Gayo Lues — Gempa bumi dengan magnitudo 2,4 terjadi di wilayah Kabupaten Gayo Lues, Aceh, pada Senin (5/1/2026) sore. Informasi ini disampaikan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui laporan resmi yang diterbitkan sesaat setelah kejadian.
Berdasarkan hasil analisis sementara, gempa berpusat di darat, tepatnya pada koordinat 4,21 derajat Lintang Utara dan 97,45 derajat Bujur Timur, sekitar 26 kilometer timur laut Kabupaten Gayo Lues, dengan kedalaman hiposenter terukur di 0 kilometer. Getaran tercatat terjadi pada pukul 17.20 WIB.
Belum ada laporan mengenai dampak kerusakan maupun korban jiwa yang ditimbulkan akibat guncangan tersebut. Meskipun berskala kecil, gempa tetap dirasakan di sebagian wilayah setempat, terutama di kawasan perbukitan dan desa-desa yang berada di sekitar titik pusat gempa.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
BMKG menegaskan bahwa secara teknis, gempa ini tergolong lemah dan tidak menimbulkan potensi kerusakan berarti. Meski demikian, masyarakat diminta tetap waspada terhadap kemungkinan terjadinya gempa susulan, terutama karena gempa ini terjadi di darat pada kedalaman nol kilometer, yang secara teknis dapat meningkatkan potensi getaran lokal.
“Ingat bahwa data awal gempa dapat diperbarui seiring berkembangnya informasi dan hasil analisis lanjutan. Informasi ini kami rilis dengan mengutamakan kecepatan, sehingga bersifat sementara dan bisa berubah,” demikian keterangan tertulis dari BMKG.
Gayo Lues berada di kawasan pegunungan tengah Aceh yang secara geologis termasuk dalam zona sesar aktif. Aktivitas seismik dalam skala kecil hingga sedang kerap terjadi di wilayah ini, meski sebagian besar tergolong tidak berbahaya. Namun demikian, keberadaan komunitas masyarakat di lereng perbukitan menjadikan perlunya peringatan dini terhadap risiko bencana sekunder seperti longsor, terutama dalam periode curah hujan meningkat.
Kepala Pos Pengamatan BMKG di Aceh Tengah menyatakan pihaknya akan terus memantau perkembangan aktivitas seismik di kawasan dataran tinggi Gayo. Ia juga mengimbau masyarakat untuk tidak mempercayai informasi yang belum terverifikasi, serta memastikan hanya merujuk pada saluran resmi BMKG dan instansi pemerintah lainnya dalam memperoleh kabar terkait gempa.
Pemerintah daerah dan aparat penanggulangan bencana setempat juga telah diinstruksikan untuk tetap siaga, meskipun laporan lapangan sejauh ini menunjukkan situasi masih dalam kondisi aman dan terkendali. Tim gabungan dari BPBD bersama relawan lokal akan tetap melakukan pengawasan di titik-titik rawan untuk memastikan tidak ada potensi gangguan susulan yang membahayakan keselamatan warga.
Masyarakat diimbau tetap tenang, namun tidak lengah menghadapi dinamika alam di wilayah rawan gempa. Pengetahuan dasar mengenai mitigasi bencana serta kesiapsiagaan dalam evakuasi dinilai penting untuk terus ditanamkan, seiring tingginya aktivitas seismik di bagian barat dan tengah Provinsi Aceh dalam beberapa waktu terakhir. (red)








































