JOMBANG – Suasana Desa Turipinggir, Kecamatan Megaluh, Kabupaten Jombang, mendadak gempar setelah ditemukannya sesosok mayat laki-laki di saluran sekunder Mrican Kanan, Senin (14/4/2026). Penemuan jasad tersebut sontak mengundang perhatian warga sekitar, terutama karena kondisi korban yang mengenaskan, dengan luka di bagian leher dan pipi yang diduga akibat benda tajam.
Kepolisian Resor Jombang yang menerima laporan dari masyarakat segera bergerak ke lokasi kejadian. Kapolres Jombang, AKBP Ardi Kurniawan, membenarkan adanya temuan mayat tanpa identitas itu. Ia menjelaskan, korban ditemukan dalam posisi tertelungkup di aliran sungai oleh warga yang tengah melintas di sekitar lokasi. Dari hasil pemeriksaan awal di tempat kejadian perkara, polisi menemukan luka di leher dan pipi korban, yang menimbulkan dugaan kuat adanya tindak kekerasan sebelum korban meninggal dunia.
Proses olah tempat kejadian perkara berlangsung cukup lama. Petugas kepolisian menyisir area sekitar sungai, mencari kemungkinan adanya barang bukti yang dapat mengungkap identitas korban maupun pelaku. Warga yang tinggal di sekitar lokasi mengaku tidak mengenal korban dan tidak melihat adanya aktivitas mencurigakan sebelum penemuan mayat tersebut. Beberapa warga bahkan mengaku baru mengetahui adanya jasad setelah polisi dan petugas medis datang ke lokasi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Jasad korban kemudian dievakuasi ke rumah sakit di Jombang untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Tim forensik segera melakukan autopsi guna memastikan penyebab kematian dan memperjelas luka-luka yang ditemukan di tubuh korban. Hingga kini, polisi masih menunggu hasil autopsi untuk memastikan apakah korban meninggal akibat kekerasan atau ada faktor lain yang menyebabkan kematiannya.
Penemuan mayat ini menambah daftar kasus penemuan jasad tanpa identitas di wilayah Jombang dalam beberapa bulan terakhir. Warga pun berharap polisi dapat segera mengungkap identitas korban dan motif di balik peristiwa tragis ini. Kejadian ini juga menimbulkan kekhawatiran di tengah masyarakat, terutama terkait keamanan lingkungan. Beberapa warga mengaku menjadi lebih waspada dan berharap aparat keamanan meningkatkan patroli di wilayah-wilayah rawan.
Sementara itu, pihak kepolisian terus mengumpulkan keterangan dari warga sekitar dan mencari petunjuk lain yang dapat membantu proses penyelidikan. Kapolres Jombang menegaskan, pihaknya akan bekerja maksimal untuk mengungkap kasus ini. Ia juga mengimbau masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarga atau mengetahui informasi terkait korban untuk segera melapor ke kantor polisi terdekat.
Kasus penemuan mayat dengan luka di bagian leher dan pipi ini menjadi perhatian serius aparat penegak hukum di Jombang. Selain menyoroti pentingnya keamanan lingkungan, peristiwa ini juga menjadi pengingat bagi masyarakat untuk saling menjaga dan meningkatkan kewaspadaan. Hingga kini, proses penyelidikan masih terus berjalan, dan masyarakat menanti kejelasan atas misteri kematian pria tanpa identitas yang ditemukan di aliran Sungai Mrican, Desa Turipinggir, Kecamatan Megaluh. (*)




























































