PDAM Tirta Agara Dukung Penuh Langkah Bupati Salim Fakhry Berantas Narkoba di Aceh Tenggara

Redaksi Bara News

- Redaksi

Rabu, 18 Juni 2025 - 02:26 WIB

50198 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kutacane — Dalam semangat memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-51, Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Agara menunjukkan komitmennya untuk tidak hanya menjadi pelayan kebutuhan air bersih masyarakat, tetapi juga sebagai garda moral dan sosial dalam menghadapi ancaman nyata peredaran narkoba di wilayah Aceh Tenggara.

Di tengah perayaan usia emas lembaga pelayanan publik ini, Direktur PDAM Tirta Agara, Wahyu Irawan, ST, menyampaikan pernyataan dukungan tegas terhadap kebijakan Bupati Aceh Tenggara, Drs. H. Salim Fakhry, dalam upaya memberantas peredaran narkoba dari akar hingga ke permukaan.

Dukungan ini tidak datang begitu saja, melainkan lahir dari keprihatinan mendalam atas kondisi sosial yang mulai tergerus oleh dampak buruk narkotika. Wahyu Irawan menyampaikan bahwa narkoba bukan hanya sekadar pelanggaran hukum, tetapi merupakan ancaman sistemik terhadap keberlangsungan hidup generasi muda Aceh Tenggara.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kami memandang bahwa peredaran narkoba adalah sumber dari banyak bentuk kerusakan: kriminalitas, kekerasan, degradasi moral, dan kehancuran keluarga. Bila ini tidak diberantas secara menyeluruh, maka generasi masa depan Aceh Tenggara akan berada di ambang kehancuran,” ujar Wahyu kepada wartawan pada Selasa, 17 Juni 2025.

Menurut Wahyu, langkah Bupati Salim Fakhry dalam menginstruksikan seluruh jajaran pemerintah daerah, tokoh masyarakat, tokoh adat, pemuda, dan aparat keamanan untuk bersatu memerangi narkoba adalah langkah strategis yang harus diapresiasi dan diperkuat oleh semua kalangan.

“Kami di PDAM Tirta Agara dengan tegas dan sepenuh hati mendukung program tersebut. Ini bukan hanya program pemerintahan, tapi panggilan sejarah kita sebagai anak bangsa untuk menjaga tanah kelahiran ini dari racun yang mematikan,” katanya.

Lebih lanjut, Wahyu menjelaskan bahwa PDAM Tirta Agara tidak sekadar menjadi penonton dari gerakan ini. Dalam lingkup internal institusinya, ia berkomitmen untuk terus meningkatkan pengawasan terhadap perilaku pegawai dan melakukan edukasi berkala mengenai bahaya narkoba, baik melalui diskusi, pelatihan maupun kemitraan dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) atau institusi terkait.

“Sebagai institusi milik daerah, kami merasa punya tanggung jawab moral. Jangan sampai pelayanan air bersih kami sampai ke rumah warga yang anaknya rusak oleh narkoba. Jangan sampai kami menyalurkan kehidupan, tapi membiarkan generasi muda kita kehilangan masa depan. Itu sebabnya kami berdiri mendukung langkah tegas Bupati dan seluruh aparat,” tegasnya.

Wahyu juga menegaskan bahwa dirinya percaya terhadap visi besar Bupati Salim Fakhry yang tidak hanya ingin menjadikan Aceh Tenggara sebagai wilayah maju dalam infrastruktur, ekonomi, dan pelayanan, tetapi juga ingin mewujudkan wilayah yang bersih dari narkoba sebagai dasar dari masyarakat yang sehat dan sejahtera. Menurutnya, slogan “Aceh Tenggara Hebat, Bebas Narkoba, Rakyat Sejahtera” bukan sekadar semboyan kampanye, melainkan arah perjuangan bersama.

Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tidak lagi bersikap masa bodoh terhadap peredaran narkoba di lingkungan sekitar mereka. “Kalau kita diam, kita ikut bersalah. Jika kita biarkan satu anak muda terjerumus, maka yang kita kubur bukan hanya masa depannya, tapi juga harga diri kampung kita. Mulai hari ini, mari kita rapatkan barisan. Kita jangan takut, kita harus lawan narkoba,” seru Wahyu.

Lebih jauh, ia juga mendorong pemerintah daerah agar terus meningkatkan sinergi lintas sektor dalam memerangi narkotika, mulai dari sektor pendidikan, kesehatan, sampai ekonomi dan keagamaan. Bahkan, ia menganjurkan agar setiap instansi pemerintahan dan lembaga publik diwajibkan memiliki program anti-narkoba internal, seperti deteksi dini, penyuluhan, dan rehabilitasi ringan bagi pegawai yang terindikasi.

Pada akhir pernyataannya, Wahyu mengingatkan bahwa perang melawan narkoba bukanlah proyek lima tahun, melainkan perjuangan lintas generasi. Dan keberhasilan Aceh Tenggara dalam mengusir bahaya ini akan menjadi warisan paling berharga yang bisa diberikan kepada anak-anak bangsa.

“PDAM Tirta Agara akan terus mengalirkan air kehidupan, tapi lebih dari itu, kami ingin ikut mengalirkan semangat perjuangan melawan narkoba ke setiap rumah di Aceh Tenggara. Mari kita wujudkan tanah kelahiran kita sebagai wilayah yang hebat, bersih dari narkoba, dan membawa kesejahteraan bagi seluruh rakyatnya,” pungkas Wahyu Irawan menutup pernyataannya.(red)

Berita Terkait

Yahdi Hasan Apresiasi Pengabdian Tepian Negeri Chapter 4 Aceh Tenggara
Subuh Keliling dan Jumat Curhat, Kapolres Aceh Tenggara Bangun Kedekatan Bersama Warga Semadam
Tak Sekadar Apel, Kapolres Aceh Tenggara Cek Langsung Kesiapan Polsek Badar Pastikan Siap Layani Masyarakat
Dinsos Aceh Tenggara Pastikan Bantuan Banjir Disalurkan Transparan dan Tepat Sasaran
Dinsos Aceh Tenggara Borong Penghargaan di HUT Kabupaten ke-51
Pastikan Program Berjalan Optimal, Kapolres Aceh Tenggara Tinjau Dua SPPG Yayasan Kemala Bhayangkari
Kapolres Aceh Tenggara Pimpin Anev Mingguan, Evaluasi Kinerja dan Perkuat Kesiapsiagaan Jajaran
25 Pejabat Baru Dilantik, Bupati Aceh Tenggara Tekankan Pelayanan Publik

Berita Terkait

Minggu, 23 Agustus 2026 - 16:15 WIB

Dugaan Hilangnya Tengku Ilyas Tokoh dalam Orasi di Banda Aceh Memicu Sorotan Publik

Minggu, 23 Agustus 2026 - 15:04 WIB

Tiga Perkara Kericuhan Damai Aceh Mulai Ditangani Polda, Publik Tunggu Transparansi Penanganan

Minggu, 23 Agustus 2026 - 13:53 WIB

Ketimpangan Ekonomi dan Konflik Kewenangan Pemicu Gejolak di Aceh

Minggu, 23 Agustus 2026 - 12:31 WIB

Presiden Berhentikan M. Nasir dari Jabatan Sekda Aceh

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 22:46 WIB

Mantan GAM Denmark Al Mukaram Soroti 15 Persoalan Implementasi MoU Helsinki yang Belum Tuntas

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 17:49 WIB

Habib Rizieq Soroti Polemik Pengibaran Bendera Bulan Bintang dan Implementasi Perjanjian Helsinki di Aceh

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 17:43 WIB

Polresta Banda Aceh Tetapkan MA Tersangka Dugaan Pemerkosaan Anak Tiga Tahun

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 17:18 WIB

Aksi Berani Wagub Aceh Redam Kericuhan Peringatan Hari Damai di Masjid Raya Baiturrahman

Berita Terbaru