BANDA ACEH — Solidaritas Mahasiswa Pemuda Aceh (SMPA) melayangkan kritik pedas dan mengecam keras sikap Dewan Perwakilan Rakyat Kota/Kabupaten (DPRK) yang dinilai masa bodoh dan terkesan melakukan pembiaran terhadap proyek Jalan Kota Bahagia yang tak kunjung tuntas. Mangkaratnya pembangunan infrastruktur utama ini menjadi bukti nyata tumpulnya fungsi pengawasan wakil rakyat dan minimnya empati politik terhadap penderitaan warga.
Penasehat SMPA, Salim Syuhada, menegaskan bahwa sikap diam dan kelambatan DPRK dalam merespons jeritan masyarakat sudah berada pada taraf yang tidak bisa ditoleransi. Pembangunan jalan tersebut bukan sekadar proyek fisik rutin, melainkan urat nadi kehidupan dan hak konstitusional warga yang terus terabaikan.
“Melihat kondisi Jalan Kota Bahagia yang terbengkalai sekian lama tanpa ada kepastian, kami mempertanyakan: di mana DPRK saat rakyat membutuhkan keberpihakan? Jangan sampai dewan hanya hadir saat butuh suara, tapi mendadak ‘tuli dan buta’ ketika infrastruktur dasar rakyat hancur dan mengancam keselamatan jiwa!” tegas Salim Syuhada,
Kami ingatkan sekali lagi: jangan jadikan kesabaran rakyat sebagai alasan untuk menunda pembangunan! Jika DPRK terus bersikap masa bodoh dan tidak ada aksi nyata di lapangan dalam waktu dekat, jangan salahkan jika SMPA bersama seluruh elemen masyarakat akan mengambil sikap tegas dan turun ke jalan menuntut pertanggungjawaban!” pungkas Salim dengan nada tajam.




































