Bupati Aceh Tenggara Minta Warga Tetap Tenang, Ajak Aparatur dan Mahasiswa Jaga Kondusifitas

Redaksi Bara News

- Redaksi

Senin, 1 September 2025 - 16:00 WIB

50466 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kutacane – Bupati Aceh Tenggara, H. M. Salim Fakhry, menggelar rapat koordinasi (Rakor) untuk mengantisipasi perkembangan situasi nasional dan menjaga keamanan di wilayahnya. Kegiatan digelar di Oproom Sekretariat Daerah Kabupaten Aceh Tenggara, Senin (1/9/2025).

Rakor dihadiri Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Ketua Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU), Sekretaris Daerah, para asisten, staf ahli bupati, seluruh kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), camat, instansi vertikal, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, organisasi masyarakat, serta perwakilan mahasiswa se-Kabupaten Aceh Tenggara.

Dalam arahannya, Bupati Salim Fakhry menegaskan pentingnya menjaga ketenangan dan tidak mudah terprovokasi oleh isu negatif. “Aceh Tenggara harus tetap menjadi daerah yang aman dan damai, meski di tengah dinamika nasional,” ujarnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia menekankan bahwa pemerintah tidak melarang masyarakat dan mahasiswa untuk menyampaikan aspirasi. Namun, semua harus dilakukan sesuai aturan, tertib, dan tidak bersifat provokatif atau anarkis. Pemerintah daerah terbuka terhadap masukan yang bersifat membangun, sambil mengajak semua pihak menjaga keutuhan NKRI.

Selain itu, Bupati menyampaikan duka cita atas korban yang terjadi dalam aksi unjuk rasa sebelumnya. Ia juga mengimbau seluruh aparatur pemerintah agar berhati-hati dalam menyampaikan pernyataan agar tidak menimbulkan isu SARA atau ketegangan sosial.

Kepala Kejaksaan Negeri Aceh Tenggara, Lilik Setiyawan, meminta peserta rakor menyebarkan pesan damai melalui media. “Aspirasi boleh disampaikan, tapi harus sesuai aturan. Jangan sampai masyarakat terprovokasi,” kata Lilik.

Dandim 0108/Agara, Letkol Czi Arya Murdiyantoro, menegaskan pihaknya telah menyiapkan langkah pengamanan sesuai prosedur. Fasilitas publik seperti gudang Bulog, SPBU, dan fasilitas negara lainnya juga menjadi fokus pengamanan untuk mencegah potensi aksi anarkis.

Kapolres Aceh Tenggara, AKBP Yulhendri, menegaskan kebebasan masyarakat untuk menyampaikan pendapat dijamin undang-undang, tetapi harus dilakukan dengan tertib dan tidak merusak fasilitas umum.

Menutup rakor, Bupati Salim Fakhry mengajak seluruh pihak berpartisipasi aktif menjaga keamanan dan ketertiban Aceh Tenggara. “Saya yakin masyarakat kita mampu menahan diri dan tidak terprovokasi. Mari kita jaga Aceh Tenggara tetap aman dan kondusif,” tutupnya. (*)

Berita Terkait

Belanja Anggaran Pembangunan Infrastruktur Aceh Tenggara Capai 29 Persen, Kepala BPKD Tegaskan Transparansi
Yahdi Hasan Apresiasi Pengabdian Tepian Negeri Chapter 4 Aceh Tenggara
Subuh Keliling dan Jumat Curhat, Kapolres Aceh Tenggara Bangun Kedekatan Bersama Warga Semadam
Tak Sekadar Apel, Kapolres Aceh Tenggara Cek Langsung Kesiapan Polsek Badar Pastikan Siap Layani Masyarakat
Dinsos Aceh Tenggara Pastikan Bantuan Banjir Disalurkan Transparan dan Tepat Sasaran
Dinsos Aceh Tenggara Borong Penghargaan di HUT Kabupaten ke-51
Pastikan Program Berjalan Optimal, Kapolres Aceh Tenggara Tinjau Dua SPPG Yayasan Kemala Bhayangkari
Kapolres Aceh Tenggara Pimpin Anev Mingguan, Evaluasi Kinerja dan Perkuat Kesiapsiagaan Jajaran

Berita Terkait

Minggu, 23 Agustus 2026 - 17:42 WIB

Presiden Prabowo Instruksikan Penambahan Peralatan Tangani Karhutla di Kalimantan

Minggu, 23 Agustus 2026 - 17:36 WIB

Presiden Prabowo Tegaskan Penegakan Hukum terhadap Pelaku Pembakaran Lahan di Kubu Raya

Minggu, 23 Agustus 2026 - 17:25 WIB

Presiden Prabowo Dijadwalkan Kunjungi NTT untuk Tinjau Korban Gempa

Minggu, 23 Agustus 2026 - 07:51 WIB

Ekspor Monyet Ekor Panjang Kembali Digulirkan, Pakar Peringatkan Konsekuensi Lingkungan dan Etika

Minggu, 23 Agustus 2026 - 07:37 WIB

Geng Solo, Sjafrie, atau Dasco? Budayawan Sujiwo Tejo Soroti Pudarnya Persaudaraan dan Fenomena Militerisme Sipil

Minggu, 23 Agustus 2026 - 07:25 WIB

Kenaikan Anggaran Pendidikan 2027 Disorot DPR, Kesejahteraan Guru Dinilai Belum Jadi Prioritas

Minggu, 23 Agustus 2026 - 07:17 WIB

Mahkamah Agung Terbitkan Pedoman Baru, Putusan Bebas Tidak Bisa Diajukan Banding atau Kasasi

Minggu, 23 Agustus 2026 - 07:05 WIB

Dugaan Pengalihan Isu dalam Kasus Mantan Jampidsus Jadi Sorotan, Publik Desak Transparansi

Berita Terbaru