HOTELBET slot preparation.lsrs.lu

Arief Martha Rahadyan: Penguatan Hubungan Indonesia–Rusia Cerminkan Diplomasi Bebas dan Aktif

J.PORANG

- Redaksi

Minggu, 26 Juli 2026 - 13:41 WIB

50283 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA – Penguatan kemitraan strategis antara Indonesia dan Federasi Rusia merupakan langkah penting untuk memperkokoh posisi Indonesia di tengah dinamika geopolitik global. Arief Martha Rahadyan menyampaikan, kerja sama politik dan keamanan harus berorientasi pada kepentingan nasional, stabilitas kawasan, serta perdamaian dunia.

Politik luar negeri bebas dan aktif harus diwujudkan melalui diplomasi yang membangun kepercayaan, memperluas kolaborasi, dan menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat. Sinergi antar negara diperlukan untuk menghadapi berbagai tantangan global, seperti keamanan siber, kejahatan lintas negara, dan dinamika geopolitik, dengan tetap menjunjung tinggi prinsip saling menghormati dan kesetaraan,” Kata Arief

Arief mendorong agar kemitraan strategis juga diperluas ke sektor ekonomi, investasi, teknologi, pendidikan, dan pengembangan sumber daya manusia guna meningkatkan daya saing Indonesia.
Indonesia harus terus menjadi jembatan dialog, memperkuat kerja sama internasional, dan menghadirkan diplomasi yang memberi manfaat bagi rakyat serta memperkokoh posisi bangsa di tingkat global,” tutup Arief Martha Rahadyan. (*) 

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Berita Terkait

Keluarga Temukan Bekas Luka Tembak, Kematian Bharada Valdo di Markas Polairud Memicu Tuntutan Investigasi
Darah di Markas Polairud: Tragedi Kematian Bharada Valdo yang Menyisakan Tanda Tanya Besar
Wacana Gaji ASN Disalurkan Lewat Kopdes Merah Putih Ditolak DPR, Dinilai Bebani Abdi Negara
57.000 Orang Utan Kehilangan Habitat Akibat Karhutla, Kematian Massal Tak Tercatat
Karhutla Indonesia Seluas 900.000 Hektare Disorot Media Asing, Setara Empat Kali Luas Tokyo
Bayang-Bayang Kabut Asap, Singapura Kembali Bidik Tujuh Perusahaan di Balik Karhutla Indonesia
Aturan Pidana Baru, Sinergi Aparat Penegak Hukum di Tengah Tantangan Implementasi KUHP dan KUHAP Nasional
Polri Perang Terbuka Lawan Kampung Narkoba, Rekam Jejak Internal Bakal Dievaluasi

Berita Terkait

Minggu, 18 Oktober 2026 - 22:38 WIB

Keluarga Temukan Bekas Luka Tembak, Kematian Bharada Valdo di Markas Polairud Memicu Tuntutan Investigasi

Minggu, 18 Oktober 2026 - 22:28 WIB

Darah di Markas Polairud: Tragedi Kematian Bharada Valdo yang Menyisakan Tanda Tanya Besar

Minggu, 18 Oktober 2026 - 21:32 WIB

57.000 Orang Utan Kehilangan Habitat Akibat Karhutla, Kematian Massal Tak Tercatat

Minggu, 18 Oktober 2026 - 18:59 WIB

Karhutla Indonesia Seluas 900.000 Hektare Disorot Media Asing, Setara Empat Kali Luas Tokyo

Minggu, 18 Oktober 2026 - 15:49 WIB

Bayang-Bayang Kabut Asap, Singapura Kembali Bidik Tujuh Perusahaan di Balik Karhutla Indonesia

Minggu, 18 Oktober 2026 - 15:22 WIB

Aturan Pidana Baru, Sinergi Aparat Penegak Hukum di Tengah Tantangan Implementasi KUHP dan KUHAP Nasional

Minggu, 18 Oktober 2026 - 14:56 WIB

Polri Perang Terbuka Lawan Kampung Narkoba, Rekam Jejak Internal Bakal Dievaluasi

Minggu, 18 Oktober 2026 - 13:55 WIB

Kapolri Instruksikan Bareskrim Usut Tuntas Dugaan Tindak Pidana di Sektor Pasar Modal

Berita Terbaru

KABAR DUKA

Irjen Polisi Purnawirawan Napoleon Bonaparte Tutup Usia

Minggu, 18 Okt 2026 - 22:13 WIB