Jakarta, 9 Januari 2026 — Komitmen kemanusiaan kembali diwujudkan oleh Palang Merah Indonesia (PMI) Jakarta Utara melalui pengiriman relawan ke wilayah terdampak bencana di Kabupaten Gayo Lues, Aceh. Sebanyak 21 relawan dilepas secara resmi oleh Wali Kota Jakarta Utara, Hendra Hidayat, dalam sebuah apel seremonial yang digelar di ruang rapat Wali Kota, Kantor Wali Kota Jakarta Utara, Jalan Yos Sudarso, Kamis pagi.
Dalam arahannya, Hendra Hidayat menyampaikan apresiasinya atas dedikasi para relawan yang akan menjalankan misi kemanusiaan di daerah yang hingga kini masih mengalami dampak bencana tanah longsor dan cuaca ekstrem. Ia berpesan agar para anggota tim menjunjung tinggi sikap saling menghormati kepada masyarakat lokal dan alam sekitar selama berada di lapangan. Ia juga menekankan pentingnya menjaga kesehatan dan menjalin kerja sama yang solid di bawah komando pimpinan tim.
“Jaga kesehatan, hormati alam, hormati lingkungan, dan jaga sikap, perilaku, serta ucapan. Ini bukan sekadar perjalanan jauh, tetapi pengabdian yang diperuntukkan bagi sesama yang tengah dilanda duka,” ujar Hendra.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia mengakui medan perjalanan yang akan dilalui para relawan bukanlah hal mudah. Jalur darat yang akan ditempuh menuju daerah pedalaman Aceh berisiko tinggi terhadap gangguan cuaca dan medan rusak. Namun demikian, ia optimistis keberangkatan tim ini akan menjadi kontribusi nyata Jakarta Utara dalam meringankan beban warga terdampak.
Sebanyak lima unit kendaraan operasional PMI disiapkan untuk mobilisasi tim. Rencananya, keberangkatan dilakukan usai Salat Jumat guna memaksimalkan persiapan tim dan logistik sebelum menempuh perjalanan panjang menuju Aceh.
Ketua PMI Jakarta Utara, Rijal, menjelaskan bahwa pemilihan Gayo Lues sebagai area operasi bukan tanpa pertimbangan. Berdasarkan hasil asesmen awal yang dilakukan tim pendahulu yang dikirim pada 18 Desember 2025, wilayah tersebut termasuk yang paling terdampak dan minim bantuan dari relawan kemanusiaan hingga saat ini.
“Informasi terakhir menyebutkan bahwa bencana susulan masih terjadi di beberapa titik. Tanah longsor kembali menutup akses jalan. Untuk itu, kami akan menyesuaikan pergerakan. Titik awal nanti akan dipusatkan di Kuta Cane, dan bila kondisi memungkinkan, kami akan lanjutkan ke wilayah Gayo Lues,” jelas Rijal.
Ia merinci bahwa selama berada di lokasi, tim akan membuka layanan kesehatan gratis bagi warga serta bantuan psikososial, khususnya bagi anak-anak dan kelompok rentan yang membutuhkan dukungan pemulihan mental. Layanan PMI rencananya berlangsung selama 21 hari, termasuk perjalanan pulang dan pergi.
PMI Jakarta Utara juga memastikan bahwa seluruh donasi yang telah diterima masyarakat akan disalurkan langsung kepada warga terdampak. Hingga tanggal 7 Januari 2026, total donasi uang yang dihimpun melalui pusat data dan informasi (Pusdatin) PMI Jakarta Utara telah mencapai Rp214.755.509. Selain itu, bantuan barang pokok dan perlengkapan juga telah dikumpulkan dan akan dibawa dalam pengiriman kali ini.
Keberangkatan ini menjadi gelombang kedua dari rangkaian aksi kemanusiaan PMI Jakarta Utara untuk warga Aceh. Diharapkan, kehadiran tim tersebut dapat membawa bantuan dan harapan baru bagi masyarakat setempat, sekaligus memperkuat jejaring solidaritas nasional dalam penanggulangan bencana. (*)







































