slot preparation.lsrs.lu

Terpidana Kasus Pencemaran Nama Baik Hotman Paris, Razman Arif Nasution Resmi Ditahan di Lapas Cipinang

Redaksi Bara News

- Redaksi

Jumat, 26 Juni 2026 - 14:13 WIB

50420 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA | Razman Arif Nasution, yang menjadi terpidana kasus pencemaran nama baik terhadap Hotman Paris Hutapea, resmi mulai menjalani masa tahanan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Cipinang, Jakarta Timur. Proses penerimaan berlangsung pada Kamis (25/6) sekitar pukul 16.20 WIB, berdasarkan surat dari Kejaksaan Negeri Jakarta Utara.

Kepala Lapas Kelas I Cipinang, Syarpani, membenarkan hal tersebut berdasarkan surat Kejaksaan Negeri Jakarta Utara Nomor B-4374/M.1.11/Eku.3/06/2026 tertanggal 25 Juni 2026. Penahanan ini merupakan tindak lanjut dari putusan pengadilan yang telah berkekuatan hukum tetap. Razman sebelumnya dinyatakan bersalah melanggar Pasal 27 ayat (3) juncto Pasal 45 ayat (3) Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Dalam putusannya, Razman dijatuhi hukuman penjara selama satu tahun enam bulan dan denda sebesar Rp200 juta. Jika denda tersebut tidak dibayarkan, hukuman akan diganti dengan pidana kurungan selama empat bulan sebagai subsider.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Syarpani menjelaskan seluruh proses penerimaan dilakukan sesuai prosedur, mulai dari administrasi, pemeriksaan identitas, hingga pemeriksaan kesehatan. Razman langsung menjalani tahapan-tahapan tersebut setelah tiba di Lapas Cipinang guna memastikan kelancaran dan keamanan proses penerimaan terpidana.

Perkara ini bermula dari konflik di persidangan antara Hotman Paris dan Razman Arif Nasution di Pengadilan Negeri Jakarta Utara. Keduanya sempat terlibat keributan yang terekam dalam sebuah video dan diunggah ke media sosial. Razman didakwa menyebarkan narasi yang mencemarkan nama baik Hotman Paris, termasuk tudingan pelecehan terhadap mantan asisten Hotman, Putri Iqlima Aprilia.

Pada perkara ini, Razman dijerat dengan Pasal 27 ayat (3) jo. Pasal 45 ayat (3) Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik, serta ketentuan lain di Kitab Undang-Undang Hukum Pidana. Saat ini, semua pihak diharapkan dapat menerima proses hukum tersebut sehingga perkara dapat segera mencapai titik akhir.

Berita Terkait

Kasatpol PP dan WH Nagan Raya Klarifikasi Pemberitaan Pengusiran Personel Saat Demo GERAM
Jokowi Keberatan Ijazah UGM Diuji Labfor Ulang di Sidang Roy Suryo
Debat Panas Warnai Sidang Kasus Ijazah, Tim Hukum Terdakwa Bersitegang dengan Jaksa
Refly Harun Cecar Jokowi Soal Nama Mulyono di Sidang Kasus Ijazah Roy Suryo
Skandal Penyadapan Ilegal Seret Mantan Kapolri, Istana Sebut Indikasi Makar
Debat Panas Warnai Kesaksian Presiden Ketujuh di Sidang Dugaan Ijazah Palsu Roy Suryo, Refly Harun Protes Jaksa
Mabes Polri Tetapkan Irjen Slamet Uliandi Tersangka Keempat Kasus Penyadapan Ilegal Presiden
Nasir Nurdin Angkat Bicara soal Tuduhan Suap, Tegaskan Siap Tempuh Jalur Hukum

Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 17:30 WIB

Bareskrim Usut Dugaan Pemalsuan Suket Pendidikan Wapres Gibran, Putusan MK Jadi Rujukan Penyidik

Jumat, 6 November 2026 - 17:27 WIB

Jokowi Hormati Proses Hukum Terkait Wacana Pemakzulan Wapres Gibran

Jumat, 6 November 2026 - 17:21 WIB

Mabes Polri Dalami Dugaan Keterlibatan Ketum Parpol dan Aliran Dana Judi Online di Kasus Penyadapan Presiden

Jumat, 6 November 2026 - 17:05 WIB

Dasco Minta Komisi III Pantau Berkala Kasus Penyadapan Presiden yang Seret Eks Kapolri

Jumat, 6 November 2026 - 16:37 WIB

Presiden Prabowo Terima Surat Kepercayaan 11 Dubes Asing di Istana Hari Ini

Jumat, 6 November 2026 - 16:06 WIB

ICW dan Trend Asia Ungkap Belanja Teknologi Pengawasan Polri Capai Rp35,9 Triliun

Jumat, 6 November 2026 - 15:59 WIB

Dua Pejabat Senior KPK Kembali ke Kejaksaan Agung Setelah Lebih dari 10 Tahun Bertugas

Jumat, 6 November 2026 - 15:51 WIB

Pemerintah Buka Rekrutmen CPNS November 2026 untuk Penyegaran dan Program Prioritas

Berita Terbaru