slot preparation.lsrs.lu

Purbaya Diduga Ngotot Tarik Setoran Ratusan Triliun dari Danantara untuk Tambal APBN

Redaksi Bara News

- Redaksi

Rabu, 16 September 2026 - 03:44 WIB

50294 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA – Di tengah transisi kepemimpinan di jajaran kementerian teknis, polemik mengenai rencana penarikan dana sebesar Rp120 triliun dari Danantara kembali mencuat ke permukaan. Kebijakan yang sempat didorong oleh mantan Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, ini kini menjadi sorotan tajam karena dinilai sarat dengan tekanan fiskal yang memberatkan korporasi pengelola dana investasi negara tersebut.

Dalam masa jabatannya, Purbaya secara terbuka mengungkapkan bahwa Danantara sebenarnya keberatan dengan rencana penyetoran sebagian keuntungan kepada kas negara tersebut. Bahkan, pihak Danantara disebut-sebut tidak mengetahui adanya rencana penarikan dana bernilai jumbo itu. Meski mendapat penolakan internal, Purbaya tetap bersikukuh memastikan bahwa kontribusi tersebut akan masuk ke kas negara sebagai tambahan buffer fiskal pemerintah untuk tahun ini. Namun, ia tidak memberikan kepastian apakah dana tersebut akan diberikan dalam bentuk dividen murni atau instrumen keuangan lainnya.

Ketidakjelasan mengenai skema penarikan dana ini memicu spekulasi luas terkait kesehatan manajemen keuangan negara dan koordinasi antarlembaga. Di sisi lain, CEO Danantara, Rosan Roeslani, memilih untuk menempuh jalur dialog dengan Menteri Keuangan yang baru, Suahasil Nazara. Prosesi pelantikan Suahasil Nazara oleh Presiden Prabowo Subianto sendiri telah berlangsung di Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Senin, 14 September 2026.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kondisi ini menyisakan pertanyaan serius bagi publik mengenai transparansi penggunaan dana Danantara serta mekanisme penambalan APBN yang terkesan dipaksakan. Hingga berita ini diturunkan, belum ada keputusan final terkait apakah tuntutan setoran tersebut akan tetap dijalankan di bawah kepemimpinan menteri yang baru atau akan ditinjau ulang demi menjaga stabilitas fundamental Danantara. (*)

Berita Terkait

Hasto Kristiyanto Minta Aparat Usut Tuntas Aktor Intelektual di Balik Kasus Penyadapan Presiden
Habiburokhman Minta Kasus Penyadapan Ilegal Terhadap Presiden Prabowo Diusut Tuntas
YUSRIL Sebut Prabowo Tahu Penangkapan Jenderal Listyo, Tegaskan Kasus Penyadapan Ilegal Bukan Makar
Sikap Kritis PDIP terhadap Pemerintahan Prabowo dan Polemik Pemakzulan Wakil Presiden
Bareskrim Polri Tetapkan Kepala Staf Kepresidenan dan Dua Perwira Tinggi Sebagai Tersangka Penyadapan Ilegal
Dugaan Penyadapan Presiden dengan Spyware Canggih Seret Sejumlah Jenderal, Terungkap karena Operator Melapor
Tiga Perwira Tinggi Polri Jadi Tersangka Penyadapan Presiden, Pemerintah Tegaskan Tak Ada Unsur Makar
Bareskrim Tetapkan Tiga Jenderal Polri Tersangka Penyadapan Presiden Prabowo

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 15:27 WIB

Listrik Mati Hidup di Blangkejeren Tak Kunjung Stabil, PLN Pusat Diminta Evaluasi Kinerja Jajaran Bawahannya

Rabu, 4 November 2026 - 13:34 WIB

Ironi Gagal Bayar Puluhan Miliar, BPKK Gayo Lues Malah Bobol Kas Daerah demi Kelebihan Bayar TPK!

Rabu, 4 November 2026 - 12:42 WIB

Satgas TMMD Kerjakan Pembuatan Gorong gorong di titik Tiga

Rabu, 4 November 2026 - 03:15 WIB

Longsor di Tiga Titik Tutup Total Jalan Lintas Kutacane-Blangkejeren, Kendaraan Roda Dua dan Roda Empat Tak Bisa Melintas

Selasa, 3 November 2026 - 15:39 WIB

Normalisasi Sungai Jadi Kunci di Gayo Lues, Jembatan Putus Hambat Evakuasi Warga

Selasa, 3 November 2026 - 15:32 WIB

Ratusan Hektare Sawah di Gayo Lues Kembali Panen Pascabencana Banjir 2025

Selasa, 3 November 2026 - 15:19 WIB

Pemkab Gayo Lues Kebut Penyerapan Dana TKD untuk Pemulihan Infrastruktur Pascabencana

Selasa, 3 November 2026 - 15:14 WIB

Pemkab Gayo Lues Berpacu dengan Waktu di Tengah Keterbatasan Anggaran untuk Pulihkan Infrastruktur Pascabencana

Berita Terbaru