slot preparation.lsrs.lu

Pemerintah Upayakan Skema Khusus untuk Anak Sekolah Gayo Lues yang Orang Tuanya Terdampak Banjir

Redaksi Bara News

- Redaksi

Minggu, 4 Januari 2026 - 04:47 WIB

50484 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

GAYO LUES | Pemerintah pusat memberikan perhatian serius terhadap keberlanjutan pendidikan anak-anak korban bencana di Kabupaten Gayo Lues, Aceh, termasuk mereka yang saat ini sedang menempuh pendidikan di luar daerah. Hal ini disampaikan oleh Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto saat melakukan kunjungan kerja dan dialog langsung bersama warga terdampak banjir bandang dan longsor, Sabtu (3/1/2026).

Dalam pertemuan tersebut, sejumlah warga menyuarakan kekhawatiran mereka terkait masa depan pendidikan anak-anak mereka yang bersekolah dan kuliah di luar Gayo Lues. Seorang warga menyampaikan bahwa banyak anak dari desanya yang saat ini berkuliah di Banda Aceh, Medan, hingga Yogyakarta, namun akibat bencana yang memporak-porandakan kehidupan mereka, orang tua khawatir tidak mampu lagi membiayai kebutuhan pendidikan. Warga pun berharap adanya dukungan pemerintah agar anak-anak mereka tidak putus sekolah.

Menanggapi hal itu, Suharyanto menjelaskan bahwa meskipun BNPB bukan lembaga yang memberikan layanan pendidikan secara langsung, pemerintah pusat akan mengusahakan skema pembebasan biaya pendidikan bagi anak-anak Gayo Lues yang orang tuanya terdampak bencana. Ia meminta pemerintah daerah untuk mendata para pelajar, mahasiswa, atau santri yang saat ini sedang berada di luar daerah guna menjadi dasar pengajuan kepada kementerian terkait.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Paling tidak ada skemanya, untuk yang terdampak, putra-putrinya sedang bersekolah di luar daerah, itu sementara dibebaskan dari biaya kuliah,” ujar Suharyanto. Ia menambahkan bahwa semangat gotong royong sebenarnya sudah mulai terlihat di beberapa daerah, di mana masyarakat membantu pelajar korban bencana dengan menyediakan makan, tempat tinggal, bahkan menanggung sebagian biaya hidup.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Kampung Agusen juga menyampaikan kondisi terkini pendidikan darurat di lokasi pengungsian. Menurutnya, sejak lebih dari sebulan tinggal di pengungsian, masyarakat tetap berupaya menjalankan proses belajar-mengajar mandiri bersama Dinas Pendidikan. Untuk jenjang PAUD hingga SMP, kegiatan belajar sementara dilakukan di tenda-tenda pengungsian dan sekolah terdekat.

Pendidikan tingkat rendah hingga kelas 3 dilakukan di tenda bantuan BNPB, sedangkan kelas 4 hingga kelas 9 dialihkan ke SMP terdekat, yaitu SMP Negeri 2. Upaya ini dilakukan sambil menunggu dibangunnya kembali hunian tetap oleh pemerintah. Kepala kampung juga menyampaikan bahwa sebagian warga masih bertahan di wilayah Kampung Agusen untuk menjaga harta benda yang tersisa, terutama perkebunan kopi. Namun, kondisi di lapangan semakin berat karena menyangkut kebutuhan dasar, keterbatasan ruang belajar, dan tekanan emosional di tengah ketidakpastian pemulihan.

Kepala BNPB mengapresiasi inisiatif masyarakat dan pihak sekolah yang tetap menjalankan roda pendidikan meski dalam keterbatasan. Menurutnya, meskipun fokus utama saat ini adalah pemulihan infrastruktur dan hunian, aspek pendidikan tidak boleh diabaikan. Ia menyebut, hal yang dilakukan warga sudah tepat dan akan didukung oleh pemerintah.

“Sudah sangat betul sekali ya apa yang tadi disampaikan Bapak untuk sekolah. Ini luar biasa, dan bentuk semangat bahwa pendidikan tetap jalan di tengah kesulitan. Pemerintah akan bantu agar ini bisa terus berjalan,” ucapnya.

Suharyanto menjelaskan bahwa aspek pendidikan akan menjadi bagian dari fase pemulihan jangka menengah yang lebih luas, termasuk pemulihan ekonomi, permukiman, dan sosial masyarakat. Selain hunian dan bantuan logistik, BNPB juga mencatat adanya kebutuhan pendukung pendidikan seperti tenda tambahan, perlengkapan belajar, dan dukungan psikososial bagi anak-anak pengungsi. Ia menyatakan bahwa semua hal ini akan dikoordinasikan dengan kementerian dan lembaga terkait, seperti Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi serta Kementerian Sosial.

Pemerintah juga membuka ruang partisipasi masyarakat dan aparat desa dalam menyampaikan data dan kebutuhan mendesak agar bantuan dapat tepat sasaran. Pendataan pelajar dan mahasiswa yang membutuhkan dukungan pendidikan menjadi hal yang sangat penting untuk memastikan mereka tidak tertinggal akibat bencana yang terjadi.

Dengan komitmen tersebut, diharapkan tidak ada anak dari Gayo Lues yang terputus pendidikannya. Pemerintah daerah dan pusat akan terus bersinergi untuk menjaga keberlanjutan masa depan generasi muda, meskipun mereka tengah menghadapi ujian bencana yang berat. Semangat warga untuk tetap menjalankan aktivitas belajar dalam keadaan darurat menjadi cermin ketangguhan dan harapan yang tidak boleh disia-siakan. (*)

Berita Terkait

Penertiban Pedagang di Blangkejeren Dinilai Tebang Pilih, Lapak Pedagang Buah Dibongkar
Satgas TMMD Kerjakan Pembuatan Gorong gorong di titik Tiga
Longsor di Tiga Titik Tutup Total Jalan Lintas Kutacane-Blangkejeren, Kendaraan Roda Dua dan Roda Empat Tak Bisa Melintas
Normalisasi Sungai Jadi Kunci di Gayo Lues, Jembatan Putus Hambat Evakuasi Warga
Ratusan Hektare Sawah di Gayo Lues Kembali Panen Pascabencana Banjir 2025
Pemkab Gayo Lues Kebut Penyerapan Dana TKD untuk Pemulihan Infrastruktur Pascabencana
Pemkab Gayo Lues Berpacu dengan Waktu di Tengah Keterbatasan Anggaran untuk Pulihkan Infrastruktur Pascabencana
Warga dan Satgas TMMD Antusias bangun 5 Unit RTLH di Kampung Gajah

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 10:11 WIB

LSM ABA Dukung Kapolri Usut Tuntas Dugaan Penyadapan Presiden, Suryadi: Jangan Ada yang Kebal Hukum!

Selasa, 3 November 2026 - 11:15 WIB

Gampong Gunong Geulogo Gelar Rembuk Stunting 2026, Perkuat Komitmen Percepatan Penurunan Stunting

Selasa, 3 November 2026 - 10:34 WIB

DPMGP4 Nagan Raya Luncurkan Sosialisasi SIMPADU-NARA, Pengajuan Dana Desa Kini Lebih Mudah dan Transparan

Senin, 2 November 2026 - 13:26 WIB

Kapolres Nagan Raya Berikan Penghargaan kepada 63 Personel Berprestasi, Apresiasi Dedikasi dan Kinerja dalam Pelaksanaan Tugas

Minggu, 1 November 2026 - 20:10 WIB

Bupati TRK Tinjau Kesiapan Bandara Cut Nyak Dhien, Persiapan Sambut Kedatangan Presiden Prabowo Capai 85 Persen

Minggu, 1 November 2026 - 12:10 WIB

Polres Nagan Raya Bersama BNN Temukan dan Musnahkan Ladang Ganja Seluas 20 Hektare di Kawasan Pegunungan

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 11:25 WIB

Peringati Maulid Nabi Muhammad SAW, SD Negeri Babah Rout Tanamkan Nilai Keteladanan dan Akhlak Mulia kepada Siswa

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 03:05 WIB

Istri Kunci Kamar Rumah Dinas hingga Pagi, Ketua DPRK Nagan Raya Dilaporkan ke Polisi dan Desakan PAW Menguat

Berita Terbaru

GAYO LUES

Satgas TMMD Kerjakan Pembuatan Gorong gorong di titik Tiga

Rabu, 4 Nov 2026 - 12:42 WIB