Dari Bibit Menjadi Berkah: Jalan Sunyi Transformasi Mustahik Menuju Muzaki

Redaksi Bara News

- Redaksi

Rabu, 15 April 2026 - 00:54 WIB

50229 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh: H. Winnur Wajda, S.E.
Komisioner Baitul Mal Kabupaten Bener Meriah

Dalam perspektif Islam, setiap harta memiliki dimensi tanggung jawab sosial. Zakat, infak, dan sedekah bukan sekadar instrumen distribusi kekayaan, melainkan jalan untuk menghadirkan keadilan dan keberkahan dalam kehidupan umat. Di titik inilah, program pengadaan 100.000 bibit kopi unggul oleh Baitul Mal Kabupaten Bener Meriah menemukan maknanya yang lebih dalam.

Kita sering kali berharap perubahan terjadi secara instan. Namun, alam mengajarkan hal berbeda. Sebutir benih tidak pernah tumbuh menjadi pohon dalam semalam. Ia membutuhkan waktu, kesabaran, perawatan, dan keyakinan. Begitu pula dengan upaya mengangkat derajat ekonomi masyarakat mustahik.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Program ini sejatinya bukan sekadar tentang menanam kopi. Ia adalah ikhtiar menanam harapan. Ketika bibit kopi ditanam di tanah Bener Meriah, sesungguhnya yang sedang ditanam adalah optimisme bahwa suatu hari nanti, tangan yang dahulu menerima akan berubah menjadi tangan yang memberi.

Sebagaimana firman Allah dalam Al-Qur’an, bahwa harta yang dinafkahkan di jalan Allah ibarat sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap bulir seratus biji. Nilai keberkahan inilah yang menjadi landasan utama dalam pengelolaan dana infak secara produktif.

Secara hitungan duniawi, hasil dari 100 batang kopi per keluarga mungkin belum langsung besar. Dengan asumsi harga kopi saat ini, tambahan pendapatan beberapa juta rupiah per tahun tampak sederhana. Namun dalam logika pemberdayaan, yang kecil tetapi berkelanjutan jauh lebih bernilai daripada yang besar namun sesaat.

Di sinilah pentingnya kesabaran kolektif. Program ini dirancang bukan untuk menciptakan perubahan instan, melainkan membangun fondasi ekonomi yang kokoh. Ketika petani mulai memahami budidaya, memperluas lahan, dan meningkatkan kualitas hasil, maka perlahan tapi pasti, kurva kesejahteraan akan bergerak naik.

Saya meyakini bahwa transformasi mustahik menjadi muzaki bukanlah utopia. Ia adalah proses yang sangat mungkin terjadi, selama ada kesinambungan antara bantuan, pendampingan, dan kemauan untuk berubah. Dalam jangka menengah, akan muncul kelompok-kelompok kecil masyarakat yang mulai mandiri, dan dari sanalah embrio muzaki baru akan lahir.

Sebagai seseorang yang sedang menempuh studi Magister Manajemen, saya melihat bahwa keberhasilan sebuah program tidak hanya diukur dari output, tetapi dari outcome dan impact jangka panjang. Program ini mungkin belum menghasilkan angka besar hari ini, tetapi ia sedang membangun sistem ekonomi berbasis keadilan sosial yang berpotensi besar di masa depan.

Lebih dari itu, program ini adalah bagian dari dakwah. Dakwah yang tidak hanya disampaikan melalui lisan, tetapi melalui tindakan nyata. Dakwah yang menghadirkan solusi, bukan sekadar retorika.

Pada akhirnya, kita semua berharap bahwa dari tanah Bener Meriah akan tumbuh bukan hanya kopi berkualitas, tetapi juga masyarakat yang kuat, mandiri, dan berdaya. Dari bibit-bibit kecil itu, kita menanam masa depan. Dari infak yang dititipkan, kita menjaga amanah. Dan dari proses panjang ini, kita berharap lahir keberkahan yang terus mengalir, dunia hingga akhirat.

Berita Terkait

Satresnarkoba Polres Bener Meriah Amankan Sorang Pria Dengan 29 Paket Sabu dan 70 Gram Ganja
Tujuh Ekor Kuda Pacu Hasil Peternakan Gayo Dominasi Babak Final Kebumen Cup 1 Jawa Tengah
Menjaga Amanah Umat: Transparansi dan Akuntabilitas Sebagai Pilar Kepercayaan Terhadap Lembaga Amil Zakat
SMP Negeri 1 Bukit Gelar Prosesi Adat Penyerahan Murid Ku Tengku Guru
Pemberontakan Kegamangan Eksistensialis Manusia
Bener Meriah Raih 11 Medali Emas, 10 Medali Perak Dan 7 Medali Perunggu
Munyerah Murid Ku Tengku Guru Ditetapkan Menjadi Warisan Budaya Tak Benda Asal Kabupaten Bener Meriah
Hari Pertama Pelaksanaan Taekwondo Aceh Student Championship 2026, Bener Meriah Boyong Empat Medali

Berita Terkait

Selasa, 18 Agustus 2026 - 13:43 WIB

Kapolres Aceh Tenggara Pimpin Upacara Penurunan Bendera HUT RI ke-81, “Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur”

Selasa, 18 Agustus 2026 - 01:16 WIB

Prestasi Pendidikan Aceh Tenggara Makin Diperhitungkan, Piagam Nasional Diborong di HUT RI

Selasa, 18 Agustus 2026 - 01:15 WIB

Deretan Prestasi Nasional, Dunia Pendidikan Aceh Tenggara Panen Penghargaan di HUT RI ke-81

Senin, 17 Agustus 2026 - 12:41 WIB

Semangat Kemerdekaan, Wakapolres Aceh Tenggara Pimpin Upacara HUT RI ke-81 di Mapolres

Senin, 17 Agustus 2026 - 11:46 WIB

BPKD Aceh Tenggara: HUT ke-81 RI Jadi Momentum Memperkuat Semangat Persatuan

Minggu, 16 Agustus 2026 - 12:54 WIB

Kapolres Aceh Tenggara Hadir di Tengah Putra-Putri Terbaik Aceh Tenggara, Paskibraka Resmi Dikukuhkan

Minggu, 16 Agustus 2026 - 02:25 WIB

Kepala SMA Negeri 1 Lawe Sigala Gala Mengucapkan Selamat HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia

Minggu, 16 Agustus 2026 - 02:17 WIB

Kepala BPKD Aceh Tenggara Mengucapkan Selamat HUT ke-81 Kemerdekaan RI

Berita Terbaru