HOTELBET slot preparation.lsrs.lu

Kadis Peternakan Aceh Minta Masyarakat Waspadai Penyakit Rabies

Redaksi Bara News

- Redaksi

Sabtu, 5 Agustus 2023 - 22:40 WIB

50448 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Banda Aceh – Kepala Dinas Peternakan Aceh Zalsufran menyampaikan sudah menerima laporan kasus gigitan hewan pembawa rabies yang terjadi di Kabupaten Bener Meriah.

“Sudah kami minta juga kabupaten untuk membuat laporan. Kami juga sudah dapat hasilnya, yang positif baru yang kejadian kemarin itu,” kata Zalsufran, Jumat (4/8/2023).

Disampaikan, sejak Januari, sudah ada 51 kasus gigitan hewan pembawa rabies di Kabupaten Bener Meriah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Berdasarkan data kasus gigitan hewan pembawa rabies (HPR) dari Pemerintah Kabupaten Bener Meriah, diketahui jika kasus gigitan terjadi sejak Januari 2023 dimana ada 10 kasus, pada Februari ada 13 kasus, Maret 2 kasus, April 8 kasus, Mei 4 kasus, Juni 8 kasus dan Juli 6 kasus.

“Ini data kasus gigitan, bukan positif rabies. Yang positif rabies baru yang kejadia kemarin itu,” terang Zalsufran.

Dirinya menyampaikan bahwa pada Rabu, 2 Agustus lalu, pihaknya sudah mensosialisasikan penyakit rabies dan bahaya serta cara pencegahannya kepada siswa-siswi SMK di kawasan Lhong Raya, Banda Aceh.

Kepada para siswa dirinya mengungkapkan, beberapa ciri yang bisa dilihat pada hewan, khususnya anjing pembawa virus rabies, yaitu gelisah dan agresif, menyendiri, takut cahaya, air liur berlebihan, takut suara, takut air, ekor ditekuk di antara kedua kaki belakang dan suka menggigit apa saja yang ada di sekitarnya baik benda maupun orang.

“Jika kita menemukan hewan dengan ciri rabies, sebisa mungkin ditangkap jangan dibunuh. Selanjutnya, lapor ke Puskeswan atau pada petugas dinas yang membidangi fungsi peternakan dan kesehatan hewan agar bisa ditangani sesuai prosedur,” ujar Kadisnak.

Selanjutnya, sambung Zalsufran, gejala yang terjadi jika seseorang terkena gigitan hewan pembawa virus rabies, adalah timbulnya nyeri pada luka gigitan, sakit kepala, lemah, gelisah, mulut berlendir, takut air, takut angin, takut cahaya dan suara.

Ia menjelaskan, untuk penanganan awal, korban gigitan hewan pembawa rabies ini adalah dengan sesegera mungkin mencuci luka dengan air mengalir, kemudian berikan obat antiseptik dan segera bawa ke pusat kesehatan atau rabies center, agar segera diberikan Vaksin Anti Rabies atau VAR.

“Selanjutnya, terus lakukan pengobatan dan pemeriksaan, karena masa inkubasi rabies tergolong lama. Sehingga kita perlu waktu hingga dua minggu untuk melihat efektivitas hasil suntikan VAR,” kata Zalsufran.

Zalsufran menambahkan pihaknya akan terus melakukan sosialisasi sebagai salah satu upaya pencegahan dan pengetahuan kepada masyarakat, terkait ciri bahaya dan cara mengatasi.

“Sosialisasi ini penting kita lakukan dan akan terus kita lakukan ke kabupaten/kota agar masyarakat memiliki pemahaman yang menyeluruh terkait rabies dan upaya pencegahan dan penanganannya,” ujarnya. (IP)

Berita Terkait

Ketua Fast Respon Counter Polri DPW Aceh : Mari Kawal Program Kapolri Baru, Komitmen Pengawasan Dan Sinergi Tak Boleh Kendur
Kabut Asap Tebal Selimuti Aceh, Warga Diminta Waspada dan Jaga Kesehatan
Asap Karhutla Selimuti 13 Kabupaten Kota di Aceh, Jarak Pandang 2 Kilometer dan Negara Gagal Cegah Bencana Rutin
Gubernur Aceh Lantik Taufik sebagai Penjabat Sekda, Dorong Perkuatan Koordinasi Pemerintahan
Ketua Umum HMI Komisariat se-Kawasan Cabang Banda Aceh: Mendesak MPK PB HMI Menguji Keabsahan Penetapan Pj Ketua Umum HMI Cabang Banda Aceh dan Mengusut Dugaan Politisasi Organisasi Menjelang Kongres
Eks GAM Denmark, Eropa Soroti Lambannya Penyerapan TKD, Minta Pengawasan Diperketat
DTPHP Nagan Raya Raih Penghargaan Peringkat I pada Workshop Sasaran Indikatif Tanaman Pangan Tahun 2027 Se Provinsi Aceh
DTPHP Nagan Raya Terima Piagam Penghargaan pada Workshop Sasaran Indikatif Tanaman Pangan 2027

Berita Terkait

Minggu, 18 Oktober 2026 - 02:08 WIB

Singapura Layangkan Surat kepada Tujuh Perusahaan Indonesia Terkait Kabut Asap Lintas Batas

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 02:00 WIB

Anggota Parlemen Malaysia Desak ASEAN Protes Diplomatik Soal Kabut Asap, Modal Perusahaan Malaysia di Indonesia Ikut Disorot

Jumat, 16 Oktober 2026 - 14:33 WIB

Karhutla Besar Landa Sumatera dan Kalimantan, Kabut Asap Tebal Selimuti Malaysia dan Singapura

Jumat, 16 Oktober 2026 - 14:00 WIB

Malaysia Desak ASEAN Tekan Indonesia Soal Kabut Asap, Kedaulatan Dipertaruhkan

Jumat, 16 Oktober 2026 - 13:02 WIB

Singapura Ancam Seret Perusahaan Pemicu Karhutla Indonesia ke Jalur Hukum, Kedaulatan Dipertaruhkan

Senin, 12 Oktober 2026 - 12:46 WIB

Prabowo dan El-Sisi Sepakati Empat Kerja Sama Strategis RI-Mesir di Istana Merdeka

Minggu, 11 Oktober 2026 - 13:43 WIB

Leonardo DiCaprio Angkat Bicara: Karhutla Indonesia Picu Krisis Iklim dan Bencana Ekologis Global

Jumat, 25 September 2026 - 06:37 WIB

Kopi Arabika Gayo Masuk Daftar 7 Biji Kopi Terbaik Dunia, Disebut Punya Rasa “Bersih” dan Keasaman Rendah

Berita Terbaru

KABAR DUKA

Irjen Polisi Purnawirawan Napoleon Bonaparte Tutup Usia

Minggu, 18 Okt 2026 - 22:13 WIB