slot preparation.lsrs.lu

Kunjungan Gubernur Kaltim Pererat Solidaritas, Bawa Bantuan dan Program Pendidikan untuk Masyarakat Terdampak Bencana di Aceh

Redaksi Bara News

- Redaksi

Senin, 5 Januari 2026 - 00:03 WIB

50278 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ACEH BESAR — Wakil Gubernur Aceh, H. Fadhlullah, SE., bersama Ketua Tim Penggerak PKK Aceh, Marlina Muzakir, menyambut kedatangan Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud, di Bandara Sultan Iskandar Muda, Aceh Besar, Jumat (2/1/2026). Kunjungan ini menjadi simbol kuat solidaritas antar daerah, sekaligus wujud kepedulian Pemerintah dan masyarakat Kalimantan Timur terhadap masyarakat Aceh yang terdampak banjir bandang dan tanah longsor.

Turut hadir dalam penjemputan tersebut Wali Kota Banda Aceh, Kepala Biro Administrasi Pimpinan Setda Aceh, serta Kepala Biro Isra Setda Aceh. Ketua Tim Penggerak PKK Kalimantan Timur, Sarifah Suraidah, yang juga mendampingi rombongan Gubernur Kaltim, menyatakan dukungan khusus terhadap perempuan dan keluarga di daerah-daerah terdampak bencana.

Dalam pertemuan hangat yang berlangsung di ruang VIP bandara, Wakil Gubernur Aceh menyampaikan langsung kondisi terkini di berbagai wilayah yang hingga kini masih dalam masa pemulihan. Fadhlullah menggambarkan betapa masifnya kerusakan yang terjadi setelah banjir bandang dan longsor menerjang sejumlah kabupaten di Aceh sejak akhir Desember lalu. Ia menyebut banyak lahan sawah kini berubah fungsi akibat tertimbun material, dan sebagian bahkan berada pada posisi lebih tinggi dari badan jalan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Bahkan, sawah-sawah warga kini tertutup material banjir hingga berubah menjadi daratan, dan di beberapa lokasi ketinggian lahan persawahan lebih tinggi dibandingkan badan jalan raya,” ujar Fadhlullah.

Atas nama Pemerintah Aceh dan seluruh masyarakat yang terdampak, Fadhlullah menyampaikan apresiasi mendalam kepada Rudy Mas’ud serta seluruh warga Kalimantan Timur atas bantuan dan perhatian yang terus mengalir. Ia menegaskan bahwa kunjungan ini bukan sekadar simbolik, melainkan bentuk nyata ikatan persaudaraan antara dua provinsi di ujung barat dan timur Indonesia.

“Kami menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya. Hubungan Aceh dan Kalimantan Timur terjalin sangat baik. Kehadiran langsung sahabat kami ke Aceh menjadi penguat moril bagi masyarakat. Bantuan yang diberikan akan kami teruskan kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan,” katanya.

Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud, dalam sambutannya menyampaikan rasa duka dan solidaritas atas musibah yang terjadi di Aceh. Ia menegaskan bahwa pihaknya sejak awal berkomitmen untuk terus mendampingi masyarakat Aceh dalam masa-masa sulit, baik melalui bantuan finansial maupun kehadiran relawan.

“Kami berharap Aceh dapat segera pulih dan bangkit seperti sedia kala. Masyarakat Kalimantan Timur ikut merasakan duka yang dialami saudara-saudara kami di Aceh,” ujar Rudy.

Pada kunjungan tersebut, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur menyalurkan bantuan kemanusiaan senilai Rp1,5 miliar, yang berasal dari himpunan solidaritas masyarakat Kaltim. Selain itu, tim relawan juga telah diturunkan ke lokasi terdampak, khususnya di Aceh Tamiang, untuk membantu proses pembersihan, distribusi logistik, serta layanan kemanusiaan lainnya.

Gubernur Rudy Mas’ud juga menyampaikan inisiatif jangka panjang berupa program bantuan pendidikan bagi pemuda Aceh. Dalam program tersebut, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur menyediakan kuota beasiswa penuh bagi 2.000 mahasiswa asal Aceh yang ingin melanjutkan pendidikan di Kalimantan Timur. Seluruh biaya pendidikan dan akomodasi akan ditanggung pemda setempat sebagai bentuk kontribusi terhadap pembangunan masa depan Aceh pascabencana.

Ia berharap, program pendidikan ini tidak hanya menjadi solusi bagi para pemuda di tengah keterbatasan pascabencana, tetapi juga menjadi pijakan awal dalam memperkuat kerja sama antar daerah dalam bidang sumber daya manusia.

Kunjungan dan bantuan dari Kalimantan Timur ini menambah panjang daftar provinsi yang menunjukkan empati dan kontribusi terhadap upaya pemulihan Aceh setelah diterjang bencana. Pemerintah Aceh sendiri terus memperkuat koordinasi lintas daerah dan kementerian guna memastikan percepatan pemulihan di semua sektor, terutama pemulihan infrastruktur dasar dan pelayanan publik di daerah terdampak. (*)

Berita Terkait

Jumat Perdana November 2026, Inilah Daftar Khatib se Aceh Besar
Belajar Tak Hanya di Ruang Kelas, 67 Siswa SMP Islam Cendekia Darussalam Jelajahi Dunia Edukasi dan Teknologi di Amanah
Pelaksanaan Syariat Islam Tak Cukup dengan Regulasi
Daftar Khatib dan Imam Shalat Jum’at se-Aceh Besar, 16 Oktober 2026 / 5 Jumadil Awwal 1448 Hijriah
Sudaryono Lantik Pengurus HKTI Aceh, T.A. Khalid Jabat Ketua
Gema Keakraban dan Mangulosi Mahasiswa Baru Sumatera Utara Kembali Digelar: Tradisi budaya, Identitas, dan Solidaritas di Tanah Rantau
Bahagia Tak Selalu Harus Dicari Jauh-Jauh
PDAM Tirta Mountala Tertibkan Dugaan Sambungan Air Ilegal di Neuheun

Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 16:06 WIB

ICW dan Trend Asia Ungkap Belanja Teknologi Pengawasan Polri Capai Rp35,9 Triliun

Jumat, 6 November 2026 - 15:59 WIB

Dua Pejabat Senior KPK Kembali ke Kejaksaan Agung Setelah Lebih dari 10 Tahun Bertugas

Jumat, 6 November 2026 - 15:51 WIB

Pemerintah Buka Rekrutmen CPNS November 2026 untuk Penyegaran dan Program Prioritas

Jumat, 6 November 2026 - 15:45 WIB

Polemik Ijazah Gibran dan Wacana Pemakzulan di Parlemen

Jumat, 6 November 2026 - 14:13 WIB

Kemendikdasmen Belum Tindaklanjuti Putusan MA soal Pembatalan Suket Ijazah Wapres Gibran

Jumat, 6 November 2026 - 14:05 WIB

Kepala BIN Sebut Penyadapan Presiden Prabowo Mengarah Makar, Empat Jenderal Polri Jadi Tersangka

Jumat, 6 November 2026 - 13:31 WIB

Skandal Penyadapan 6.000 Nomor Seret Eks Kapolri, Nama Jokowi dan Lingkarannya Justru Absen dari Daftar

Jumat, 6 November 2026 - 02:41 WIB

Jokowi Keberatan Ijazah UGM Diuji Labfor Ulang di Sidang Roy Suryo

Berita Terbaru

NASIONAL

Polemik Ijazah Gibran dan Wacana Pemakzulan di Parlemen

Jumat, 6 Nov 2026 - 15:45 WIB