, Pemodal Besar dan Jaringan Penadah Emas Ilegal Tak Tersentuh

Berita Terbaru