Viral, Beredar Video Warga Terandam Tinggal di Rumah Reyot, Kemerdekaan Masih Jauh dari Genggaman

Redaksi Bara News

- Redaksi

Senin, 4 Agustus 2025 - 03:43 WIB

50974 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kutacane, Baranews — Sebuah tayangan siaran langsung berdurasi lebih dari tiga belas menit yang diunggah oleh akun Facebook Agus Liadi Sawang memicu gelombang keprihatinan publik. Video tersebut memperlihatkan kenyataan getir seorang warga di Desa Terandam, Kecamatan Babussalam, Kabupaten Aceh Tenggara, yang tinggal dalam rumah tak layak huni—sebuah potret kemiskinan yang mencolok di tengah gegap gempita persiapan perayaan HUT ke-80 Republik Indonesia.

“Di bulan Agustus ini, saat kita merayakan kemerdekaan, tetapi masih ada saudara kita yang hidup seperti ini,” kata Agus dalam video itu sambil menunjukkan kondisi rumah yang nyaris roboh, atap bolong, dinding lapuk, dan lantai tanah yang becek. Seorang perempuan yang disebut sebagai Kak Nur tinggal di tempat itu bersama anaknya, mengais rezeki dari mengumpulkan barang bekas, tanpa jaminan makan pasti setiap hari.

Di tengah ajakan pemerintah untuk mengibarkan bendera merah putih, suara dari Desa Terandam justru menggugah pertanyaan mendasar: apa arti merdeka bagi rakyat yang tak mampu membeli sehelai bendera sekalipun?

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kalau ini masih disebut negara merdeka, tolong jelaskan pada rakyat seperti kami yang hidup begini,” ujar Agus dengan nada getir. Ia secara terang-terangan menyebut kondisi tersebut bukan sekadar “di bawah garis kemiskinan”, melainkan “tidak layak untuk ditinggali”.

Dalam video itu, ia menyampaikan permohonan terbuka kepada Bupati Aceh Tenggara, Haji Muhammad Salim Fakhri, agar turun tangan langsung melihat kondisi rakyatnya. Ia juga menyebut nama-nama anggota DPRK dan DPRA dari daerah pemilihan Aceh Tenggara, menantang mereka untuk tidur satu malam saja di rumah Kak Nur. “Agar tahu rasanya. Kalau masih bisa tertawa di pesta kemerdekaan, coba datang ke sini dulu,” ujarnya.

Ini bukan kali pertama kondisi rumah tersebut diungkap ke publik. Beberapa tahun lalu, rumah yang sama pernah disorot melalui media sosial oleh akun yang sama, namun tak ada perubahan berarti hingga kini. “Sudah pernah diekspose. Tapi nyatanya, beberapa tahun berlalu, tetap begini juga,” katanya.

Ironisnya, menurut Agus, banyak program bantuan pemerintah justru salah sasaran. “Yang layak malah tidak dapat, yang rumahnya masih bagus malah dibantu,” ujarnya getir.

Tayangan itu pun memuat ajakan yang tidak biasa: agar para pejabat menyisihkan uang pribadi, bahkan uang sisa beli rokok, untuk membangun rumah layak bagi rakyatnya. “Kalau bapak nyumbang dua juta, saya juga dua juta. Walaupun saya rakyat biasa. Kita sama-sama bantu.”

Video tersebut bukan hanya seruan kemanusiaan, tetapi juga teguran moral yang tajam. Disaat elite daerah sibuk berpose di panggung perayaan, masih ada warga yang hidup di tengah lumpur dan dinding lapuk tanpa jaminan masa depan.

“Ini baru satu sudut dari Aceh Tenggara. Masih banyak yang lebih parah dari ini,” katanya di akhir video, sebelum menutup dengan salam dan harapan agar video itu sampai ke telinga pejabat pusat, bahkan Presiden.

Hingga berita ini disusun, belum ada tanggapan resmi dari Pemerintah Kabupaten Aceh Tenggara maupun para anggota legislatif yang disebutkan. Namun unggahan dari akun Agus Liadi Sawang ini telah ditonton lebih dari 14 ribu kali dan memantik diskusi hangat di berbagai lini media sosial: tentang siapa sebenarnya yang telah benar-benar merdeka. https://www.facebook.com/agus.l.sawang/videos/2591184214565152

(RED)

Berita Terkait

Belanja Anggaran Pembangunan Infrastruktur Aceh Tenggara Capai 29 Persen, Kepala BPKD Tegaskan Transparansi
Yahdi Hasan Apresiasi Pengabdian Tepian Negeri Chapter 4 Aceh Tenggara
Subuh Keliling dan Jumat Curhat, Kapolres Aceh Tenggara Bangun Kedekatan Bersama Warga Semadam
Tak Sekadar Apel, Kapolres Aceh Tenggara Cek Langsung Kesiapan Polsek Badar Pastikan Siap Layani Masyarakat
Dinsos Aceh Tenggara Pastikan Bantuan Banjir Disalurkan Transparan dan Tepat Sasaran
Dinsos Aceh Tenggara Borong Penghargaan di HUT Kabupaten ke-51
Pastikan Program Berjalan Optimal, Kapolres Aceh Tenggara Tinjau Dua SPPG Yayasan Kemala Bhayangkari
Kapolres Aceh Tenggara Pimpin Anev Mingguan, Evaluasi Kinerja dan Perkuat Kesiapsiagaan Jajaran

Berita Terkait

Minggu, 23 Agustus 2026 - 17:42 WIB

Presiden Prabowo Instruksikan Penambahan Peralatan Tangani Karhutla di Kalimantan

Minggu, 23 Agustus 2026 - 17:36 WIB

Presiden Prabowo Tegaskan Penegakan Hukum terhadap Pelaku Pembakaran Lahan di Kubu Raya

Minggu, 23 Agustus 2026 - 17:25 WIB

Presiden Prabowo Dijadwalkan Kunjungi NTT untuk Tinjau Korban Gempa

Minggu, 23 Agustus 2026 - 07:51 WIB

Ekspor Monyet Ekor Panjang Kembali Digulirkan, Pakar Peringatkan Konsekuensi Lingkungan dan Etika

Minggu, 23 Agustus 2026 - 07:37 WIB

Geng Solo, Sjafrie, atau Dasco? Budayawan Sujiwo Tejo Soroti Pudarnya Persaudaraan dan Fenomena Militerisme Sipil

Minggu, 23 Agustus 2026 - 07:25 WIB

Kenaikan Anggaran Pendidikan 2027 Disorot DPR, Kesejahteraan Guru Dinilai Belum Jadi Prioritas

Minggu, 23 Agustus 2026 - 07:17 WIB

Mahkamah Agung Terbitkan Pedoman Baru, Putusan Bebas Tidak Bisa Diajukan Banding atau Kasasi

Minggu, 23 Agustus 2026 - 07:05 WIB

Dugaan Pengalihan Isu dalam Kasus Mantan Jampidsus Jadi Sorotan, Publik Desak Transparansi

Berita Terbaru