Kutacane, 1 Juni 2025 — Pemerintah Kabupaten Aceh Tenggara memantapkan langkah nyata dalam memerangi narkoba, premanisme, dan penyakit masyarakat dengan menggelar Deklarasi Perang Terhadap Narkoba, Premanisme, Penyakit Masyarakat, dan Kampanye Keselamatan Berlalu Lintas. Acara yang berlangsung di Lapangan Pemuda, Bambel, Minggu (1/6/2025) ini menjadi bukti komitmen seluruh elemen masyarakat Aceh Tenggara untuk menciptakan lingkungan yang aman, sehat, dan tertib.
Bupati Aceh Tenggara, H. M. Salim Fakhri, SE., MM., secara langsung memimpin rapat koordinasi final persiapan kegiatan yang digelar pada Jumat (30/5/2025) di Oproom Sekretariat Daerah Kabupaten Aceh Tenggara. Dalam rapat yang dihadiri Forkopimda, panitia pelaksana, serta perwakilan berbagai instansi terkait ini, semua pihak memastikan kesiapan teknis dan substansi acara agar pelaksanaan deklarasi berjalan sukses dan berdampak luas bagi masyarakat.
“Deklarasi ini bukan sekadar seremoni, tapi merupakan gerakan nyata dan kolektif dari seluruh elemen masyarakat Aceh Tenggara untuk melawan ancaman sosial yang merusak tatanan kehidupan kita. Ini juga sebagai upaya meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya keselamatan berlalu lintas,” ujar Bupati Salim Fakhri dalam arahannya saat rapat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurutnya, deklarasi tersebut menjadi tonggak penting yang menandai komitmen bersama antara pemerintah daerah, aparat penegak hukum, tokoh masyarakat, pemuda, pelajar, serta seluruh warga untuk bersama-sama membangun masa depan yang lebih baik. Ia menegaskan, perlawanan terhadap narkoba dan premanisme harus dilakukan secara serius dan berkelanjutan agar Aceh Tenggara dapat terbebas dari berbagai penyakit sosial yang selama ini mengganggu kenyamanan warga.
“Saya berharap semua lapisan masyarakat dapat hadir dan berpartisipasi aktif dalam deklarasi ini. Ini bukan hanya tugas pemerintah atau aparat saja, melainkan tanggung jawab bersama untuk menciptakan Aceh Tenggara yang bersih dari narkoba, bebas dari aksi premanisme dan penyakit masyarakat, serta masyarakat yang tertib dan berbudaya dalam berlalu lintas,” tegas Bupati.
Kesiapan aparat penegak hukum juga menjadi perhatian utama dalam deklarasi ini. Kepala Kepolisian Resor Aceh Tenggara, AKBP Irwan Maulana, saat dikonfirmasi menyatakan dukungan penuh terhadap program ini. Ia menegaskan bahwa pihak kepolisian siap melakukan penindakan tegas terhadap para pelaku narkoba dan premanisme yang meresahkan masyarakat.
“Kami sangat mendukung deklarasi ini dan akan mengawal sepenuhnya pelaksanaannya. Penegakan hukum menjadi prioritas kami agar Aceh Tenggara menjadi wilayah yang aman, tertib, dan jauh dari narkoba serta kejahatan jalanan. Sinergi antara pemerintah dan aparat sangat penting untuk mencapai tujuan ini,” ujar AKBP Irwan.
Selain itu, Komandan Kodim 0108 Aceh Tenggara, Letkol Inf. Fajar Nugroho, juga menegaskan komitmen TNI untuk terlibat aktif dalam kegiatan ini. Ia mengatakan, TNI siap bersinergi dengan kepolisian dan pemerintah daerah dalam menjaga keamanan wilayah serta mendukung upaya pemberantasan penyakit masyarakat.
Tokoh masyarakat Aceh Tenggara, H. Rusli, yang juga hadir dalam rapat koordinasi, menyambut positif deklarasi yang akan digelar. Ia mengajak seluruh masyarakat untuk ikut aktif dalam gerakan sosial tersebut demi mewujudkan lingkungan yang sehat dan aman dari pengaruh negatif narkoba dan premanisme.
“Kami sangat mendukung langkah pemerintah. Peran serta warga sangat krusial untuk menjaga dan mengawasi lingkungan sekitar agar bebas dari narkoba dan tindakan preman. Mari kita jaga Aceh Tenggara sebagai rumah kita bersama,” kata H. Rusli.
Deklarasi ini menjadi momentum penting dalam transformasi sosial yang diharapkan mampu mengubah pola pikir masyarakat menuju kesadaran hukum, budaya tertib berlalu lintas, serta hidup sehat tanpa narkoba dan kekerasan jalanan. Pemerintah Kabupaten Aceh Tenggara mengajak semua pihak untuk mengambil bagian aktif dalam gerakan ini, karena keberhasilan hanya dapat diraih jika ada kerja sama dan dukungan penuh dari masyarakat.
Dengan segala persiapan matang dan dukungan dari berbagai elemen, Bupati Salim Fakhri optimistis bahwa gerakan perang terhadap narkoba dan premanisme ini akan membuahkan hasil positif dan membawa perubahan signifikan di Aceh Tenggara.
“Kami percaya bahwa dengan kebersamaan dan komitmen yang kuat, Aceh Tenggara akan menjadi wilayah yang lebih aman, sehat, dan tertib. Mari kita buktikan bahwa kita serius dalam perang terhadap narkoba dan premanisme!” tutup Bupati. (red)































































