KUALA LUMPUR – Kabut asap lintas batas yang melanda kawasan Asia Tenggara kembali memicu ketegangan diplomatik. Malaysia mendesak ASEAN untuk memberikan tekanan diplomatik dan finansial kepada Indonesia terkait kebakaran hutan dan lahan perkebunan yang menjadi sumber kabut asap.
Desakan tersebut disampaikan oleh Anggota Parlemen Malaysia, Syed Saddiq, dalam sidang Dewan Rakyat. Pernyataan itu terekam dalam sebuah klip video yang kini beredar luas di media sosial melalui akun Facebook bernama Estoria Id.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, dalam video tersebut Syed Saddiq yang mengenakan setelan jas hitam dengan dasi bermotif pink tampak berbicara dengan nada mendesak di hadapan parlemen Malaysia. Di belakangnya terlihat panel kayu berukir khas gedung Dewan Rakyat. Dengan gestur yang tegas, ia menyoroti meluasnya kabut asap yang kembali menyelimuti wilayah Malaysia.
On-screen text dalam video itu dengan jelas menuliskan “Malaysia Desak ASEAN Beri Tekanan Diplomatik dan Finansial ke Indonesia”. Anggota parlemen tersebut berargumen bahwa ASEAN harus mengambil tindakan regional yang lebih kuat terhadap Indonesia terkait kebakaran hutan perkebunan yang menjadi penyebab kabut.
Video yang beredar pada Rabu, 15 Oktober 2026 itu sontak memicu reaksi keras. Desakan Malaysia untuk memberikan tekanan finansial dan diplomatik kepada Indonesia adalah sebuah manuver yang berlebihan dan melampaui batas etika bertetangga.
Jika Malaysia serius menjadi bagian dari ASEAN, seharusnya yang dikedepankan adalah mekanisme kerja sama dan gotong royong, bukan ancaman sanksi. Menekan Indonesia secara finansial di saat Indonesia sendiri sedang berjibaku memadamkan api di tengah cuaca kering ekstrem dan keterbatasan sumber daya adalah tindakan yang tidak solutif dan justru memperkeruh hubungan bilateral.
Indonesia bukanlah negara yang sengaja membakar hutan untuk mengirim asap ke Malaysia. Karhutla adalah persoalan kompleks yang melibatkan faktor iklim, tata kelola lahan, dan ulah korporasi nakal. Menjadikan Indonesia sebagai kambing hitam tunggal dengan mendesak ASEAN menghukum Indonesia secara finansial adalah cara berpikir yang sempit dan provokatif.
ASEAN seharusnya menjadi forum untuk saling membantu, bukan alat untuk menekan salah satu anggotanya atas desakan satu negara. Sudah saatnya Indonesia bersikap tegas menolak segala bentuk intervensi yang mengatasnamakan kabut asap namun sejatinya menginjak-injak kedaulatan.









































