slot preparation.lsrs.lu

Malaysia Desak ASEAN Tekan Indonesia Soal Kabut Asap, Kedaulatan Dipertaruhkan

Redaksi Bara News

- Redaksi

Jumat, 16 Oktober 2026 - 14:00 WIB

50171 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KUALA LUMPUR – Kabut asap lintas batas yang melanda kawasan Asia Tenggara kembali memicu ketegangan diplomatik. Malaysia mendesak ASEAN untuk memberikan tekanan diplomatik dan finansial kepada Indonesia terkait kebakaran hutan dan lahan perkebunan yang menjadi sumber kabut asap.

Desakan tersebut disampaikan oleh Anggota Parlemen Malaysia, Syed Saddiq, dalam sidang Dewan Rakyat. Pernyataan itu terekam dalam sebuah klip video yang kini beredar luas di media sosial melalui akun Facebook bernama Estoria Id.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, dalam video tersebut Syed Saddiq yang mengenakan setelan jas hitam dengan dasi bermotif pink tampak berbicara dengan nada mendesak di hadapan parlemen Malaysia. Di belakangnya terlihat panel kayu berukir khas gedung Dewan Rakyat. Dengan gestur yang tegas, ia menyoroti meluasnya kabut asap yang kembali menyelimuti wilayah Malaysia.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

On-screen text dalam video itu dengan jelas menuliskan “Malaysia Desak ASEAN Beri Tekanan Diplomatik dan Finansial ke Indonesia”. Anggota parlemen tersebut berargumen bahwa ASEAN harus mengambil tindakan regional yang lebih kuat terhadap Indonesia terkait kebakaran hutan perkebunan yang menjadi penyebab kabut.

Video yang beredar pada Rabu, 15 Oktober 2026 itu sontak memicu reaksi keras. Desakan Malaysia untuk memberikan tekanan finansial dan diplomatik kepada Indonesia adalah sebuah manuver yang berlebihan dan melampaui batas etika bertetangga.

Jika Malaysia serius menjadi bagian dari ASEAN, seharusnya yang dikedepankan adalah mekanisme kerja sama dan gotong royong, bukan ancaman sanksi. Menekan Indonesia secara finansial di saat Indonesia sendiri sedang berjibaku memadamkan api di tengah cuaca kering ekstrem dan keterbatasan sumber daya adalah tindakan yang tidak solutif dan justru memperkeruh hubungan bilateral.

Indonesia bukanlah negara yang sengaja membakar hutan untuk mengirim asap ke Malaysia. Karhutla adalah persoalan kompleks yang melibatkan faktor iklim, tata kelola lahan, dan ulah korporasi nakal. Menjadikan Indonesia sebagai kambing hitam tunggal dengan mendesak ASEAN menghukum Indonesia secara finansial adalah cara berpikir yang sempit dan provokatif.

ASEAN seharusnya menjadi forum untuk saling membantu, bukan alat untuk menekan salah satu anggotanya atas desakan satu negara. Sudah saatnya Indonesia bersikap tegas menolak segala bentuk intervensi yang mengatasnamakan kabut asap namun sejatinya menginjak-injak kedaulatan.

Berita Terkait

Rumor Kematian Kim Jong Un Terbantahkan Lewat Kemunculan ke Publik
Demo Biaya Hidup di Prancis Berujung Ricuh, Ribuan Ditangkap dan Ratusan Polisi Terluka
Malaysia Desak Isu Kabut Asap Lintas Negara Jadi Agenda Serius di ASEAN
Singapura Layangkan Notifikasi Hukum, Pemerintah Indonesia Fokus Penanganan Karhutla di Lapangan
Ditegur Singapura, Negara Kalah Tegas: Tujuh Korporasi Indonesia Diancam Denda Akibat Ekspor Kabut Asap
Singapura Layangkan Surat kepada Tujuh Perusahaan Indonesia Terkait Kabut Asap Lintas Batas
Anggota Parlemen Malaysia Desak ASEAN Protes Diplomatik Soal Kabut Asap, Modal Perusahaan Malaysia di Indonesia Ikut Disorot
Karhutla Besar Landa Sumatera dan Kalimantan, Kabut Asap Tebal Selimuti Malaysia dan Singapura

Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 17:30 WIB

Bareskrim Usut Dugaan Pemalsuan Suket Pendidikan Wapres Gibran, Putusan MK Jadi Rujukan Penyidik

Jumat, 6 November 2026 - 17:27 WIB

Jokowi Hormati Proses Hukum Terkait Wacana Pemakzulan Wapres Gibran

Jumat, 6 November 2026 - 17:21 WIB

Mabes Polri Dalami Dugaan Keterlibatan Ketum Parpol dan Aliran Dana Judi Online di Kasus Penyadapan Presiden

Jumat, 6 November 2026 - 17:05 WIB

Dasco Minta Komisi III Pantau Berkala Kasus Penyadapan Presiden yang Seret Eks Kapolri

Jumat, 6 November 2026 - 16:37 WIB

Presiden Prabowo Terima Surat Kepercayaan 11 Dubes Asing di Istana Hari Ini

Jumat, 6 November 2026 - 16:06 WIB

ICW dan Trend Asia Ungkap Belanja Teknologi Pengawasan Polri Capai Rp35,9 Triliun

Jumat, 6 November 2026 - 15:59 WIB

Dua Pejabat Senior KPK Kembali ke Kejaksaan Agung Setelah Lebih dari 10 Tahun Bertugas

Jumat, 6 November 2026 - 15:51 WIB

Pemerintah Buka Rekrutmen CPNS November 2026 untuk Penyegaran dan Program Prioritas

Berita Terbaru