HOTELBET slot preparation.lsrs.lu

Dua Pemuda Gayo Terjebak di Kamboja, Diaspora Minta Pemerintah Daerah Lebih Sigap Tangani PMI Korban TPPO

Redaksi Bara News

- Redaksi

Senin, 28 Juli 2025 - 20:16 WIB

501,578 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Birmingham, Baranews — Dua pemuda asal dataran tinggi Gayo, Aceh Tengah dan Bener Meriah, masih terjebak di Kamboja setelah menjadi korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO). Al Muttakim dan Muhammad Fahmi, masing-masing dari Aceh Tengah dan Bener Meriah, sebelumnya bekerja di negara tersebut namun tersangkut dalam jaringan penipuan daring (online scammer) yang kerap menjebak Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Asia Tenggara.

Informasi terbaru disampaikan oleh Yusradi Usman al-Gayoni, diaspora Indonesia-Inggris asal Gayo yang juga merupakan inisiator World Gayonese Community (Diaspora Gayo Dunia), melalui sambungan pesan WhatsApp dari Birmingham, Inggris, Senin (28/7/2025).

Menurut Yusradi, saat ini kedua pemuda tersebut tengah mengurus dokumen perjalanan darurat setelah paspor dan visa mereka ditahan oleh pihak tempat kerja. “Mereka masih mengurus SPSP dan visa, karena paspor dan visa mereka ditahan di tempat kerja. Alhamdulillah, Rabu kemarin (23/7/2025), mereka sudah mengurus Surat Perjalanan Laksana Paspor (SPLP) ke KBRI di Phnom Penh. Kebetulan, dekat dari tempat menginap mereka. Cuma jalan kaki. Tetap perlu biaya, masing-masing sekitar 35 dolar,” ujarnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Setelah SPLP selesai, keduanya harus mengurus visa di kantor imigrasi setempat yang jaraknya cukup jauh. Proses tersebut memerlukan setidaknya tiga kali perjalanan bolak-balik dari tempat tinggal mereka. Selain biaya visa yang mencapai 40 dolar AS per orang, mereka juga harus menanggung ongkos transportasi, tempat tinggal sementara, serta kebutuhan makan dan minum sehari-hari.

Yusradi berharap seluruh dokumen keimigrasian dapat selesai dalam minggu ini agar ada kejelasan mengenai kapan keduanya bisa kembali ke Indonesia. Namun, persoalan belum berhenti di sana. Biaya kepulangan dari Kamboja ke Indonesia masih menjadi kendala besar.

“Untuk Al Muttakim, menurut informasi dibantu Pemkab Aceh Tengah. Tapi, belum ada kepastian dan kabar terbaru. Keluarga juga sudah ke Baitul Mal Kabupaten Aceh Tengah. Untuk Fahmi, masih difasilitasi bertemu dengan Bupati, Wakil atau Sekda. InsyaAllah hari ini bertemu. Harapannya, sebelum SPLP dan Visa selesai, sudah ada kepastian, yang membantu biaya kepulangan ke Indonesia, sampai Tanoh Tembuni, Aceh Tengah dan Bener Meriah. Kalau tidak, alternatif terakhir, eteng-eteng iyak,” ungkap Yusradi, merujuk pada sumbangan sukarela.

Di tengah berbagai keterbatasan itu, Yusradi menilai perlunya peran lebih aktif dari pemerintah kabupaten di dataran tinggi Gayo. Menurut dia, Pemkab Aceh Tengah dan Bener Meriah harus menyediakan layanan pengaduan khusus bagi warga yang bekerja di luar negeri, terutama di negara-negara ASEAN yang kerap menjadi lokasi rawan eksploitasi pekerja migran.

“Perkiraan saya, masih ada, di luar Al Muttakim dan Fahmi, tambah sebelumnya Tanwir Ayubi dan Feri Safuan. Termasuk, negara lainnya di ASEAN. Hanya saja, belum terdata dan tidak komunikasi. Alhasil, saat ada yang mengalami kasus yang sama, mereka bisa langsung melapor ke pemerintah daerah,” jelasnya.

Selain layanan pengaduan, Yusradi juga menyoroti pentingnya sosialisasi dan edukasi terkait peluang kerja di luar negeri. Ia mendorong agar dinas-dinas terkait aktif memberikan pemahaman tentang prosedur legal dan risiko bekerja sebagai PMI, agar masyarakat tidak terjebak oleh tawaran pekerjaan yang menjebak.

Menurutnya, akar dari semua persoalan ini adalah minimnya lapangan kerja dan kesempatan usaha di daerah asal. Hal itu mendorong banyak anak muda mencoba peruntungan ke luar negeri tanpa perlindungan memadai. Karena itu, ia mendorong pemerintah daerah untuk serius mengupayakan masuknya investasi ke kawasan pedalaman Aceh, guna membuka lapangan kerja lokal yang layak dan berkelanjutan.

“Saya melihat, persoalan utamanya lebih pada kurangnya kesempatan kerja di daerah, ingin mendapatkan pengalaman lebih, selain penghasilan lebih. Untuk jangka panjang, juga perlu dikuatkan semangat entrepreneurship, sehingga akan lahir entrepreneur-entrepreneur baru,” tutup Yusradi Usman al-Gayoni. (RED)

Berita Terkait

Tani Merdeka Aceh, APPSI, dan SPPG Sepakat Jalin Kerja Sama untuk Serap Hasil Pertanian Lokal
Bupati Bener Meriah Tagore Abubakar Dukung Penuh Pemekaran Provinsi ALA, Sebut Amanat Pasal 18B UUD 1945
Demo Biaya Hidup di Prancis Berujung Ricuh, Ribuan Ditangkap dan Ratusan Polisi Terluka
Malaysia Desak Isu Kabut Asap Lintas Negara Jadi Agenda Serius di ASEAN
Singapura Layangkan Notifikasi Hukum, Pemerintah Indonesia Fokus Penanganan Karhutla di Lapangan
Ditegur Singapura, Negara Kalah Tegas: Tujuh Korporasi Indonesia Diancam Denda Akibat Ekspor Kabut Asap
Singapura Layangkan Surat kepada Tujuh Perusahaan Indonesia Terkait Kabut Asap Lintas Batas
Anggota Parlemen Malaysia Desak ASEAN Protes Diplomatik Soal Kabut Asap, Modal Perusahaan Malaysia di Indonesia Ikut Disorot

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 13:19 WIB

Ridwansyah Dorong Petani Kopi di Gayo Lues Kembangkan Tembakau dengan Pola Tumpang Sari

Kamis, 22 Oktober 2026 - 12:22 WIB

TMMD ke-130 Kodim 0113/Gayo Lues Kebut Pembangunan Jalan Huntara

Rabu, 21 Oktober 2026 - 19:17 WIB

Brigjen TNI (Mar) Guslin Tinjau Normalisasi Sungai Aih Bobo, 13 Ekskavator Bantuan Presiden Telah Beroperasi di Blangkejeren

Rabu, 21 Oktober 2026 - 18:14 WIB

Pemerintah Pusat Kirim 16 Alat Berat untuk Percepat Pemulihan Pascabanjir di Gayo Lues

Rabu, 21 Oktober 2026 - 10:34 WIB

Pembangunan 5 unit RTLH di Kampung Gajah Program TMMD ke-130 Dikerjakan Secara Gotong-royong

Rabu, 21 Oktober 2026 - 01:00 WIB

Sambut Hari Jadi Humas Polri ke-75, Polres Gayo Lues Gelar Donor Darah

Selasa, 20 Oktober 2026 - 11:20 WIB

Satgas TMMD ke-130 Pasang Gorong-gorong pada Pembukaan Jalan Menuju Huntara

Senin, 19 Oktober 2026 - 21:42 WIB

Excavator Tertimbun Longsor Susulan di Jalan Ketukah Gayo Lues, Operator Lompat Selamatkan Diri

Berita Terbaru