HOTELBET beta.lra.gov.mv dbm.wyb.ac.lkpreparation.lsrs.lu wayacim.wyb.ac.lk

Rencana Pembelian Mobil Dinas Walikota Rp 3 Miliar di Banda Aceh ,FPA Nilai Tidak Rasional

HS

- Redaksi

Minggu, 23 Februari 2025 - 18:03 WIB

501,312 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Rencana Pembelian Mobil Dinas Walikota Rp 3 Miliar di Banda Aceh ,FPA Nilai Tidak Rasional

Banda Aceh – Rencana pembelian mobil dinas untuk Wali Kota Banda Aceh senilai Rp 3 miliar mendapat sorotan tajam dari berbagai pihak. Ketua Forum Pemuda Aceh, Syarbaini, menilai kebijakan ini tidak rasional dan tidak berpihak kepada rakyat kecil, terutama di tengah kondisi keuangan Kota Banda Aceh yang mengalami defisit besar.

Selain pengadaan mobil untuk wali kota, dalam Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (SiRUP) LKPP juga tertera anggaran untuk pengadaan mobil dinas bagi Wakil Ketua DPRK sebesar Rp 1,5 miliar dan Ketua DPRK sebesar Rp 950 juta. Secara keseluruhan, total anggaran untuk kendaraan dinas di Kota Banda Aceh mencapai Rp 5,45 miliar.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Syarbaini menyatakan bahwa tidak pantas kepala daerah maupun pimpinan legislatif membeli mobil dinas baru saat kondisi daerah sedang mengalami banyak permasalahan, termasuk defisit anggaran dan utang. Ia menilai bahwa kebijakan ini mencerminkan ketidakpedulian terhadap kesulitan yang dihadapi masyarakat.

“Banda Aceh saat ini mengalami defisit anggaran hingga Rp 39 miliar. Angka ini sangat fantastis. Seharusnya Wali Kota Illiza lebih fokus pada kesejahteraan masyarakat daripada mengalokasikan anggaran untuk fasilitas mewah bagi pejabat,” ujar Syarbaini.

Forum Pemuda Aceh meminta Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal, untuk mencoret anggaran pembelian mobil dinas tersebut. Selain itu, mereka juga mendesak Ketua DPRK Banda Aceh, Irwansyah, agar tidak membiarkan anggaran ini digunakan karena dianggap pemborosan dan tidak memiliki urgensi yang jelas.

Menurut Syarbaini, pengadaan kendaraan mewah di tengah keterbatasan anggaran hanya akan memperburuk kondisi keuangan daerah dan mencederai kepercayaan publik. Ia menegaskan bahwa pejabat daerah seharusnya lebih peka terhadap kondisi ekonomi masyarakat yang masih membutuhkan perhatian serius, terutama dalam sektor pelayanan publik dan kesejahteraan sosial.

“Kami menanti gebrakan Wali Kota Illiza, apakah beliau benar-benar berpihak kepada rakyat atau justru lebih mengutamakan kepentingan kelompok tertentu. Jika pengadaan mobil ini tetap dipaksakan, berarti kebijakan Pemko Banda Aceh tidak memihak rakyat kecil,” tambahnya.

Sebagai bentuk protes, Forum Pemuda Aceh mengancam akan menggelar aksi jalanan jika pembelian mobil dinas tersebut tetap dilanjutkan. Mereka berkomitmen untuk terus mengawal kebijakan ini agar anggaran yang tersedia dapat dialokasikan untuk kepentingan masyarakat luas, bukan untuk fasilitas pejabat.

Berita Terkait

Nagan Raya Raih Juara Harapan I Paviliun Kuliner Terbaik di ACF 2026
Kemenkum Aceh Resmi Tetapkan Kepengurusan Baru DPP Partai Nusantara Aceh Periode 2026-2031
BMKG Peringatkan Potensi Cuaca Ekstrem, Aceh Siaga Menghadapi Ancaman Banjir dan Longsor
Masa Depan Dana Otsus Aceh Terancam, Pemerintah dan DPRA Didesak Ambil Langkah Strategis
Penanganan Bencana Aceh Dinilai Berlarut, Pemerintah Didesak Berikan Solusi Nyata
HUT ke-67 Pasukan Pelopor, Brimob Polda Aceh Teguhkan Komitmen Pengabdian kepada Masyarakat
Langkah Pertama di Kampus Biru, 910 Mahasiswa Baru USM Ikuti PKKMB 2026
Kapolda Aceh Ungkap Strategi Akselerasi Rekonstruksi Pascabencana, 265 Titik Sumur Bor Dibangun untuk Perkuat Ketahanan Masyarakat

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 03:48 WIB

Cukai Rokok yang Melempem dan Labirin Bisnis Ilegal yang Melanggeng

Rabu, 16 September 2026 - 03:44 WIB

Purbaya Diduga Ngotot Tarik Setoran Ratusan Triliun dari Danantara untuk Tambal APBN

Rabu, 16 September 2026 - 03:41 WIB

Polemik Setoran Rp 120 Triliun, CEO Danantara Akan Temui Menteri Keuangan

Rabu, 16 September 2026 - 03:37 WIB

Bahaya Zona Abu-abu: Menggugat Transparansi Aliran Keuntungan BUMN Pasca-Transisi

Rabu, 16 September 2026 - 03:28 WIB

Menakar Beban Fiskal, Danantara Buka Suara Terkait Isu Setoran Rp 120 Triliun

Rabu, 16 September 2026 - 03:23 WIB

Keberatan Setor Rp 120 T ke Negara, Danantara Bakal Bicarakan Nasib Dividen dengan Menkeu Baru

Rabu, 16 September 2026 - 03:17 WIB

Mengapa Purbaya Diganti? Menguji Kepercayaan di Balik Rotasi Kursi Bendahara Negara

Rabu, 16 September 2026 - 03:13 WIB

KPK Dalami Keterlibatan Menteri ATR/BPN Nusron Wahid dalam Pusaran Suap HGB Summarecon

Berita Terbaru